
Setelah cukup lama Willi dan Nirina menemani Ayu,mereka pun berpamitan untuk pulang.
''De,untuk sementara tidak usah cerita dengan Mama tentang Ayu,tunggu waktu yang tepat ketika Ayu sembuh nanti.
''Siap Bos.''Jawab Nirina.
Malam itu Willi bisa tidur lebih tenang,tidak seperti biasanya yang selalu saja gelisah.Karena Nirina sudah mengerti permasalahan kakak nya,dia selalu menguatkan dengan caranya sendiri.
Pagi ini Willi bekerja seperti biasanya,walaupun pikiran nya terbagi karena banyak yang harus ia selesaikan.proses penyelidikan kasus yang menimpa Ayu pun masih berjalan,itu sangat menyita pikiran Willi tentunya.Sebelum dia pergi ke Jerman utuk pengobatan Ayu,dia harus memastikan semua berjalan dengan semestinya.
''Cakra bagaiman hasil penyelidikan mu?''Willi sangat serius menanyakan itu.
''Sudah Wil,kamu pasti akan terkejut''Kata Cakra.
''Katakan saja..!''Perintah Willi.
Penyusup itu adalah orang nya Andhara,mereka diperintahkan untuk menyakiti bahkan memb*nuh Ayu.Kalu untuk orang-orang juan yang menyerang mu,kemungkinan besar karena dia cemburu dengan mu.
Tapi kita harus waspada juga Wil,karena istrinya pak Damian itu bersekongkol dengan Erika.Pasti mereka akan melakukan sesuatu dikemudian hari,apalagi Pak Damian sepertinya akan menceraikan nya pasti dia akan semakin nekat.
''Br*ngsek kamu Andhara, berani sekali melakukan itu..!''Willi memukul meja dihadapan nya.
Cakra,selama saya di jerman kamu harus pastikan semua keadaan aman.Biar Andhara saya urus setelah kembali nanti,segala sesuatu ku serahkan padamu.
''Siap ..!'' Kata Cakra.
Setelah beberapa waktu tiba saat nya untuk Ayu pergi ke Jerman,untuk pengobatan.Willi sudah mengurus segala sesuatu kebutuhan Ayu di sana,di jerman Willi di temani oleh Maira.Sementara kakek Ayu berada di apartemen bersama Halliza.
''Kak,benarkah sore nanti kamu ingin berangkat ke Jerman.?'' Ucap Nirina.
''Iya dek'' Jawab Willi.
''Kamu harus terapi dengan baik,''ingat kamu harus cepat bisa berjalan.Selalu semangat buat mama dan kakak bangga dengan mu,dalam satu minggu ke depan kamu harus bisa lepas dari kursi roda.
__ADS_1
''Pasti kak,aku akan selalu berusaha.''Jawab Nirina meyakinkan Willi.
Nirina pun pergi terapi setelah bicara dengan Willi,sementara Willi dia mengurus segala sesuatu yang akan dia bawa ke jerman sore ini.
Di apartemen,Maira sedang bicara dengan orang tuanya dan juga Hallisa.Berat juga untuk Maira harus berpisah dengan orang tuanya,wajar saja selama bertahun-tahun mereka selalu bersama.
''Bapak,Maira harus menemani Ayu untuk sementara waktu.Doakan Ayu selalu agar dia segera pulih dan kita bisa segera berkumpul kembali.''
Pasti Maira,Bapak akan selalu mendoakan Ayu setiap saat.jaga Ayu dan dirimu di sana,semoga di sana kalian diberi kemudahan dalam segala hal. jangan pernah lupa meminta pada yang maha kuasa,supaya Ayu diberikan kekuatan lebih untuk menjalani semua nya.
''Maira akan selalu ingat pesan bapak.''Jawab Maira.
''Hallisa,titip kakek ya kari tante jika terjadi sesuatu.!''Maira memegang bahu Hallisa.
''Pasti tante,''tidak usah khawatir saya akan menjaga kakek dengan baik.semoga tante dan semua selamat samapi tujuan,semoga di sana ada keajaiban untuk kesembuhan Ayu.
''Terima kasih sayang'' Maira memeluk Hallisa.
memang benar saat Maira sampai,Willi sudah menemani Ayu di sana.
''Tante apakah sudah siap semua nya?''Ucap Willi
''Mari berangkat tante.''Maira pun setuju.
