Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
109.Adik Yang Berguna


__ADS_3

"mengapa aku merasa ada yang aneh, harus nya Allan senang jika ada Nirina, apalagi mereka lama tidak berjumpa ini kan waktunya mereka melepas rindu. "batin Ayu.


''Aku akan marah dengan mu jika kamu masih saja berbohong,ijinkan aku menjadi adik yang berguna,siapa tau aku bisa membantumu.Cepat katakan siapa yang melakukan nya... !''Ayu memaksa.


Allan terdiam, dia bingung harus bagaimana mengatakan pada Ayu. Semua itu terlalu rumit menurut nya,apa Ayu akan percaya dengan ceritanya.Willi yang telah membuat nya banyak belur, pasti Ayu akan lebih membela calon suami nya daripada Allan.


''Mengapa diam,?Ayo jelaskan... !''Ayu terus mendesak nya.


Ruangan itu kembali sunyi Allan belum mau mengucapkan sesuatu,Ayu pun masih duduk tenang menanti penjelasan nya.


''Harus berapa aku menunggu kamu bicara Allan.. ?''Ayu meninggikan suaranya karena kesal.


Allan masih tetap diam dan pandangan nya lurus ke depan.


''Apa kamu sudah tidak menganggap aku ini adik mu,kenapa kamu tidak berbagi kasih sayang Ayah pada ku.Jadi sekarang kamu tidak mau lagi terbuka dengan ku.Dokter Allan ternyata kamu sangat perhitungan.''Ayu pura-pura marah dengan sikap Allan.


''Saya tidak pernah mengatakan itu.''ucap Allan.


''Cepat katakan.. !kalau kamu masih tetap keras kepala aku akan menusuk lukamu ini.. !''Ayu membulatkan kedua mata nya dan menusuk pipi Allan yang lebam dengan keras.


''Ah.....sakit,oke saya akan cerita.'' Allan pun menyerah.


''Willi yang menghajar ku.''Ayu yang awal nya duduk langsung berdiri karena terkejut.


Mas Willi,apa yang terjadi dengan kalian. ?''Tidak mungkin dia menghajar mu tanpa alasan.''


''Ya kamu benar dan saya yang menyuruh dia untuk melakukan nya.''Ayu mengerutkan kening nya,penjelasan Allan terlalu bertele-tele menurut nya.


''Jelaskan dengan detail jangan bermain-main dan membuat ku bingung Dokter.!'' Ayu kesal.


Allan mengingat kejadian di apartemen nya di Singapura dan kehadiran Nirina yang tiba-tiba di sana Allan menceritakan apa yang Nirina lihat saat itu,sampai dia marah.


Saya kembali mendadak,Nirina salah paham dan saya harus menjelaskan semua itu.Tapi dia tidak memberiku kesempatan, Willi pun marah karena dia berpikir saya telah sengaja menyakiti adik nya.Saya begitu mencintai Nirina,saya harus membuktikan pada nya agar dia percaya.Semalam saya terlibat percakapan penuh emosi dengan Willi.

__ADS_1


''Hajar lah sesukamu Wil,''saya akan menerima semua itu. Demi Nirina apapun pasti akan kulakukan.


Lalu Willi melalukan nya, saya tidak menyesal dengan semua luka ini,kelak Nirina akan tau bahwa saya rela berkorban untuk nya.


''Apa penjelasan mu pada kejadian itu, jangankan Nirina aku pun akan marah jika kamu bermain api.''


Hari itu saya dan teman-teman ada tugas di luar kampus,kami mengunjungi beberapa rumah sakit besar di sana.Setelah semua selesai kami berkumpul di sebuah kafe di sana, semua biasa saja kami makan dan minum sekaligus melepas lelah. Beberapa di antara mereka ada yang memesan minuman beralkohol.Saya pun minum sedikit karena mereka memkasa.Saat pulang salah satu diantar mereka mengantarku,dia seorang wanita nama nya Cleni orang asli Singapura.Kepala saya begitu berat padahal hanya minum sedikit.Seingatku dia mencium saya di depan pintu apartemen, saya menerima ciuman itu bukan karena menyukai nya.Saat itu entah mengapa wajah nya berganti dengan wajah Nirina.


