Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 56. Menatap Dengan Sinis


__ADS_3

Flashback off.


Author POV


Willi tertidur setelah bercerita,Ayu menitihkan air mata mendengar nya.Mungkin alam bawah sadar nya merespon apa yang Willi ucapkan.


Maira datang menyaksikan Willi tengah tertidur menemani putrinya.sampai dia tidak tega untuk membangun kan nya,Willi memang baru saja tertidur karena lelah bercerita.


''Ayu lihat lah,Willi setia menemani mu di sini dia juga menjaga Ibu dan kakek dengan baik.Semua dia siapkan untuk Ibu,kamu berhutang penjelasan dengan ibu ketika sadar nanti.Sadarlah sayang pelita hati ibu,kamu adalah alasan Ibu hidup dan tetap tegar berdiri.''


''Willi,bangun lah..!'' Maira membangunkan Willi.


''Tante,..!'' Willi terbangun.


''Lebih baik kamu pulang dan istirahat,seperti nya kamu sangat lelah .?''Kata maira.


''Iya tante,titip Ayu saya saya akan kemari lagi nanti.''


Maira tersenyum.


Willi pun pergi meninggal ruang perawatan Ayu, tetapi dia pergi tidak untuk istirahat.Willi menemui Nirina di rumah sakit yang berbeda,karena adik nya juga membutuh kan nya.Dia hanya tidur di mobil, untuk menghilangkan rasa kantuk nya.


''Dokter bagaimana keadaan Nirina..?''Ucap Willi.


''Nirina semakin membaik Pak Willi,justru sangat baik saat ini.Setiap hari Nirina menunjukan perkembangan yang pesat.'' Jawab Dokter.


''Sungguh Dokter.?''Willi sangat senang.


''Iya Pak Willi,kalau setiap hari nya seperti ini pasti akan mempercepat proses kesembuhan nya .'' Willi semakin bahagia mendengar nya


Setelah selesai bicara Dokter,Willi menemui Nirina di ruang perawatan nya.Baru kali ini Willi terlihat bahagia saat bertemu Nirina,tidak seperti biasanya yang terlihat lesu.


''Dek,Kakak tau kamu pasti berjuang dengan keras kan.?Apa kamu tau kakak sangat bahagia mendengar ucapan Dokter,kalau keadaan mu semakin membaik.terimakaish sudah berjuang kakak akan selalu berdoa untuk kesembuhan mu,kita harus yakin kalau kamu akan segera sasar.''


Willi menggenggam tangan adik nya,setelah menemui Nirina dia langsung meeting dengan Cakra.Jadwal Willi memanglah sangat padat,hingga dia tidak ada waktu untuk beristirahat.


Bertemu dengan Cakra Wili membicarakan urusan pekerjaan yang lama dia tinggal kan,banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


''Wil,bagaiman keadaan Ayu?''Cakra bertanya.


''Keadaan Ayu masih belum stabil,saya takut terjadi sesuatu dengan nya Cak.'' Wajah Willi murung.


"Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan nya will,karena hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang.Jangan menyerah Will,semangat lah untuk Ayu." willi memberi semangat.


Setelah selesai meeting dengan Cakra,Willi pun tertidur Cakra paham pasti Willi sangat lah lelah.Dia menemani Willi yang tertidur,mereka meeting di sebuah kantor yang mereka sewa secara privat.


Allan tengah sibuk mengurus Damian,mengurus Ayu juha pasti nya.Keadaan Damian sudah sangat membaik,dia juga sudah bisa mengunjungi Ayu di temani Allan.Disana dia bertemu dengan Maira, mereka tampak diam dan tak saling menyapa. Damian paham,pasti Maira tidak mau bicara dengan nya.


"Ayu,maafkan Ayah yang tak mampu melindungi dan menyelamatkan mu nak.Sembuhlah sayang apapun pasti akan Ayah lakukan untuk mu,Ayah sedih melihat mu seperti ini.Kamu harus kuat nak,jangan menyerah kami semua merindukan mu.


Ayah akan pastikan kalau nenek mu akan menerima hukuman yang setimpal"


Damian sangat sedih melihat Ayu terbaring koma,apalagi itu semua karena perbuatan Mama nya sendiri.Kekecewaan Damian sudah tak terbendung lagi,dia sama sekali tidak pernah ingin tau keadaan Mama nya di kantor polisi.