Mereka bertiga,Willi Ayu,Maira berangkat menggunakan mobil pribadi Willi,menuju bandara.
Mereka akan menggunakan Jet pribadi menuju Jerman,segala sesuatu sudah di persiapkan secara matang oleh Willi.Ternyata di sana sudah ada Gilang,beliau itu seorang dokter dan sahabat Wii.Gilang kah yang akan memantau keadaan Ayu selama mereka terbang,Gilang juga yang merekomendasikan pengobatan di rumah sakit ternama di Jerman.
Selama perjalanan,susana didalam pesawat jet itu sangatlah hening.Semua terhanyut oleh pemikiran nya masing-masing.
''Ayu,semoga akan ada keajaiban yang sudah tuhan siap kan untuk mu.Ibu berharap kamu akan sadar sayang,tolong berjuang ya nak demi ibu.''
''Ayu..matahari tidak akan pernah lelah menyinari bumi,begitu pun juga dengan saya yang tidak akan pernah menyerah.Yakinlah sayang akan ada secercah harapan untukmu di sana,akan ada pelangi yang berwarna yang akan mewarnai hidup kita sayang.''
__ADS_1
Sementara di rumah sakit millik kelurga Allan, Damian datang untuk melihat Ayu.Tetapi sayang dia terlambat datang,karena memang Damian tidak tahu jika Ayu akan berobat ke Jerman.Dia sangat terkejut,ketika melihat kamar perawatan Ayu sudah kosong.
''Mengapa ruangan Ayu kosong suster..?''Kata Damian.
''Maaf pak Damian,pasien sudah di pindahkan oleh keluarganya.Selebih nya bapak bisa tanyakan pada Dokter Allan, karena beliau sudah mengetahui nya.''
Tak butuh waktu lama,Damian pun segera menemui Allan di ruang kerja nya.Damian merasa kesal, karena Allan tidak memberitahu apapun padanya.
''Katakan Allan dimana Ayu dipindahkan,mengapa kamu tidka memberitahu Papa ha.?''Damian marah
''Tenang pa,''saat ini Ayu sedang berangkat ke Jerman bersama Willi dan tante Maira.Willi memilih Jerman untuk pengobatan Ayu,Allan tidka bisa melakukan apapun apalagi menahan nya.Karena tante Maira pun menyetujui nya,mereka menaruh harapan besar agar Ayu bisa sembuh di sana.
''Jerman..!'' Damian terkejut.
Mereka ke Jerman tetapi papa tidak tahu,apa kamu sudah tidak menganggap papa sebagai orang tuamu Allan.Samapi ada hal serius semacam ini pun kamu tidka bercerita,benar?benar keterlaluan kamu.
''Maafkan Allan Pa,tante Maira meminta agar merahasiakan semua ini dari papa demi keselamatan Ayu.''
Harus nya kamu tidak usah mengikuti Maira, sekarang lihat betapa Papa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.Orang lain berjuang demi kesembuhan Ayu,tetapi aku hanya diam saja tidak melakukan apapun.Ayah macam apa aku ini,tidak pernah berguna sedikitpun untuk Ayu.
Kali ini Papa sangatlah kecewa dengan mu Allan, kamu sengaja bukan merahasiakan semua ini.''Karena kamu sudah bersekongkol dengan Nesia kan..?'' Damian sungguh murka dengan Allan.
''Pa jangan berpikir seperti itu'',tolong mengerti posisi Allan.Papa diakan saja,agar mereka sampai di sana dengan selamat dan Ayu bisa mendapatkan perawatan yang terbaik di sana.
''Kamu tidak usah mengajari Pala Allan,..!'' Damian marah dan keluar dari ruangan Allan dengan penuh rasa kecewa.
''Maira pasti semakin kecewa dan marah dengan ku,
karena aku tidak mampu melakukan apapun untuk Ayu.''
Setelah melakukan berjam-jama perjalanan,Willi beserta rombongan pun sampai di Jerman dengan selamat.Ayu segera dibawa ke rumah sakit agar bisa langsung ditangani,serta mendapatkan perawatan yang layak.Tidak peduli lagi dengan lelah nya,Maira dan Willi tetap mendampingi Ayu di sana..
Maaf Up nya telat,maaf juga belum bisa double up ya.
__ADS_1