
Aku menangis mendengar nya,''ternyata penilaian ku salah terhadap nya.''
kamu pasti kesakitan bukan,lain kali tidak boleh seperti ini lagi.dasar ceroboh baru satu minggu saya lepas kamu ini hasil nya,apa guna nya ponsel yang ku berikan pada mu.harus nya kamu bilang kalau keadaan mu sakit,bagai mana kalau sampai terjadi sesuatu dengan mu.''saya khawatir Ay''
apa kamu ingin menyiksa saya dengan rasa bersalah,karena tidak mampu menjaga dirimu.!
''Maaf''hanya itu saja yang mampu aku ucap kan.air mata ku semakin tak terbendung lagi,mendengar nya bicara.sungguh dia sangat mengkhawatir kan diriku.tuhan terima kasih telah mengirimkan pria sempurna ini ''untuk ku yang malang.''
Tenyata Mas Willi bertanya pada suster kapan aku sampai di rumah sakit,bagai mana keadaan ku dan dengan siapa aku datang.dia sangat bersedih mengetahui keadaan ku,saat sampai di rumah
sakit di antar supir taksi.
Sampai malam hari Mas Willi masih menjaga ku,dengan telaten merawat ku menyuapi saat aku makan.selalu di samping ku memberikan kekuatan untuk ku.
''Mas sudah malam pulanglah,besok kamu harus bekerja lho''aku akan menjagamu sampai kamu sembuh mengerti.! aku mengangguk saja apa yang presdir katakan tidak bisa di rubah lagi.
Mas Willi memindah kan ruangan ku di ruang VVIP rumah sakit,di ruangan yang kuas ini hanya ada aku dan mas willi.karena keluarga yang ku punya di kota ini hanya lah dia,memang dia lah yang selalu di samping ku dalam keadaan apapun.
Mas Willi benar benar menjaga ku sampai aku sembuh.mengorban kan waktu nya bekerja di ruangan rumah sakit,hanya utusan pak cakra lah
yang datang memberikan kebutuhan nya.
Hari ini saat nya aku pulang,rasanya sangat lah membosankan di rumah sakit,untung di temani Mas Willi jadi waktu terasa lebih cepat berlalu.setelah sampai di apartemen aku pun langsung istirahat. Mas Willi membuang semua kopi yang ada di dapur, dia melarang keras diriku walau hanya ''sekedar menyentuh kopi.''
Satu minggu ini Mas willi menemani ku,dari saat di rumah sakit sampai di apartemen.Dia semakin protektif saja terhadap ku,banyak aturan yang ia buat untuk ku sekarang.
Hari ini badan ku sudah fit kembali,aku pun sudah mulai bekerja.pagi ini perdana aku berangkat berdua bersama mas willi,saat tiba di kantor semua mata tertuju pada ku karena berada dalam satu mobil dengan presdir mereka.Harus nya aku satu mobil dengan pak cakra bukan nya mas willi,karena pak cakra lah yang sebenar nya atasan ku.
''Ayu kamu kok bisa satu mobil dengan presdir?''Sera bawel sekali,ratu gosip ini kalau belum menemukan jawaban nya pasti tidak akan bisa diam mulut nya.
Tadi tidak sengaja bertemu dia,jadi ya bareng saja lah orang ditawarin tumpangan do tolak juga tidak enak kan ''jawab ku.''
''Tumben Presdir baik hati'' ucapan Sera membuat ku bingung,karena memang mas wili kan baik hati.
__ADS_1
Sejak aku sakit,supir mulai mengantar jemput aku saat bekerja.semenjak banyak seisi kantor heboh karena aku semobil dengan presdir,aku jadi enggan
bareng dengan Mas Willi..jangan sampai citra nya jelek karena gosip yang beredar.
Siang ini Sera menemani Mas Willi bertemu klien,
karena Pak Cakra ada kesibukan.dan aku makan siang dengan Dokter Allan di kafe dekat kantor,tiba tiba dia bilang kalau saat itu ada di kafe.
''Hai Dokter,''dia senang sekali melihat ku datang,dia melihat ku dari ujung kaki sampai rambut ku,benar benar aneh kan.
''Ayu kamu kok terlihat kurus,wajah mu juga terlihat
tidak segar kamu kenapa.?''mentang mentang Dokter,detail sekali menilai ku dia.
''Masak sih dok emang keliatan ya..''jawab ku sambil tersenyum,dia pun mengangguk.
''Aku baru saja sakit dok,''seminggu yang kalau saya di rawat empat hari di rumah sakit.
dia kesal karena aku memang tidka bercerita apapun padanya.
Maaf dok,semua mendadak lagian kan saya terbaring lemah di rumah sakit mana sempat memikirkan ponsel
''Kamu sakit apa,terus siapa yang nemenin kamu selama sakit.?''pertanyaan nya sungguh mengejutkan ku,ada masalah dengan lambung.
ada seseorang yang memang selalu ada untuk saya
dalam keadaan apapun.''jawab ku''
Dokter Allan diam mendengar jawaban ku,dan dia bertanya.
''Apa kamu sudah ada yang spesial di hatimu''ada Dok,Ibu kakek dan Nenek mereka paling spesial tiada duanya.Domter Allan tertawa mendengar jawaban ku.
Semenjak saat itu,aku sering makan di kafe yang sama dengan Dokter Allan saat jam istirahat.
__ADS_1
aku juga mengenal kan Sera pada nya,karena Mas Willi dan pak cakra sedang keluar kota,aku dan sera punya banyak waktu untuk bersama.
Di sebuah kafe aku dan sera makan siang saat hati minggu,Mas Willi juga memberiku izin jalan dengan Sera.saat sera post foto kami di sosmed nya dokter allan dengan cepat memberikan komentar,singkat cerita dia datang ke kafe bergabung dengan kami.
kami bertiga memang semakin akrab saja,ngobrol bercanda pasti nya seru seruan.
Dokter Allan pulang duluan,karena ada pekerjaan mendadak.saat aku dan Sera di parkiran Oma nya Dokter Allan menghampiri kami.
''kamu...!''dia menunjuk ku.
jangan pernah dekati cucu saya,apalagi sampai menggoda nya.karen kamu tidak sepadan dengan kami..!
Perkataan itu langsung menusuk hati ku,aku teringat dengan ibu dia pernah ada dalam posisi seperti ini,bahkan lebih menyakitkan.
''Maaf nyonya saya tidak ada hubungan apapun dengan cucu anda,jadi tidak perlu khawatir kan hal ini permisi.
Aku pun segera masuk mobil meninggal kan orang tua itu,dada ku sesak wajah ibu selalu terbayang aku ingin mendekap nya saat ini.
mengatakan pada nya terimakasih telah melewati semua ini demi aku.
''Ayu kamu menangis,''Tega sekali nenek nya allan bicara seperti itu,sera panik melihat ku menangis.
tidak apa sera,aku hanya merindukan ibu ku saat ini
tolong antar aku pulang ya.
Di apartemen aku merenung,aku harus bisa jadi orang hebat seperti Mas Willi,agar tidak ada yang merendah kan ku.termasuk nenek ku sendiri yang tidak menganggap ku dan mengharamkan ku sebagai cucu nya sendiri.
Aku harus mencari Ayah,dengan bantuan mas willi.
dia kan orang hebat pasti mudah untuk nya.
liontin ini yang akan menjadi petunjuk nya dan satu lagi Ayah ku bernama Demian.
__ADS_1