
Setelah beberapa saat,Pak Cakra mengirimkan alamat tempat ibu di sembunyikan.Beruntung nya saat ini,Om Damian ada bersamaku.Jadi aku bisa langsung memberitahu pada nya,pasti dia sangat terkejut.
''Om,ibu diculik oleh orang tua anda.''Om Damian terkejut mendengar nya.
''Ayu kamu tau dari mana..?''Mulai penasaran kan dia.
Aku pun memberitahu alamat dimana ibu di sembunyikan,saat mengetahui alamat itu Om Damian pun terkejut.
Astaga mama,jauh sekali dia membawa Maira.
itu alamat Vila keluarga Ayu,sekaran juga kita ke sana kabari juga Allan sekarang juga..!
''Baik om''ucap ku.
Aku mengabari Allan,dia bilang akan menyusul bersama teman nya agar bisa membantu.
Om,Allan bilang dia akan menyusul sebentar lagi,dia sedang menunggu teman nya.Kata dia teman nya akan membantu kita nanti di sana,takut nya ada kekerasan.
''oke tak apa.''Jawab Om Damian.
Diam-diam,aku memberi kabar pada Pak Cakra. kalau aku akan menuju ke tempat ibu sekarang juga,Pak Cakra pun berkata kalau di sana ada beberapa teman nya yang akan membantuku.Aku senang,semakin banyak yang membantu keselamatan kami semua akan terjamin.
Membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai ditempat itu,kami menunggu Allan hampir satu jam.
Kami istirahat disebuah rumah makan di sana,kami berdiskusi menentukan langkah yang akan di ambil.
Cukup lama kami mengatur strategi,untuk masuk kedalam sana.Saat kami ingin menuju lokasi,teman Pak Cakra pun datang.Mereka ikut bergabung menyelamatkan Ibu,aku sangat takut saat itu takut terjadi sesuatu dengan ibu.
Demi keselamatan ku,Om Damian melarang ku ikut kelokasi.Aku di suruh bersembunyi di sebuah hotel mewah di sana,karena bisa om dipastikan keamanan di sana pasti sangat terjamin.Mau tidak mau,aku pun menurut saja karena aku tidak bisa berkelahi nanti hanaya akan menyusahkan mereka saja.
Allan membawa kamera pengintai yang di selipkan dibalik kemejanya,kamera itu disambungkan kedalam ponsel ku.Jadi aku dapat melihat apa yang terjadi di sana,agar dapat memantau jika terjadi sesuatu.
__ADS_1
Di hotel aku tidak sendirian,didepan kamarku ada kamar teman Pak Cakra Rico nanya.Dia yang akan mantau keadaan ku di sana,takut nya terjadi sesuatu.
Dari layar ponsel,kulihat mereka sudah sampai di vila itu.Baru saja melangkah mereka sudah terlibat baku hantam di sana,Pasti sangat mengerikan.Ku lihat cukup lama mereka berkelahi,tetapi belum juga sampai pada ruangan Ibu.
Setelah beberapa saat,aku melihat mereka memasuki sebuah ruangan.semakin dalam mereka masuk kulihat ibu terikat dan tersungkur dilantai.
Aku menjerit melihat itu,betapa tersayat hati ku melihat nya.ku perhatikan Om Damian membatu melepaskan ikatan Ibu,dan memapah nya.Aku melihat ada beberapa lebam di wajah nya,bahkan mata ibu sampai membiru seperti dipukul oleh benda yang keras.
Ibu,aku lemah tak sanggup melihat semua itu.Ingin ku dekap ibu saat itu,berbagi luka yang dia rasakan.
Aku bersumpah akan membalas orang-orang yang menyakiti Ibuku,apa mereka tidak puas telah menyakiti nya selama ini.
Saat mereka berjalan membawa Ibu keluar, kudengar Oma tua yang biadab itu datang menghalau mereka.
''Damian,berani sekali kamu mengacau tawanan ku.''
Iya aku berani Ma,jawab Om Damian.
''Berhenti menyakiti Maira dan Ayu ma..!''Ucap nya.
