Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 93. Jangan Macam Macam


__ADS_3

Allan juga bercerita bagai kondisi keluarga nya saat ini,tentang orang tua nya yang sudah tidak tinggal serumah lagi dan pertengkaran yang selalu terjadi di antara kedua nya.


''Allan,maaf aku tidak bisa membantu apapun,''aku mengerti perasaan mu sebab aki juga tahu bagaimana rasa nya hidup dengan orang tua yang tak utuh,bahkan aku sendiri tak mampu menyatukan kedua orang tuaku.Kamu tidak harus memaksa Ayah untuk sejalan dengan mu,karena aku pun sama tak bisa memaksa ibu untuk satu pemikiran dengan ku,yang ada hanya kita sendiri yang bertengkar dan ribut dengan mereka.


''Jangan kan untuk bicara bertatap muka dengan Ayah saja ibu tidak mau,aku sampai tidka tau harus dengan cara apa lagi untuk membujuk nya.Jadi kalau ada pemikiran mereka kan kembali bersama, itu sangat jauh kemungkinan nya.''


''Ayu maaf,selama ini saya yang mendapat kan kasih sayang penuh dari Papa,tetapi kamu yang anak kandung nya sangat jauh dari nya.'' Allan menyentuh tangan Ayu.


''Tidak apa Allan,mungkin jalan memang harus seperti ini kan dan Ayah jadi memiliki dua anak sekarang.'' Ayu tertawa.


''Dua anak..?''Kata Allan.


''Iya kamu dan aku sama sama anak Ayah dong Allan.'' Ayu mengedipkan mata nya.


''Iya benar,terus siapa yang jadi kakak dan siapa yang jadi adik.?''Ucap Allan.


''Kamu kan lebih tua dari ku,masa aku yang jadi kakak ya kamu lah..!'' Ayu ingin jadi adik.


''Oke baik lah kamu jadi adik ku yang penurut ya..!''Mereka berdua tertawa bersama.


Obrolan mereka pum semakin serius,setelah menentukan siapa yang menjadi kakak mereka akan semakin dekat dan melengkapi satu sama lain.


''Sekarang kan kamu sudah menjadi adik ku,''jadi kamu harus selalu cerita jika ada apa apa,saya pasti akan siap membantu mu..!


''Allan,bukan kah selama ini kamu selalu membantu ku.''Ucap Ayu.


''Beda lah dari status juga beda,tidak apa saya kalah dari Willi mendapatkan hati mu,justru sekarang saya mendapat hadiah yang lebih besar mendapat kan adik yang cantik seperti mu,mana sambutan baru untuk kakak mu ini.?'' Allan merentangkan kedua tangan nya ingin memeluk,Ayu pun menyambut nya mereka saling berpelukan,pelukan sebagai seorang kakak dan beradik yang saling menyayangi.


''Allan.....!''


Ketika Allan melihat siapa yang memanggil nya dia pun terkejut,Nirina sudak berdiri tegak menatap nya.


Beberapa menit sebelum nya Nirina datang ke kafe bersama teman kantor nya setelah ada urusan pekerjaan di luar kantor,merasa lelah dia ingin bersantai dan istirahat sambil minum kopi.Tetpai dia di kejutkan dengan adanya Ayu di sana bersama seorang pria tetapi bukan Willi,yang membuat Nirina kesal orang itu menggenggam tangan Ayu dan di respon dengan baik.Setelah melihat Ayu berpelukan, dia penasaran dan mendekat ternyata Allan lah yang memeluk pacar kakak nya itu,Nirina pun sempat merekam aksi mereka berdua untuk bukti pada Willi.

__ADS_1


''Nirina..''Allan terkejut.


''Oh jadi begini perbuatan kalian di belakang ku dan juga kakak ku,bagaimana jika aku tidak melihat nya akan sampai kapan kamu membodohi ku Allan.''


''Nirina,ini tidak seperti yang kamu pikirkan..'' Allan ingin menjelaskan.


''Stop..!'' Nirina menghentikan nya.


''Aku tidak perlu penjelasan apapun dari mu,mulai sekarang tidak usah menemui mu lagi..!''Nirina pergi dari tempat itu.


