Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 92. Merasa Alergi


__ADS_3

Aktivitas nya yang padat membuat Allan menunda menemui Damian,dia telah membuat janji u tuk bertemu dengan Papa nya,kesibukan mereka berdua memang menyulitkan untuk bertemu.Setelah pekerjaan selesai Damian baru bisa menemui Allan,selang dua hari sejak Allan mengetahui Mama nya di usir.


''Pa,mengapa harus memperlakukan Mama seperti itu,apa tidak ada cara yang lebih manusiawi untuk menyuruh nya pergi dari rumah ini.?'' Allan bertanya dengan tutur kata yang lembut,seperti pembawaan dirinya yang ramah dan berwibawa.


''Apa dia bercerita penuh dramatis padamu..?''Damian bertanya.


''Mama bilang,dia di usir dari rumah tidak diperbolehkan masuk oleh mu Pa.''Jawab Allan.


''Papa memang melarang nya masuk,sebab dia sudah bukan lagi istriku.Agar Mama mu tau dan sadar diri seperti apa status nya sekarang,selama ini dia menganggap Papa ini lemah,anya menurut pada Oma mu dan tidak akan mungkin berlaku kerasa pada nya.Dia harus tau kesalahan nya itu tidka mudah untuk di maafkan,jika kamu tidak terima kamu berhak marah pada Papa Allan,tapi kamu harus tau kesabaran Papa sudah habis pada nya.''


Allan mengerti seperti apa kondisi keluarga nya,tetapi walau bagaimana pun Nesia yang merawat nya selama ini,dia tidak mungkin tega melihat ibu nya di perlakukan seperti itu.


''Pa,Allan bisa kok membawa Mama pergi dari sini,tidak perlu kasar seperti itu.'' Kata Allan.


''Kamu harus nya tau seperti apa dia,memang selama ini dia mendengar ucapan dan kemauan mu ,kalau bukan karena Papa dia juga tidak akan mungkin menyayangimu.Ingat Allan walau bagaimanapun kondisi kita,kamu tetap lah keluarga Papa tapi Nesia,dia bukan siap siapa mu dia itu tidak tulus menyayangi mu.''


''Pa....!'' Allan berkata dengan nada membentak.


Mereka saling pandang dengan sorot mata yang tajam,seolah perang dingin sedang terjadi diantara kedua nya.


''Cukup Papa bicara seperti itu..!bagaimanapun dia itu ibu ku,Allan pernah bilang kan berpisah lah dengan baik baik bukan begini,hati Allan sakit Pa jika Mama di sakiti,hati ini juga sakit melihat kalian berpisah apalagi dengan cara seperti ini.


Allan masuk kedalam kamar nya yang berada di rumah itu,mencoba menenangkan dirinya yang sudah tersulut emosi,sebab pasti dia akan berlanjut bertengkar dengan Damian jika tidak menghindar.


"Maafkan Papa Allan,kamu harus mengalami ini pasti hati mu sangat terpukul,biasanya kamu mendapatkan kasih sayang berlimpah dari keluarga kita,sekarang semua hancur tak bersisa."


Waktu berlalu dan hari pun berganti,detik waktu berputar tanpa mengenal lelah,tak peduli jika wakti yang harus terlewati begitu berat bagi sebagian besar orang.Begitu pula untuk Allan,dia menjalani hari yang sulit sebab saat ini dia tidak bertegur sapa dengan Papa nya,Mama nya pun tinggal di tempat yang berbeda,proses perceraian orang tua nya pun masih terus di bergulir.Saat ini pula Oma nya berada didalam penjara,kehidupan nya sungguh berbeda jauh dari yang sebelum nya damai dan bahagia.


''Mengapa akhir akhir ini,Allan jarang menghubungi ku apa dia sudah lupa dengan ku,apa mungkin kata kata yang dia ucapkan saat itu cuma rayuan doang ya,apa dia membohongi ku selama ini.''Nirina berkutat dengan pikiran nya sendiri.


Saat ini Allan tengah menghadiri acara seminar di sebuah kampus besar di kota nya,dia hadir karena undangan sahabat nya yang menjadi Dosen di sana.

