
Di Jerman Willi setia mendampingi Ayu menjalani berbagai macam tes di sana,walaupun lelah tapi dia tidka pernah mengeluh.Bekerja serta mendampingi Ayu membuat Willi semakin bersemangat,semua lelah nya terasa menghilang setelah melihat Ayu.
Willi mempunyai sepupu yang sedang berkuliah di Jerman,dia bernama Liora.Liora sangat baik dia banyak membantu Willi dan Maira selama di sana,dia sering menemani Maira ketika kesepian di rumah.
Hair ini satu minggu sudah mereka di jerman, sekarang saat nya Maira yang menemani Ayu.Ketika
Willi pulang,Liora ada di rumah bersama teman yaitu Bianca.Melihat Willi yang begitu tampan dan berkarisma,Bianca seolah jatuh hati pada pandangan pertama.
''Liora dia siapa?''Kata Bianca.
''Dia pamanku ..''Jawab Liora.
''Dia begitu tampan,sepertinya aku menyukai nya ''Ucap Bianca.
''Jangan Bi paman ku sudah memiliki kekasih,nanti kamu akan patah hati.'' Liora memberi penjelasan.
''oh begitu'' Guman Bianca.
Tetapi sepetinya Bianca tidak pantang menyerah, dalam benak nya dia harus memiliki Willi.Tidak peduli dia sudah memiliki kekasih atau istri sekalipun.
''Aku tidak peduli,pria itu sungguh sangat membuat aku terkesima.Seorang Bianca harus bisa mendapatkan nya,tidak penting dengan wanita yang ada di samping nya,aku harus bisa memiliki nya''
''Liora siapa nama paman mu?'' Bianca bertanya lagi..
''Pamanku bernama Willi.'' jawab Liora.
Bianca banyak bertanya soal Willi,tetapi Liora hanya menjawab seperlunya saja.Apalagi soal Ayu,Willi sudah pernah berpesan untuk merahasiakan Ayu dari siapapun termasuk Mama Willi sendiri
Setiap hari Bianca selalu saja main ke rumah Liora,padahal itu rumah milik Willi.Liora di sana hanya tinggal sementara karena masih kuliah,ingin menolak tetapi tidak enak dengan teman sendiri.
Saat samapi di rumah,Willi tidak ada karena tengah menemani Ayu.kalaupun di rumah Willi gunakan waktunya untuk tidur,karena sebagian besar waktunya dia gunakan di rumah sakit.
__ADS_1
''Liora mengapa paman mu tidak terlihat. ?'' mata bianca.
''Dia disini bekerja,memang tidak pernah berada di rumah.'' Liora menjelaskan.
Bianca sepertinya kesal tidak bisa melihat Willi, Liora pun kesal karen Bianca selalu mencari Willi.
''Aku harus mengatur strategi untuk bisa bertemu dengan paman nya Liora''
Karena Willi tidak ada Bianca pun pulang.
Di rumah sakit Willi selalu menjaga cinta nya dengan baik,setiap hari dia bicara seolah Ayu mendengar semua ceritanya.Melewati hari yang begitu berat Willi sellau tersenyum di depan Ayu, walaupun dia merasa hatinya hancur tetapi tidak pernah sedikitpun dia memperlihat kan pada Ayu.
''Ayu hari ini malam telah datang,lihat lah bintang di langit mereka bersinar terang dengan indah nya. mereka menyinari kita malam ini,menemani mu tertidur supaya mimpimu terang dan ketika kamu bangun nanti hidup mu akan lebih bersinar seperti bintang.''
Setelah berkata,Willi segera masuk kedalam kamar mandi.Dia menangis walaupun sekuat tenaga dia menahan nya,air mata itu seakan tidak mengerti dia lolos begitu saja dari pertahanan Willi.
Bianca kembali datang ke rumah,dia menanyakan Willi pada Liora.Tetapi Liora bilang Willi tidak ada, padahal kenyataan nya Willi tenga tidur di kamar nya.
''Ya aku hanya ingin melihat nya saja..''Jawab Liora.
''Sudah lah jangan mencari nya lagi,dia juga tidak akan tertarik dengan mu..! Liora dengan tegas menolak nya.
Bianca pun kesal mendapat penolakan dari Liora untuk mendekati paman nya,dia pun pulang begitu saja karena marah.
Di tempat lain ada Nirina yang masih bimbang, karena tidak pernah lagi bertemu Willi setelah pertemuan mereka di rumah sakit.
