
Allan melihat Nirina pergi dan menghilang dari hadapan nya,tetapi Allan bukan nya kesal malah tersenyum.
''Jujur sekali dia,''walau menyakitkan tetapi mengapa menurutku dia unik ya.Willi adik mu ternyata berbeda dengan mu,dia terlihat menggemaskan
Ketika sampai di rumah Nirina langsung menuju kamar nya,jantung nya masih berdetak tidak beraturan mengingat pertemuan nya dengan Allan.
''Kenapa seperti nya Allan tidak marah ya dengan ku,''apa dia itu tidak sakit hati.Menarik sih,tetapi dia milik sekertaris Sera aku harus gimana dong.
Nirina kesal sendiri,sebenar nya dia mau tapi memaksa tidak mau.
Ketika di kantor Sera menemui Nirina,entah ada apa karena tidak biasa nya Sera mencari nya.pekerjaan Nirina pun tidak ada hubungan nya dengan posisi Sera.Dalam hatinya,Nirina merasa Sera marah dengan nya karena Allan mendekati dirinya.
''Nirina bisa bicara sebentar..?'' Kata Sera.
''Boleh..''Jawab Nirina yang agak gugup saat bertemu Sera.
''Istirahat nanti temui Allan di tempat kemarin,!''Dia bilang saya harus menyampaikan ini dengan mu,jangan samapi tidak datang ya!
''Tapi saya ada janji..''Jawab Nirina yang sebenar nya dia berbohong.
''Temui sebentar saja ya..''Sera sedikit memaksa.
''Ok'' Nirina berkata tanpa sadar.
''Yang benar saja,apa Sera tidak cemburu Allan menemui ku heran deh sama mereka.
Waktu istirahat sudah tiba,Nirina tengah berpikir apakah dia harus datang atau tidak.Nirina duduk sendiri di kursi kerja nya,dia tengah menghitung jari nya untuk menentukan pilihan nya.Aksinya itu
ditertawakan oleh Sera yang saat itu,tengah menghampiri nya untuk mengingatkan agar segera menemui Allan karena dia sudah sampai.
''Kamu ngapain Nirina,?''Nirina terkejut ada Sera di sana.
''Sekertaris Sera mengejutkan ku saja..!''Kata Nirina.
''Sudah sana Allan sudah menunggu,''tidak usah berhitung terus..!!
Nirina memanyunkan bibir nya dan bersiap menemui Allan,dia berjalan dengan penuh pertanyaan di benak nya karena Sera justru mensuport nya.
Nirina ketika menemui Allan
Ketika Nirina sampai Allan sudah duduk ditempat nya,dia tersenyum melihat Nirina akhir nya datang. Nirina melangkah dengan sejuta sumpah serapah didalam hati nya,kalau bukan karena Sera dia tidak mungkin mau datang bertemu Allan.
''Hai duduk lah..!'' Allan menyapa Nirina,sedangkan yang di sapa hanya cemberut saja.
__ADS_1
''kalau bukan karena Sera aku tidak mau datang kemari..!''Nirina berkata dengan nada yang kesal.
''Kenapa sih,?''saya hanya ingin makan siang saja, tidak memakan kamu kenapa mesti sensi begitu.
Nirina melotot dengan gemas,mendengar Allan bicara.Dalam hati nya Nirina senang bisa makan berdua dengan Allan,tetapi bayangan bahwa dirinya menjadi seorang pelakor selalu saja menghantui nya.
Nirina belum sempat pesan makanan,tetapi pelayan sudah mengantarkan berbagai macam makanan di atas meja.Ternyata Allan sudah pesan untuk nya juga,Nirina pun makan dalam diam walaupun heran tetapi Allan menghargai nya.Karena ada beberapa orang yang ketika makan dia tidak mau bicara.
''Jadi lain kali saya harus menggunakan Sera untuk membawa mu kemari...?'' Allan berkata dengan senyum penuh kemenangan.
''Bisa nya memanfaatkan orang..!''Jawab Nirina dengan jutek nya.
Allan tersenyum melihat tingkah Nirina,gadis di depan nya ini sangatlah menggemaskan.Bahkan Allan tak henti menatap wajah imut nya,membuat Nirina hampir salah tingkah.
''Nirina,kenapa kamu blokir kontak saya..?'' Pertanyaan Allan membuat Nirina tidak mampu menelan ludah nya sendiri.
''Untuk apa,bukankah kontak saya tidak penting.'' Jawab Nirina.
''Penting atau tidak apa harus di blok.?''Nirina diam,dia tengah berpikir harus menjawab apa.
Nirina belum sempat menjawab nya,tetapi Allan sudah bertanya lagi dan pertanyaan itu,sama saja membuat nya mati kutu dihadapan Allan.
''Apa saya punya salah,?''jika ada tolong katakan dan saya akan senang hati meminta maaf pada mu.Jika kamu diam dan terus menghindar,saya tidak akan pernah tau apa maslah nya.
