
''Aduh sakit''Bianca kesakitan di jewer oleh Liora.
''Aku serius Liora,''kamu jangan berburuk sangka dengan ku.Aku ini benar-benar ingin menolong nya,tidak ada maksud apapun.
''Oke,aku akan mencoba percaya dengan mu awas kalau sampai kamu bohong siap-siap saja kau..!'' Liora sangat sadis ketika bicara.
Esok hari Liora dan Bianca menemui Uncle Egon yang botak itu,Bianca membawa Liora ke rumah Egon yang memang asli warga Jerman.Mereka diterima dengan baik,Liora menceritakan maksud kedatangan nya datang nya ke rumah itu.Dengan bahasa Jerman Egon mengatakan pada Liora, tentang pendapat nya dalam kasus yang di alami Ayu.
''Saya akan mencoba membantu,pertemukan saya dengan paman mu dan saya akan mengetahui semua detail nya.''
''Baik Uncle,akan saya bicarakan semua nya dengan paman.Semoga dia berkenan untuk bertemu dengan anda.'' Jawab Liora.
Ketika pulang dari rumah Dokter Egon,Liora dan Bianca masih saja berdebat di jalan.
''Ingat Bianca,ketika Paman ku mau bertemu dangan uncle mu aku tidak akan mengajak mu..!'' Kata Liora.
''Mengapa begitu..?''Bianca tidak mau kalah.
''Kalau kamu ikhlas membantu,jangan mengharapkan apapun termasuk bertemu dengan paman Willi.'' Liora berkata dengan sorot mata yang tajam.
''Oke'' Kata Bianca dengan singkat.
Liora tau jika malam hari Willi tidak akan ada di rumah,esok pagi nya dia bersiap bangun lebih cepat untuk bertemu Willi.Dia sudah siap menunggu kedatangan Willi di teras rumah,karena kalau Willi sudah masuk kamar.Dia akan keluar siang hari ketika Liora tidak ada,menurut Liora memberitahu paman nya lebih cepat itu lebih baik.
''Paman..'' Willi sudah datang
''Hai Liora,belum berangkat..?''Willi bertanya.
''Liora sengaja menunggu paman,ada yang ku sampaikan..!'' Ucap Liora dengan gugup.
Willi mengajak Liora masuk,agar nyaman untuk mereka bicara.
''Katakan Liora..!'' Ucap Willi.
Liora menceritakan tentang Dokter Egon pada Willi,tentang pengalaman nya,pendidikan nya dan pekerjaan nya. Egon adalah seorang Dokter ternama di Jerman,namanya sudah tidak asing lagi di dunia kedokteran.Dengan berbagai macam pengalaman yang sudah dia dapat kan,Liora berharap Egon dapat membantu menyembuhkan Ayu.
__ADS_1
''Kalau begitu,bawa Paman bertemu dengan nya..biar saya bicara sendiri dengan Dokter Egon.'' kata Willi.
''Baik paman saya akan atur pertemuan paman dengan Dokter Egon.''Liora bicara dengan sangat semangat.
Liora pun menghubungi,Dokter Egon agar mengatur jadwal untuk bertemu Willi.Bagus nya lagi dokter Egon menjadwalkan dua hari setelah nya,dan Willi pun menyanggupinya.
Di rumah Nirina sangat bahagia karena sudah bisa berjalan dengan Normal,tetapi Mamanya masih melarang nya untuk main dan pergi keluar rumah.
''Kalau kamu ingin pergi,Mama akan temani kamu..!'' Nirina membulatkan kedua matanya.
''Mama Nirina tidak akan macam-macam.. lagian kan di antar Zidan Ma,dia pasti akan menjagaku dengan baik.'' Nirina mencoba bernegosiasi dengan Mama nya.
''Ijinlah dengan Kakakmu..!''Nirina kalah dengan ucapan Mama nya.
Nirina tidak membuang waktu,walaupun kecil kemungkinan nya tetapi dai akan berusaha.setelah dia menghubungi Willi,banyak sekali aturan yang harus dia patuhi.
''Nirina boleh pergi main ketika siang sampai sore hari,itu pun waktunya terbatas.Boleh ke mall,boleh makan di restauran atau kafe.Tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar norma agama, tidak boleh berpacaran,tidak boleh keluar rumah ketika malam tiba.Tidak boleh menemui teman lama nya karena Willi tidak suka,tidak boleh juga bertemu dengan mantan pacar nya.Kalau keluar rumah harus ditemani Zidan atau pengawal lain,dan masih banyak lagi aturan-aturan yang dibuat oleh Willi.
