Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 32. Dosa Mama


__ADS_3

Ingat ma semua yang menimpa Nesia beberapa tahun lalu itu adalah dosa mama,bagaimana tuhan akan memberikan cucu lagi untuk mama.kalau cucu yang sudah tuhan beri saja Mama tidak mengakui, keguguran yang Nesia alami sampai tiga kali itu karena kesalahan Mama.Sampai Nesia di vonis tidka bisa hamil itu juga karena dosa Mama,harus nya mama menyadari semua ujian,yang tuhan berikan untuk keluarga kita.


Mama semakin berumur bukan nya lebih baik lagi, tetapi malah lebih kejam.Ingat Ma semua ini tidak akan abadi,harus nya diumur mama yang seperti sekarang ini Mama bersyukur.Tinggal menikmati hidup bersama anak dan cucu,menikmati harta yang Mama miliki bukan menebar kebencian seperri ini.


''Mama tidak butuh ceramah darimu Damian,''bukan nya sadar malah semakin menggila saja orang ini.


''Terserah Mama,Damian tidak peduli juga dengan kemauan Mama..!''Om Damian semakin berani dengan Mama nya.


''pengawal,kalian seret wanita ini dan buang dia jauh dari sini..!''Oma tua itu menyuruh pengawal nya menangkap ku.


''Hadapi aku sebelum kalian membawa putriku..!'' Ucap Om Damian.


Om Damian berkelahi dengan pengawal itu,Dokter Allan pun membantunya.Dua lawan dua,Oma itu menyaksikan anak nya dihajar oleh para pengawal nya.Om Damian mungkin kalah tenaga dengan mereka,tetapi tidak dengan Dokter Allan dia mampu mengimbangi mereka.


Aku terkejut melihat Om Damian penuh darah,dia terpukul tepat di hidung nya dan mengeluarkan banyak darah.Aku spontan panik melihat keadaan nya,aku bingung apa yang harus ku lakukan u tuk membantunya.


Aku melihat vas bunga yang terbuat dari keramik, aku pun mengambil nya.sepertinya Oma tua itu mengerti apa yang akan ku lakukan,dia menahan ku agar tidak menyerang anak buah nya.Karena panik aku mendorong nya sampai terjatuh,Aku memukul kepala belakang pengawal itu sampai bersimbah darah.


Aku membantu Om Damian berdiri,Dokter allan menghajar pengawal yang tersisa sampai babak belur.Melihat kondisi Om Damian,Dokter Allan panik dan membawa nya ke rumah sakit.Saat Om Damian dipapah Dokter Allan,aku mengatakan sesuatu pada Oma tua itu sebelum menemani mereka.


Seorang Binatang saja tidak akan mampu melukai anak nya sendiri,tetapi anda justru ingin membunuh nya.Ingat satu hal Nyonya,saya pun tidak sudi menjadi cucu anda.Jadi tidak masalah kalau anda tidak mengakui saya,karena saya tidka butuh itu.


Aku pun berlalu menuju mobil,menemani Dokter Allan membawa Papa nya ke Rumah Sakit.di perjalanan Om Damian pingsan,aku menidurkan nya di pahaku.Melihatnya seperti ini hatiku sakit,merasa tak tega melihat nya.Seketika keangkuhan dan kebencian ku terhadap nya runtuh seketika.sejujur nya aku panik dan takut jika sesuatu terjadi pada nya,tetapi aku mencoba untuk tenang di hadapan Dokter Allan.


Sesampainya di Rumah sakit,Om Damian Langsung ditangani.Dokter Allan pun segera mengobati luka nya,sementara aku diam menunggu diluar ruangan.


Aku tak tahu pemeriksaan apa saja dijalani Om Damian,karena sangat lama aku menunggu tetapi belum selesai juga.Setelah lelah menunggu akhir nya semua proses itu selesai aku pun lega rasa nya.


Aku masuk bersama Dokter Allan,Om Damian belum sadarkan diri.


''Mengapa dia belum sadar Dokter?''Aku bertanya.


''Itu karena pengaruh obat Ayu,nanti kalau sudah saat nya pasti Papa akan sadar.''Jawab Dokter Allan.


Aku duduk dim menatap Ayah ku,ya dia adalah ayah ku.Tapi rasanya berat untuk memanggil nya Ayah,Lidah ini kelu karena tidak terbiasa dengan kata itu.