__ADS_1


Banyak mahasiswa yang menghadiri acara itu termasuk Ayu,dia datang atas ijin Willi untuk menambah wawasan nya agar lebih matang. Sepanjang acara mereka tidak bertemu,sebagai tamu undangan VVIP tentunya tempat duduk Allan berbeda dengan Ayu.


Allan berjalan santai bersama dengan sahabat nya, karena terlalu serius dia tidak melihat orang di sekitar nya,pandangan nya hanya lurus melihat jalan didepan nya,sampai dia tidak melihat ada sepasang mata yang terus menatap nya.


''Allan..''


perlahan Allan menoleh sebab ada yang memangil nya.


''Ayu...''melihat Ayu,Allan begitu terkejut.


''Kamu di sini..?''kata Allan.


''Iya aku baru saja mengikuti seminar bersama teman kampus ku.''jawab Ayu.


''Oh ternyata kamu mengikuti juga,saya pum baru mengikuti nya.'' Sambung Allan.


Singkat cerita mereka akhir nya pulang bersama, tentunya Ayu harus ijin dengan Willi sebab di sana ada supir yang sudah menunggu.Awal nya Willi menolak,tetapi Ayu beralasan jika Allan adalah kerabat nya jadi dia tidak perlu cemburu.Willi pun mengijinkan,asal kan supir yang di tugaskan me jemput Ayu harus mengikuti mereka.Karena Willi tidak mau jika terjadi sesuatu dengan kekasih nya itu.


Ayu dan Allan mampir di sebuah restauran,lama tak jumpa pasti banyak yang akan mereka bicarakan.


''Oh jadi ini gadis murahan pilihan Willi,''ngakunya berteman atau apalah aku tak peduli,tapi nyata masih sering bertemu di luaran dan makan siang romantis berdua,ternyata gampangan juga.


''Andhara jaga bicara mu..!''kata Ayu.


''Padahal aku sudah berdoa biar kau m*ti saja,bukan kah kemarin sudah sekarat mengapa tidak mampus saja sekalian.'' Andhara sangat sinis.


''Itu karena aku tidak mudah untuk kamu kalahkan..''Kata Ayu dengan santai.


''Oh ya Andhara lebih baik kamu pergi dan memilih tempat yang lain,sebab aku merasa alergi dekat dekat dengan mu.'' Ayu mengusir nya.


''Berani kamu mengusir ku..!'' Andhara kesal.

__ADS_1


''Apa perlu satpam yang harus mengusir mu.?'' ucap Ayu.


''Awas kau...!'' Andhara mengancam.


''Apa dia masih selalu mengejar Willi,..?''Allan bertanya.


''Seperti nya,tapi ya biarkan saja lah dia memang begitu selalu menyebalkan.'' Ayu tak ambil pusing dengan Andhara.


''Kamu lucu sekali kalau lagi kesal begini Ayu..''Ayu tertawa dan Allan pun sama.


Mereka makan dan berbincang,Allan tetap hambel dan tak berubah walau cinta nya tak terbalaskan dengan Ayu,mereka tetap dekat seperti tidak ada jarak.


''Allan kabar Ayah bagai mana..?'' Ayu bertanya.


''Keadaan nya baik dan sehat,hanya saja masih banyak masalah dalam keluarga kami..'' Allan menerangkan.


''Apa karena Oma mu berada di bui ..?''Ayu bertanya lagi.


''Tidak ..!''jawab Allan.


Ayu pun mengerutkan kening nya sebab ia bingung, permasalahan apa lagi yang mereka hadapi bukan kah itu sudah sangat menguras energi mereka.


''Lalu..?''Kata Ayu.


''Papa dan Mama tengah menjalani proses perceraian,'''mereka sudah tidak bisa di satukan lagi.


''Jadi semua itu benar..?''Ayu memastikan


''Kamu sudah tau..?''Allan agak terkejut.


''Ya Allan,Mas Willi sempat bilang jika Ayah tengah menghadapi proses itu.''Ucap Ayu.

__ADS_1


''Willi tau,bagaimana dia sampai tau saya belum memberitahu nya..''Allan merasa heran.


''Aku tidak tau Allan mungkin Ayah bercerita dengan nya.''Ayu berkata lagi.


__ADS_2