''Aku tak akan pernah lagi,membiarkan Mama menyakiti mereka. Ucapan mu tidak berarti untuk Mama Damian.
Bunuh saja Damian sekarang Ma,ayo bunuh..!tidak perlu menyiksa ku dengan menyakiti orang-orang yang penting dalam hidup ku.Lakukan saja sekarang jika semua itu,bisa membuat Mama puas dan bahagia.
''Kamu pikir,Mama tidak mampu melakukan semua itu padamu Damian..?''Om Damian tersenyum sinis dan mengejek.
''Justru karena aku sangat yakin,''anda mampu melakukan semua itu Nyonya Erika yang terhormat.
Lakukanlah anda bebas ingin melakukan nya dengan cara apa,ingi menusuk ku atau menembak. Mungkin juga ingin melempar ku atau apapun itu terserah,aku sudah siap nyonya,tapi ingat pergunakan tangan anda sendiri tidak perlu menyuruh anak buah mu..!
Aku gemetar mendengar ucapan Om Damian, bagaimana kalau sampai Oma tua itu nekat menyakitinya,aku sangat takut menyaksikan semua itu.Aku juga tidak mendengar reaksi apun dari Allan,mengapa dia diam saja.?
__ADS_1
Tak lama kulihat Oma itu pergi begitu saja,tanpa mengucapakan sepatah kata pun.Mungkin dia tidak mampu melakukan itu,pada anak nya sendiri.Allan ahli sekali,mengarahkan kamera di situasi yang menegangkan seperti ini.
Mereka berhasil membawa ibu keluar dari Vila itu, Ibu dibawa ke hotel tempat aku menginap.Saat dibawa ibu sangat lemah keadannya.tetapi entah mengapa Allan justru tidak membawa ke rumah sakit.Di dalam kamar hotel,ibu di infus dan diberi obat.Mungkin karena dia dokter,jadi sudah tau apa yang akan dilakukan.
''Om Damian,Allan terimakasih sudah membantu Ibu.''Aku menangis.
''Ayu kamu dan Ibumu adalah tanggung jawab Ayah'' kata Om Damian.
''Istirahat lah,kami akan menjagamu Ayu''Ucap Allan.
Terimakasih Allan.
Sebelum tidur aku memastikan kondisi Kakek,pada tetangga ku.dia bilang Kakek dalam keadaan baik.
Esok hari Ibu tersadar,dan terlihat lebih segar dan bertenaga.Ternyat obat dari Allan sangat lah mujarab,aku menyuapi ibu sarapan agar tenaga ibu kembali pulih.
''Bu maafkan Ayu yang tidak bisa menjaga Ibu dengan baik ya,Ayu sangat takut terjadi sesuatu pada Ibu''Aku menangis dan memeluk nya.
''Tidak nak,ini bukan salahmu,Ibu sendiri yang tak mampu menjaga diri ibu sediri.kamu juga harus berhati-hati ya.''Aku mengangguk dan menyuapi ibu kembali.
''Tante Maira,bagaimana keadaan nya..?''ternyata Allan masuk dan mengecek kondisi ibu.
''Sudah lebih baik Allan,terimakasih sudah menyelamat kan saya.'' Kata Ibu.
''Sama-sama tante,yang penting tante sudah bebas sekarang ya.'' Aku memperhatikan Allan memeriksa Ibu.
''Allan bagaimana keadaan Ibu..?''Allan justru tersenyum,saat aku tengah khawatir.
''Keadaan tante Maira baik Ayu,siang ini kita bisa kembali pulang ya.''Aku senang sekali keadaan ibu baik-baik saja.
Siang ini kami pun pulang,aku dan Ibu berada dalam satu mobil bersama Om Damian dan Allan.Disusul teman Allan di belakang menggunakan mobil lain,
__ADS_1
kami pulang bersama karena memang satu arah.
Didalam mobil ibu diam saja tak bicara sepatah kata pun pada Om Damian,begitu pun sebalik nya Om Damian juga diam.Mungkin Canggung atau Om Damian ingin membuat ibu,merasa nyaman satu mobil ngan nya.