
Setelah kembali Maira mencoba membicarakan dengan ayu, perihal lamaran Damian pada nya. Tentunya Ayu begitu senang mendengar nya, tak ada keraguan bagi nya untuk menerima Damian kembali sebagai keluarga yang utuh.
''Bagus lah Bu kalau Ayah melamar Ibu. Terima saja, Ayu akan sangat senang jika melihat kalian hidup bahagia. Ayu paham seperti apa hati Ibu selama ini, membesarkan Ayu dengan penuh perjuangan. Bu setelah Ayu menikah, pasti Ayu akan tinggal bersama Mas Willi. Ibu pasti juga akan ikut bersama ku, atau mungkin Mas Willi akan menyiapkan hunian yang layak bagi Ibu. Tapi Bu.. Ayu lebih bahagia jika Ibu menghabiskan masa tua dengan Ayah sebagai pasangan yang halal, yang pasti nya saling mencintai. Ibu harus bahagia, tebus semua masa suram yang telah terlewati dengan begitu panjang. ''
Maira seperti nya masih bimbang, entah gengsi atau memang hati nya sudah membeku terhadap Damian hingga masih terasa berat untuk menerima nya kembali.
''Bu.. Apa ada sesuatu yang masih mengganjal di hati Ibu. Nika ada ting kataman sama Ayu, jangan memendam semua sendiri, aku tidak mau Ibu bersedih. '' Ayu memeluk Ibu nya yang begitu dia sayang.
Tidak ada apakun Ayu, ''baiklah Ibu akan mnerima lamaran Ayah mu. '' Ayu melompat kegirangan.
Ayu segera menghubungi Damian, dia juga memberitahu Allan dan pasti nya juga Willi. Kabar bahagia itu di smabut hangat anak-anak Maira dan Damian.
Kini Allan sudah sembuh, dia sudah keluar dari rumah sakit. Setelah kesehatan benar-benar pulih barulah Damian akan membicarakan pernimahan nya dengan Maira lebih lanjut. Sebab Maira tidak mau mere amenikah tetapi Allan masih dalam keadaan sakit, tidak mungkin jika dirinya harus berbahagia di atas kesakitan tubuh Allan.
Di sinilah mereka, di sebuah restauran mewah mereka mengadakan pertemuan. Ada Damian, Allan, Maira dan Ayu serta Willu dan Nirina. Mereka semua berpasangan dengan pasangan nya masing-masing. Tapi mereka bukan threeple date ya, mereka mau membicarakan pernikahan Maira dan damian tentu nya.
''Pa jadi pernikahan Papa dan tante Maira akan di laksanakan di masjid, dan dihadiri keluarga dan sanak saudara saja tanpa menyebar undagan. ?'' Allan bertanya.
Tidak Allan, kami kan audah tua bukan kalangan muda seperti kalian. Bisa kembali bersanding dengan Maira saja itu sudah cukup.
''Baiklah Alaln akan atur semua nya, Papa dan tante duduk tenang dan terima dengan beres. ''
Allan yang akan mengurus semua persiapan pernikahan Damian, sebagai anak pasti nya Allan juga ingin ikut andil dan memberikan yang terbaik.
__ADS_1
Kini Allan mengunjungi Nesia, dia datang sendiri tanpa Nirina, sebab kekasih nya itu mengalami shock yang luar biasa dan begitu membeci Nesia. Allan pun sama, kini dia begitu membenci Ibu yang telah merawat nya.
Allan duduk diam di ruang tunggu, menunggu Nesia di jemput oleh polisi yang berjaga. Ketika Nesia perlahan mendekat ke arah nya, dapat Allan lihat tubuh wanita itu semakin kurus dan tak ter urus. Nesia sempat terpake saat melihat Allan lah yang berkunjung menemui nya, sekian lama tak ada yang datang memeberi kabar apapun dia mengira Allan sudah tiada.