''Ingat Pesan kakak Nirina,setelah kamu benar-benar pulih kamu harus melanjutkan kuliah mu yang tertunda.pergunakan waktu mu yang banyak itu untuk belajar,kalau kamu membantah kakak akan melarang mu keluar rumah walau hanya lima menit.'' Willi berkata dengan sangat tegas pada adik nya.
Nirina ingin sekali bisa bertemu dengan Allan, sebenar nya Nirina juga kesal.karena kalau dia tidak mengirim pesan terlebih dahulu,Allan tidak akan mengirim pesan untuknya.
''Bagaimana mendekati Allan,kalau pacaran saja tidak boleh'' Nirina mengerucut kan b*bir nya.
Hari ini Nirina berencana makan siang disebuah kafe,sebenar nya dia sangat kesal.Makan siang di kafe sendirian,tanpa teman hanya ada zidan yang menemani di meja sebelah nya.
''Astaga ..membosankan sekali.''Keluh Nirina.
''Nirina..'' Nirina terkejut ada yang memanggil nya.
''Allan..''Nirina tersenyum.
Tetapi senyuman Nirina tidak berlangsung lama,karena Allan datang bersama seorang Wanita.
''Boleh gabung ?'' Allan bertanya.
__ADS_1
''Tentu saja Boleh..''Jawab Nirina dengan memaksakan senyum nya.
Mereka bertiga pun ngobrol seperti orang yang sudah lama saling mengenal
''Kamu Nirina adik nya Pak Willi bukan..?''Nirina terkejut Wanita itu mengenal nya dan juga kakak nya.
''Ya benar,kenapa kamu tau..?''Nirina pun bertanya.
''Saya Sera,sekertaris nya pak Willi duku kita pun pernah bertemu sebelum kamu sakit.Selamat ya sekarang kamu sudah sembuh dan sehat kembali.''
''Terima kasih,Kak Sera.'' Jawab Nirina.
Mereka berbincang sampai jam makan siang selesai,karena Sera dan Allan pun harus kembali bekerja.Nirin pun pulang dengan perasaan yang kesal,ternyata Allan dan Sera sudah sedekat itu ngobrol nya pun sudah tidak canggung lagi.
''Seperti nya Sera dan Allan sudah sangat dekat, sudah lah lebih baik mundur saja daripada nanti terluka.Wajar kalau Allan menyukai Sera,dia itu cerdas dan bisa diandalkan.Sementata aku apa, gadis manja yang tidak bisa apa-apa bosa hidup lagi saja aku sudah beruntung.''
Nirina membuktikan ucapan nya sendiri,karena kecewa sebelum perang dia tidak mau lagi menghubungi Allan.Bahkan Nirina nekat menghapus kontak Allan di ponsel nya,agar tidak bisa menghubungi nya lagi.
Willi dan Liora sedang bertemu dengan dokter Egon,
Mereka bertemu secara privat di sebuah hotel. Banyak sekali yang mereka bicarakan,segala sesuatu yang berhubungan dengan sakit nya Ayu dikupas tuntas oleh nya.
Kesimpulan yang diambil,Ayu tetap dirawat di rumah sakit yang sama.Rumah sakit itu milik teman Dokter Egon dia akan membicarakan dengan nya, agar bisa masuk dan merawat Ayu.
Setelah cukup lama mereka bicara,Willi dan Liora pulang serta menunggu kabar selanjut nya.Willi menaruh harapan besar pada Dokter Egon,karena tidak ada hal yang tak mungkin jika dia terus berusaha.
Tiga hari berselang,Dokter Egon memberi kabar jika lusa dia sudah bisa membantu merawat Ayu.Dia bergabung dengan dokter di rumah sakit itu,menjadi team dokter untuk penyembuhan Ayu.
Hari ini dokter Egon memeriksa keseluruhan dalam tubuh Ayu,karena dia harus mengetahui secara detail sebelum melakukan pengobatan lanjutan.
Willi dan Maira setiap hari merasa takut,ada saja pemeriksaan yang dijalani Ayu setiap hari nya.Kalau Ayu bisa bicara dia pasti akan mengeluh karena lelah,tetapi apa daya memang sudah seperti itu proses nya.
''Paman apakah sudah ada kemajuan dengan kondisi nya Ayu..?'' Liora ingin tahu.
''Belum Liora,dia masih menjalani berbagai tes dan pengobatan lanjutan..kedepannya mungkin akan ada terapi atau yang lain nya paman tidak tahu,kamu doakan saja supaya setelah ini Ayu bisa sembuh.
__ADS_1