
Hari bahagia yang di tunggu pun tiba, hari pernikahan Ayu dan Willi. Setelah cukup lama menjain asmara, dan mengalami banyak lika-liku perjalanan cinta yang tidak mudah. Kedua nya telah sampai di hari yang di nantikan oleh semua pasangan. Menjadi raja dan ratu dalam pesta yang megah, yag pasti nya menjadi impian banyak orang.
Wilki mengadaka pesta dalam beberapa hari. Pesta untuk kolega bisnis Willi dan perusahaan, pesta dari pihak Damian pun berbeda. Mereka menyiapkan semua nya dengan suka cita walau lelah melanda.
Kini tiba saat nya, Willi mengucapkan akad pernikahan yang akan mempersatukan dirinya dan Ayu dalam ikatan yang halal. Seorang Willi yang sempurna dan kepiawaian mengelola bisnis, serta kepercayaan dirinya yang tinggi, sampai merasa panas dingin di hadapan penghulu. Jika dalam urusan bisnis Willi selalu yakin dan percaya diri, kini Willi merasakan gugup yang luar biasa. Setelah mendengar kata Sah dari para saksi, barulah darah nya berhenti berdesir. Dan kembali mengalir dengan normal.
''Selamat sayang .. '' Maira mememluk putri nya dengan haru. Bayi mungil nya kini telah di persunting pujaan hati nya, betapa Maira merasa bahagia melihat Ayu mememukan pria yang tepat.
''Will, tolong jaga Ayu sampai akhir hidup mu. Ibu titip dia, tolong jangan kamu sakiti putri, Ibu. ''
''Bu, saya akan berusaha untuk selalu memenuhi permintaan Ibu, terimakasih telah memberikan putri ibu yang cantik ini unuk saya. '' Willi memeluk Maira.
Tentu nya peluka haru menyelimuti kebahagiaan mereka beruda, bahkan Nirina dan Allan mendadak ingin menikah.
''Sayang kita harus segera menikah, lihat lah Ayu dan Willi mereka sweat sekali. '' ucap Allan di samping Nirina.
''Sayang, wanita itu menunggu di lamar bukan melar Pacar nya. ''Nirina memberi kode.
''Apa, benarkah.? Baik lah secepat nya pasti akan ku lamar. '' Kata Allan dengan semangat.
Di malam pesta Ayu begitu cantik dan anggun. Ayi dan Wilki bak raja dan ratu yang sesungguh nya di pelaminan. Dekorasi gedung yang mewah dan indah, menyemlurnakan acara yang begitu memukau. Mereka berdiri berdiri berdampigan, menyalami para tamu udangan yang datang.
''Sayang ternyata pegel juga, bersalaman dengan banyak orang seperti ini. '' kata Willi.
''Ya mas, Ayu juga pegal . '' mereka berdua tertawa geli.
Setelah proses pesta pertama selesai, mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Allan dan Nirina menggoda pasangan suami istri itu habis-habis san.
''Lihat saja kalian, nanti jika kalian menikah rasakan pembalasan ku. '' ucpa Willi.
Tapi Allan dna Nirina tak peduli, sebelum masuk ke dalam kamar keributan pun terjadi antara mereka betiga.
''Mas mereka kan hanya bercanda, mengapa harus emosian sih.. ?''
''Tidak sayang, Mas juga bercanda kok heee. '' mati kutu kan Wilki jika Ayu yang bicara.
''Al, aku dan istri mau enak-enak dulu di dalam, kian berdua siap-diap iri karena harus tidur terpisah, bae... '' Wilki kini membalas Allan.
Ayu hanya tersenyum melihat tingkah suami dan kakak nya.
''Sial kamu Wil.. '' Nirina pun tertawa melihat Allan.
Di dalam kamar sepasang pengantin baru itu tengah sibuk membersihkan diri mereka.
''Mas,, kapan Ayu mandi kalau kamu begini.. ?''
__ADS_1
''Sayang ini nama nya,andi enak. ''
''Mas emmmm. '' Ayu hanya mampu menikmati setiap sentuhan Willi, apalagi ketika suami nya itu ngedot seperti bayi.
Acara mandi membutuhkan waktu yang lama, karena Willi melakukan banyak ritual di dalam sana. Karena ritual yang belum selsesai, mereka pun melanjutkan nya di atas tempat tidur.
Kini mereka telah sah, Willi tak lagi menunda hasrat nya yang pmemuncak. Mata nya telah berkabut gairah, hasrat dalam diri nya harus cepat tersalurkan.