Bagai disambar petir di siang bolong..Nirina mendapat pertanyaan itu,walaupun matanya menatap Allan bicara tetapi pikiran nya melayang jauh.Apa yang harus dia katakan pada Allan,apa dia harus jujur jika dia merasa cemburu saat itu.
''Awalnya saya terkejut,'' ketika ingin menghubungi mu tetapi tidak bisa,saat saya coba dengan No lain ternyata bisa.Saya tidak berani menggunakan kontak lain,karena saya menghargai keputusan mu yang mungkin merasa terganggu denganku.Saya hanya ingin tau alasan nya saja,mengapa sampai begitu..?jawab lah..!
Nirina menggaruk kepalanya yang tidak gatal,baru kali ini dia mati kutu tak dapat berkutik di hadapan orang.
Em....
''Katakan saja..!'' Ucap Allan.
''Karena saya ingin menghargai perasaan orang lain.''Jawab Nirina.
''Oh begitu,apa kekasih mu marah..?''Allan kembali bertanya.
''Tidak,aku kan masih sendiri..''Nirina menegaskan.
"Lalu hati siapa yang Nirina jaga,kalau dia sendiri tidak punya pasangan."
Justru Allan lah yang bingung,jika Nirina jomblo lalu hati siapa yang ia jaga karena Allan pun tengah jomblo juga.
''Terus siapa yang ingin kamu jaga kalau kamu sendiri masih sendiri..?'' Allan berkata sambil mengangkat kedua alis nya.
__ADS_1
''Sera..!'' Nirina berkata sambil menggigit bibir bawah nya.
Allan semakin bingung dengan jawaban Nirina, setahu Allan.. Sera sudah punya pasangan seorang pengacara.
Tunggu..tunggu...! Kata Allan.
''Mengapa Sera,''saya tidak mengerti dan apa hubungan nya saya,kamu dengan dia.?
''Ya karena Sera pasangan mu kan..?'' Allan tertawa mendengar nya,kalau tidka ramai orang mungkin dia sudah mengencangkan volume suara nya.
''Apa yang ada dalam benak mu saat ini tentang saya dan Sera.?coba katakanlah..!'' Allan ingin tertawa melihat mimik wajah Nirina yang selalu berubah.
''Yang ku tahu Kamu dan Sera berpacaran,'' udah itu saja gak ada pemikiran yang lain,dan aku tidak mau mengganggu hubungan kalian.karena akan menyakiti hati orang lain terutama Sera,apalagi dia sekertaris kak Willi.
''Nirina dengarkan saya,,''saya dan Sera hanya berteman.Ayu yang sudah mengenalkan kami,saya pun tahu Sera sudah punya kekasih.Kekasih nya juga teman Willi Pak Ario,yang sekarang menjadi pengacara kaka mu.Menurut saya kalaupun kita memiliki pasangan dan ingin berteman dengan orang lain,itu bukan masalah kan..?
"Jadi Sera bukan pacar Allan,astaga aku salah selama ini..bodoh sekaki sih."
''Pemikiran ku dan kamu berbeda...!'' Ucap Nirina,yang menyembunyikan rasa malu nya.
''Terus apa sekarang kontak saya masih ingin kamu blok juga,''apa masih ada alasan lain..?
Allan bertanya sambil menyunggingkan bibir nya karena merasa lucu dengan Nirina,menurut nya Nirina sangat menggemaskan dan ingin mencubit pipi gembul nya.
''Tergantung..''
''Tergantung apa sih..?''Allan masih saja dibuat bingung oleh Nirina.
''Tergantung kemauanku lah..!'' Nirina masih saja jual mahal.
Karena waktu makan siang sudah habis,Nirina pamit duluan dan Allan pun mengerti karena memang waktu nya terbatas.Walaupun Allan merasa masih ingin bicara lebih lama dengan Nirina.Allan ingin mengutarakan niat nya menjemput Nirina pulang bekerja sambil mengajak nya makan malam,tetapi dia mengurungkan niat nya.Karena Sera bilang Willi membatasi waktu Nirina diluar rumah,dan kemana pun gadis itu pergi akan ada bodyguard yang mene mani nya.
''Nirina tidak memiliki waktu di luar jam kerja,''saat pekerjaan nya selesai dia harus segera pulang. Bahkan pak Wili tidak memberinya ijin untuk lembur,
kemanapun Nirina pergi harus dengan ijin presdir.
''Sampai begitu nya Willi dengan adik nya,posesif sekali.?'' Allan sampai heran dengan sikap Willi.
''Semua itu ada sebab nya Allan''saya tidak berhak menjelaskan semua nya,jika kamu ingin tau bertanya saja langsung dengan nya.
Nirina pun kembali kekantor dengan perasaan yang begitu lega,karena ternyata Allan belum mempunya pacar.Jadi ada kesempatan untuk nya mendekati Allan lagi.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Gapapa ya author selipin Visual supaya lebih fresh semoga saja tidak membuat sakit mata ya.. 😄😄😄😄😄
__ADS_1
jangan lupa like,vote dan komen serta hadiah nya.
Terimakasih 🙏🙏🙏