''Nirina,Nirina...''


''Biarkan saja kak..!''Kata Ayu.


''kok biarkan sih,nanti dia marah susah lho menaklukkan cewe seperti dia.'' Allan heran dengan Ayu.


Ayu menyuruh Allan untuk duduk,walaupun Allan tidak mau tetapi dia memaksa.


''Memang sudah sejauh apa hubungan kalian,apa sudah resmi pacaran.?'' Ayu bertanya.


''Kalau Nirina marah,dia cemburu dong melihat kita pelukan,itu tanda nya dia menyukai mu..!'' kata Ayu.


''Saya juga sudah tau Ayu,''tetapi kita belum lama kenal,melihat nya saja saat dia menjenguk mu di rumah sakit setelah itu bari sekarang ini kita dekat.


''Tenang saja kak biar Ayu yang jelaskan.''kata Ayu.


Tak lama berselang Willi menghubungi Ayu,tetapi hanya tersenyum dan berkata pada Allan.


''Lihat lah pasti kabar kita sudah sampai ke telinga Mas Willi.''Ayu menunjukan ponsel nya.


''Iya mas'' Kata Ayu.


''Kekantor sekarang..!''Willi memutus kan ponsel nya begitu saja.

__ADS_1


''Allan aku harus menemui Mas willi kekantor,''kamu pulang saja ya..?


''Lebih baik saya temani kamu,takut nya Willi marah dan menyakiti mu..!'' Allan khawatir.


''Kamu pikir kekasih ku preman pasar apa..?''Ayu justru bercanda.


''Sudah aku pergi dulu ya,''jangan lupa bayarin ya kakak ku sayang


''Iya adik manja...''Jawab allan.


Ayu segera meluncur ke kantor Willi bersama supir nya,dia tau pasti Willi juga kesal melihat nya.Ayu masuk kekantor mendapat sambutan baik dari karyawan yang mengenal nya,merek juga mengucapkan selamat atas kesembuhan nya.


''Sera...''Ayu memeluk Sera.


''Ayu..'' Sera pun menyambut pelukan nya.


Syukur lah kamu udah sehat kembali dan makin cantik saja sekarang,seneng deh bisa ketemu kamu lagi.


''Mas Willi ada..?''Ayu menanyakan Willi.


''Ada sedang meeting dengan Pak Cakra,''tapi dia pesan kalau kamu datang suruh masuk kedalam.


''Pantas aku di suruh datang,ternyata dia lagi sibuk'' Batin Ayu.


Sera menghubungi Willi jika Ayu sudah datang dan menyuruh nya untuk masuk.Ayu masuk ke dalam dan melihat mereka berdua sedang sibuk dan banyak berkas di hadapan nya.Willi memberikan isyarat agar Ayu duduk di kursi kebesaran nya,sebab Willi dan Cakra berada di sofa.


Ayu hanya diam menyaksikan mereka berdua yang sedang serius mengurus proyek proyek nya,dia juga hanya memainkan ponsel nya menunggu mereka selesai.Satu jam sudah Ayu menunggu barulah pekerjaan Willi selesai,belum lagi banyak berkas yang harus Cakra dan Sera bereskan.


Awal nya Willi hanya diam saja menatap Ayu dari sofa,begitu pun sebalik nya Ayu pun sama menatap nya tanpa ragu.Setelah Sera dan Cakra pamit keluar, Willi menghampiri Ayu yang duduk tenang menatap nya.


''Apa yang kamu lakukan di luar bersama Allan..?'' Willi mengunci Ayu dengan ke dua tangan nya,sorot mata nya tajam mengunci pandangan Ayu jarak mereka sangat dekat hanya beberapa senti saja.


''Memang apa yang akan ku lakukan dengan nya.?'' Ayu tersenyum dan mengalungkan tangan nya di leher Willi.

__ADS_1


''Jangan macam macam dengan ku..''Kata kata Willi terdengar sangat mengancam.


Ayu tidak menanggapi nya dengan serius,dia justru mengecup bibir Willi sekilas.


__ADS_2