Maira menunggu di luar,saat Damian menemui Ayu.


Karena dia belum siap hati untuk berdamai dengan masa lalau nya,apalagi Mama Damian penyebab keadaan Ayu seperti itu.


Allan membawa Damian keluar dari ruangan Ayu,Maira hanya menatap dengan sinis.Walaupun Allan ramah, tetapi itu tidak dianggap sama sekali oleh nya.


"Tante maira pasti sangat marah dengan Papa dan juga dengan ku.Ini karena Oma,andai saja dia tidak senekat ini pasti Ayu masih baik-baik saja sekarang. Ayu saya pasti akan berusaha untuk kesembuhan mu,kamu yang sabar saya pasti akan berjuang." Allan pun juga kecewa dengan Oma nya.


Waktu yang ditunggu oleh Willi pun tiba,hasil tes DNA Raymond sudah keluar.Dia segera menuju rumah sakit tempat tes itu di lakukan,di temani oleh pengacara nya.


''Pak Willi,kedua hasil tes sudah di tangan saat nya kita mengetahui hasil nya ''Ucap pengacara Willi.


''Biak pak buka saja.!Perintah Willi.


Pengacara pun membuka kedua amplop itu,Willi kelihatan cemas.mungkin dia takut jika hasil nya tidak sesuai dengan apa yang dirinya harapkan.


''Pak Willi silahkan dilihat,kedua tes ini menunjukan jika Raymond bukan lah putra kandung anda'' Willi tersentak mendengar nya.


''Apa..!'' Tanpa sadar Willi merebut kertas itu dengan kasar,membuat pengacara nya terkejut.


Dengan berlinang air mata Willi membaca hasil nya,Willi sangat sedih karena dia sangat menyayangi Raymond.

__ADS_1


''Andhara,,,kamu berani menjebak saya sampai sedalam ini,lihat saja pasti tak akan saya lepaskan kamu begitu saja.!'' Willi sangat marah.


''pak Ario,tolong antar hasil ini ke rumah Andhara, saya tidka ada keperluan lagi untuk ke sana.!''Willi sudah malas bertemu mantan istrinya.


''Baik Pak Willi,saya akan segera serahkan semua hasil nya.''Pak Ario pun pergi ke rumah Andhara.


Willi berangkat ke kantor,setelah lama mengerjakan pekerjaan nya diluar perusahaan kini dia telah aktif kembali.Saat dirinya tengah sibuk Andhara menghubungi nya,Willi pun sudah malas berurusan dengan nya


''Ngapain Andhara menggangguku terus,?''Willi mematikan panggilan Andhara.


Sepulang dari kantor Willi bermaksud ke rumah sakit menemui Ayu,tetapi Mama nya memintanya untuk pulang.


''Kenapa ma,kenapa memaksa Willi untuk pulang?''kata Willi.


''Will bagaimana hasil tes DNA nya,mengapa tidak memberitahu Mama.?'' Mama Willi ternyata penasaran.


''Hasil nya sudah keluar ma,dan Raymond bukan lah anak Willi.''Ucap Willi,dengan menahan Emosi.


''Apa..!''Mama pun terkejut.


''Sekarang Mama lihat kan kelakuan Andhara yang sebenar nya,ini yang mama katan dia gadis baik-baik dan pantas untuk Willi.!'' Wii kesal dengan Mama nya.


''Will maafkan Mama sudah salah memilihkan jodoh untuk mu.''Willi pergi meninggalkan Mama nya.


''sudahlah Ma,Willi malas membahas ini masih banyak keperluan yang harus di urus.'' Willi pun pergi dari rumah Mama nya,


Willi mengunjungi Ayu di rumah sakit,sudah dua hari Willi tidak datang karena kesibukan dan tanggung jawab nya sangat lah banyak.Saat Willi sampai di rumah sakit,di sana ada Maira dan Halisa yang sedang menjaga Ayu.


''Selamat malam tante''Willi menyapa.


''Malam Willi,kamu datang.?''kata Maira.


''Ya tante,maaf kemarin saya sibuk tidka bisa datang.''Ucap Willi sambil memandang Ayu dari kejauhan.


''tidak apa-apa,masuklah..!''jawab Maira.


Willi mendekati Ayu,Matanya tertuju pada tubuh yang terbaring lemah.Hatinya kembali sakit melihat Ayu tak berdaya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2