Walaupun Nirina saat ini marah tetapi saya bersyukur di datang saat itu,entah apa yang akan terjadi di antara kami kalau Nirina tidak datang.


''Ayu bersediakah kamu membantu saya... ?''mata Allan terlihat memohon.


''Apa yang harus ku lakukan. ?''ucap Ayu.


''Bujuk Nirina agar mau datang kemari, saya ingin menjelaskan semua ini dengan nya.''


Akan ku coba Kak,''semoga Nirina mau mendengarkan ucapan ku.''


Setelah lelah bercerita Allan pun istirahat, Ayu bergegas pulang untuk bersiap menemui Willi.Ayu sampai tidak masuk kuliah karena menemani Allan.


Sampai di kantor Ayu langsung ingin menuju ruangan Cakra bertemu,sebab mereka tidak ada yang tahu hubungan nya dengan Willi sampai saat ini kecuali Cakra ada Sera.


''Ayu,ngapain kamu.. ?''kata seorang karyawan di sana.


''Saya ingin bertemu Pak Cakra.''Jawab Ayu.


''Kamu pasti memiliki hubungan spesial dengan Pak Cakra ya,kamu pasti jadi simpanan nya.Apa kamu tidak punya malu sering datang kemari padahal sudah tidak lagi bekerja di sini.Kamu harus ingat sekertaris Pak Cakra itu bukan lah kmu, jadi jangan sok cantik deh kemari sesuka hati''karyawan itu mengatakan dengan begitu sinis menatap Ayu.


''Pak Cakra saja tidak keberatan dengan kedatangan ku, bahkan presdir juga.Terus apa maslah nya dengan mu.?''Ayu pun tak mau kalah.


''Jelas lah,sebagai karyawan di sini saya tidak suka ada pelakor berkeliaran..''


''Siapa yang pelakor,?''karyawan lain bertanya.

__ADS_1


''Orang di hadapan ku ini,asal kalian tau dia itu ternyata simpanan nya pak Cakra.''Mereka yang ada di sana menatap Ayu dengan begitu rendah.


''Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa. ''Ayu justru tertawa.


''Itu sangat lucu,kalau aku simpanan nya Pak Cakra bukan kah tidak merugikan kalian,jadi tidak masalah kan.''ucok Ayu dengan Santai.


''Hem Hem.... ''ada suara di belakang Ayu.


Ayu menolah betapa terkejut nya dia melihat pemilik suara itu,dia seperti sedang ketahuan berselingkuh jika seperti itu.


''Pak Willi... ''Ayu gugup.


''Sera bawa dia ke ruangan saya. !''kata Willi tanpa ekspresi.


''Baik Pak.. ''Sera menarik Ayu untuk ikut bersama nya.


''Pasti Pa Willi akan menegur Ayu, suruh siapa sok kecakepan dengan Pak Cakra.''karyawan itu tidak tahu jika kekasih Ayu yang sesungguhnya nya adlah Willi bukan lah Cakra.


Sera terus berjalan tanpa mengatakan sebuah kata pun,apalagi Willi di berjalan dengan sangat cepat tanpa memperdulikan kaki Ayu yang pegal karena menyeimbangkan langkah nya.Wulli masuk terlebih dahulu, Ayu masih di depan bersama Sera.


''Ayu apa yang kamu bicarakan tadi,Pak Willi mendengar nya,dia pasti marah mendengar kamu jadi simpanan.''Sera menegur Ayu.


''Aduh tadi itu cuma bercanda Ser. ''ucap Ayu.


''Cepat masuk dan jelaskan,jangan sampai beliau Mar.... !''belum Sera selesai bicara telfon Sera sudah berbunyi.


''Halo... ''


''Sera cepat suruh Ayu masuk.. !''Suara Willi sangat kencang sampai Sera menjauhkan gagang telfon dari telinga nya.


''Masuklah... !''Sera mendongkrak tubuh Ayu agar cepat masuk.


Ayu melangkah dengan pelan, sampai langkah nya tidak terdengar bahkan suara detik jam saja lebih nyaring dari langkah nya.

__ADS_1


''Sayang mengapa jalan mu seperti liliput, apa kamu belum makan.. ?''Willi heran melihat Ayu mengendap seperti maling.


__ADS_2