__ADS_1


''Ayu,Papa pasti sangat bahagia dalam tidur nya.'' karena bisa berkorban untuk mu,sakit yang ia rasakan tidak akan sebanding dengan rasa bangganya.Saya harpa setelah ini hubungan mu dam Papa bisa segera membaik,hiduplah dengan normal layak nya seorang anak dan orang tuanya.!


''Aku diam mendengarkan ucapan Dokter Allan,apa mungkin aku sudah terlalu keras selama ini.''


''Dokter Allan saya lelah,bolehkah saya pulang ini sudah mau malam besok saya harus bekerja. Pulang kerja saya pasti datang membesuk nya lagi,maaf tidak bisa lama di sini.''


''Tidak apa Ayu pulang lah,apa perlu saya antar..?'' Dokter Allan menawarkan dirinya untuk mengantar ku.


Tidak perlu Dokter anda pasti lelah,saya bisa pulang sendiri kok.Setelah berpamitan aku pun pulang menggunakan taksi,sepanjang perjalanan hatiku tidak tenang.Sesampai nya dikamar aku menangis,hatiku sangat sakit mengetahui semua kenyataan ini.


Kejam sekali Oma tua itu,ternyata kekejaman nya lebih dari yang kupikirkan.Aku membayangkan saat ibu sedang hamil,dipisahkan secara paksa dari Ayah.mendapatkan penghinaan dan cacian secara bertubi-tubi.


Memiliki harta yang banyak,kedudukan nya tinggi.


Dihormati,disegani semua orang membuat nya sombong dan akuh.Bahkan aku cucunya sendiri tidak dianggap,Oma macam apa dia,kalaupun dia membenci ibuku memang aku salah apa..?


lebih baik aku tidur saja,sangat lelah jika aku memikirkan semua ini.


Pekerjaan ku hari ini lumayan menguras pikiran ku,


''Ayu,kamu buru-buru sekali mau pulang ada apa.?''Pak Cakra bertanya.


''Iya pak ada keperluan sebentar,permisi pak..!''Iya hati-hati jawab nya.


Aku memang sengaja menghindar,nanti Pak Cakra banyak bertanya aku nanti bingung mau jawab apa.


Lebih baik menghindar saja kan.


Sesampainya di rumah sakit,aku tidak melihat Dokter Allan disana.justru yang berada di sana itu istrinya Om Damian.sebenar nya aku merasa tidak enak dengan nya,tetapi aku kan sudah terlanjur masuk.


''Ayu..'Ucap Om Damian.


''Kemari nak..!''Aku mendekatinya,aku pun tersenyum


menyapa tante Nesia karena memnag dia juga mengenal ku dan memberikan parsel buah yang ku bawa.

__ADS_1


''Kamu sudah pulang bekerja Ayu..?''Om Damian bertanya walau pelan,karena banyak lebam di bibir dan sekitar mulut nya


''sudah om,bagaimana keadaan nya sekarang''kata ku.


''Seperti yang kamu lihat Ayu.''jawab nya.


Tak lama aku datang Dokter Allan pun masuk, membawa makanan mungkin untuk Mama nya.


''Ayu kamu sudah datang,..?''Ya jawab ku singkat.


Dokter Allan memberikan makanan untuk Mama nya dan untukku,ternyata dia sudah menyiapkan makanan untuk menyambut ku datang.


Di sana kami hanya ngobrol seperlunya saja,karena Om Damian pun harus banyak beristirahat untuk memulihkan keadaan nya.Dokter Allan memaksa mengantarku pulang karena sudah malam,dia berkata kalau Oma nya belum datang menjenguk Papa nya,gila bukan padahal dia sendiri yang membuat anak nya terluka.Coba kalau dia menghentikan para pengawal nya,pasti tidka akan separah itu kan.


''Ayu,Mama sudah tau kalau kamu anak kandung Papa.'' Aku sangat terkejut mendengar nya,pantas saja dia seperti selalu menatap ku saat di rumah sakit.


''Terus apa katanya..?''aku penasaran juga dengan


tanggapan nya.


Mas Willi.



Ayu Rahajeng




Dokter Allan



Andhara

__ADS_1


Maaf ya jika visual nya tidak sesuai dengan para pembaca,kalian bisa berfantasi sendiri untuk menggantinya.karena author sendiri pun bingung harus memilih yang mana.


__ADS_2