''Mengapa Allan tidak menghubungi ku ya,apa di tidak menyimpan kontak ku ya.Aduh apakah harus akau duluan yang menghubungi dia..?''
Pikiran Nirina hanya berfokus pada Allan dan Allan.
Sepertinya kaki ini dia akan maju satu langkah, karena kalau hanya menunggu hal tidak pasti itu akan membuat nya lelah.
__ADS_1
''Hai..'' Nirina mengirim pesan pada Allan.
jantung Nirina seolah berdebar menunggu balasan dari Allan,tetapi setelah Lima jam menunggu Allan tidak kunjung membalas nya.
Ya ampun lama sekali sih Allan tidak membuka Chat dari ku,apakah seorang dokter sesibuk itu sampai tidak sempat membuka ponsel.Apa mungkin Allan tidak mau menerima pesan dariku,
menyebalkan sekali sih dia.
Nirina sibuk sendiri padahal doa tidak memiliki kerjaan apapun,ya kerjaan dia hanya memikirkan Allan.
Di kantor polisi Allan sedang memantau kasus Omanya,Willi menuntut nya dengan pasal yang berlapis.Erika pikir dia akan mudah lari dari tanggung jawab nya,karena memiliki banyak uang.
Tetapi prediksinya salah,Willi terlihat seperti pengusaha biasa saja.Ada hal yang tidak diketahui banyak orang,tentang kehidupan Willi yang sebenar nya.
Sesungguh nya dulu Willi masuk kedalam sekolah militer,karena tuan Suherman sakit dia menuntut Willi untuk berhenti.Tidak mampu menolak permintaan Papa nya dan tidak mampu membagi waktu,antara kuliah dan sekolah militer membuat Willi terpaksa berhenti.Karena sekolah militer menyita banyak waktu,dia harus fokus bahkan tidak boleh menggunakan ponsel dalam waktu yang lama.
Melihat orang tuanya yang tidak berdaya karena sakit kala itu,Willi memutuskan untuk kuliah dan meneruskan perusahaan keluarga.Itulah yang menjadi sebab terkadang Willi berselisih paham dengan Mama nya,bahkan kadang mengancam akan keluar dari perusahaan.Walaupun awal terpaksa tetapi Willi dengan totalitas menjalankan perusahaan orang tuanya.
Seperti kasus Erika,Willi sudah berkonsultasi dengan orang terdekatnya nya.Apalagi memiliki latar belakang seorang pengusaha muda yang sukses,membuat Willi memiliki banyak kenalan dalam bidang lain.
''Oma,lebih baik jujur saja di persidangan nanti supaya hukuman Oma di ringan kan.Tidak perlu berbohong atau menutupi semua nya,bukti-bukti yang ada akan memberatkan Oma.''
Kalau kamu hanya ingin berkata seperti itu dan tidak memberi solusi apapun,lebih baik kamu pulang. Tidak perlu datang lagi kemari,ikuti saja Papa mu yang sudah tidak peduli lagi pada ku.
Ucapan Oma nya,memuat Allan sakit hati. Dia datang karena bagaimana pun Oma yang sudah mengurus nya,kesalahan apapun yang sudah dilakukan Allan akan tetap menyayangi nya.Tetapi oma nya tidak melihat itu dia hanya memikirkan dirinya sendiri,bahkan merasa bersalah pun tidak.
''Oma papa seperti itu karena dia sudah terlampau kecewa dengan sifat Oma,mungkin sampai seumur hidup nya dia tidak akan pernah menemui mu lagi.
Oma hanya akan merasa menyesal di saat diri Oma sudah tidak berdaya lagi,suatu saat nanti..hanya tangis dan penyesalan yang akan menemani hari-hati Oma.''
Allan pun kecewa dengan semua ini,kedatang ku ke sini ingin menunjukan bakti ku sebagai seorang cucu.Walaupun Oma bersalah kamu tetaplah Oma ku,kalau Allan tidak di terima di sini tak apa.Hari ini adalah hari terakhir Allan datang,mungkin akan seperti Papa yang tidak akan pernah hadir di sini.
__ADS_1
Dengan penuh kecewa,Allan meninggalkan Oma nya yang berdiam diri mendengar perkataan nya. Mungkin sudah cukup untuk Allan bersabar, mengahadapi Omanya yang begitu keras.