''Sayang, kamu siap.. ?''
Ayu hanya membalas dengan anggukan, dirinya sudah tak mampu berkata-kata lagi, sebab sudah di selimuti gairah.
Em, ah....
Hanya lenguhan yang jekuar dari mulut Ayu, ketika Willi sedang bermain di bawah sana. Sentuhan Willi membhat Ayu mabuk kebayang, kenikmatan dunia satu ini belum pernah dia nikmati. Apalagi saat penyatuan kedua nya, Ayu hanya mampu mendesah dengan sangat seksi.
Pertempuran mereka lakukan sampai menjelang pagi, Ayu yang sudah kelelahan setelah acara pesta, langsung terpejam sebab tenaganya sudah habis karena ulah Willi.
''Pengatin baru mana nih, ?''kata Allan.
''Mereka pasti lelah Allan, kita makan saja duluan. Jika mereka lapar, mereka pasti akan makan dengan sendiri nya. '' kata Damian.
''Tempur terus sampai pagi, jadi lupa wkatu deh. Padahal sudah jam sembilan Pa, mau makan jam berapa mereka. '' usil sekali Allan, pake mengomentari pengantin baru lagi.
Candaan Damian membuat Maira dan Mama Willi tertawa. Apalagi Nirina, dirinya sampai tersipu malu.
Pesta kedua pun telah terlewati, betapa lelah nya Ayu dan Willi menjalani semua rangkaian nya. Rasa lelah itu Kini terbalas oleh kebahagaian yang mereka rengkuh berdua. Bulan madu sudah di depaan mata, Wilki mengajak Ayu liburan ke Jerman. Tempat yang paling membahagiakan untuk mereka berdua , di mana Ayu sadar dari koma saat itu.
Urusan pekerjaan, semua akan di handle oleh Cakra dan Sera. Dua orang kepercayaan Willi itu, selalu siap menerima semua tanghung jawab nya.
Berdua terbang ke Jerman, Ayu dan Willi menikmati indah nya sebagai pasangan pengantin baru. Menginjakkan kaki di jerman, tempat pertama yang mereka kunjungi adalah rumah Willi. Di sana Lyora sudah menyabut dengan begitu antusias, gadis cantik itu tidak bisa menghadiri pernikahan Willi karena kesibukan nya Bekerja.
''Paman, Ayu ..'' Lyora memeluk Ayu penuh kerinduan.
''Selamat atas pernikahan kalian. ''
''Thanks Ly. '' jawab Ayu.
Setelah lama berbincang dengan Lyora, Willi mengajak Ayu untuk beristirahat sebab esok hari mereka akan berkeliking kota di Jerman.
''Mas hari ini kita kemana... ?''
''Perkebunan.. '' jawab willi.
''Jauh-jauh ke jerman hanya ke perkebunan. ''
__ADS_1
''Sayang,pemandnaga di sana sangat indah kamu pasti akan menyuaki nya. ''
Willi membawa Ayu ke perkebunan, pemandangan hamparan kebun anggur yang indah dan bertingkat begitu menakjubkan.
''Udara di sini segar sekali Mas. '' ucap Ayu.
''Kamu suka, Ay. '' Ayu takjub, Panggilan itu, panggilan spesial dari Willi yang sudah lama tidak Ayu dengar.
''Kamu manggil apa Mas.. ?''
''Iya Ay, sayang ku. '' Ayu memeluk Willi, pelukan yang erat dan bahagia karena dimiliki.
Ay, Mas begitu meyayangi mu. Semoga pernikahan kita untuk selamanya, kita bersama sampai hari tua bersama anak cucu kita.
''I love u istriku ''
''Love u to, Suami ku. ''
Kecupan mesra mendarat di bibir lembut Ayu, Willi meyalurkan cinta yang menggebu di hati nya.
Aaaaaaaaaaa.
Ayu terkejut ketika Wlli menggendong nya ala bridel lalu memutarkan seperti penari.
Mereka tertawa lepas, kebahagiaan Ayu ada bersmaa Willi. Kebahaagiaan Wilki adalah Ayu.
...*******End*********...
Alhamdulilah Terimakasih banyak yang sudah setia membaca, novel ini sampai selesai.
Jangan lupa vote, like komen dan klik hadiah nya.
Baca juga Novel author yang lain ya.
*CINTA UNTUK ASKARA
*LUKA BATIN LARISA
* NAFKAH RECEH DARI SUAMI
*DIARY HANIN
* MENGGALAI CINTA LAMA
Love U All.🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1