''Allan.. ''suara Nesia bergetar, hal itu pun terjadi dengan tubuh nya.
''Allan kamu... ''
''Ya ,ini aku nyonya. ''ki ini Allan tidak lagi memanggil Mama, dan itu terasa asing di telinga Nesia.
''Bagaimana kabar anda di sini, semoga betah dna bertahan lama. '' ucap Allan yang tak lagi menjaga perasaan Nesia.
Nesia tak mampu menatap Allan, apalagi mendengar ucapan Allan sudah bisa di pastikan bahwa Allan membenci nya. Nesia terus menunduk tak berani menatap Allan, entah malu atau takut hanya Nesia sendiri yang tahu.
Kedatangan ku kemari bukan untuk menjenguk anda, karena orang seperti anda tak pantas di di kelilingi orang-orang yang memiliki hati, ''karena anda tak punya itu. ''
Tak usah basa-basi, ''untuk apa datang kemari.. ?'' Nesia bernada dingin ketika bertanya.
''Menurut anda untuk apa saya kemari. ?''
Nesia diam mendapat peetanyaan balik dari Allan, dalam benak Nesia tak mampu menggambarkan apapun. Anak yang dahulu dia dekap dan di sayang kini duduk dihadapan nya, menjadi seorang rival yang dingin. Belum lagi kesalahan fatal yang dia buat, membuat Allan begitu tak peduli dengan nya, berbeda dengan Alln sebelum nya, yang lembut dan manis dia pun sangat menghormati Nesia sebagai Ibu nya.
''Saya duduk di tempat ini ingin melihat kehancuran anda yang akan bertambah, bukan hanya mendekam karena kekalahan tetapi karena apa yang kamu lakukan semakin menghancurkan hidup mu Nyonya. Papa ku Damian akan menikahi Maira, dia yang akan menggantikan mu menjadi Ibu ku. Wanita yang lembut dan tulus tidak seperti dirimu bagaikan naga yang tidur panjang dan terbangun memangsa tanpa ampun tapi harus berujung kekalahan. ''
__ADS_1
Allan sengaja menjabarkan banyak kata untuk menekan Nesia, ternyata benar Nesia sangat terkejut. Bagaimana wajah tidak rela nya dia menerima kekalahan, bahwa Damian yang sangat dia puja akan kembali menikahi Maira yang status sosial nya sangat berada jauh di bawah nya.
''Pergi kamu dari sini...pergi.. !'' Allan di usir oleh Nesia.
''Wajah kekalahan mu begitu lucu dan menggemaskan MAMA. '' Allan tersenyum sinis dan meremeh kan.
Setelah puas melihat kekalahan di wajah Nesia, Allan pergi dari kantor polisi tanpa pamit.
''Brengsek, mengapa aku harus kalah dengan Maira wanita kampungan itu.Brengsekkkkkkkkk.! '' Nesia berteriak histeris sampai dia harus di seret oleh petugas karena tidak mau diam.
''Damian... Damian... Damiaaaaannnnn. !'' Nesia terus berteriak.
''Damian, Damian harus nya kamu kembali menikah dengan ku. Aku harus keluar dari sini, akan ku bunuh kalian dengan tangan ku. ''
Di dalam sel Nesia selalu mengaungkan nama Damian, jika dirinya tidak bisa memiliki Damian begitu pula denga Maira.
Luka di bahu nya sudah mulai sembuh walau belum sepenuh nya, akibat di seret paksa dia kembali mengalami cidera. Belum lagi jika dia harus berseteru dengan tahanan lain, Nesia harus rela dirinya di hantam paksa oleh rekan dalam sel nya.
Seperti saat ini, Nesia terus berteriak nama Damian, dan itu mengganggu ketenangan mereka maka tanpa amoun salah satu dari mereka menghajar Nesia tanpa ampun.
''Dengar Nesia, kalau kamu tidak bisa diam maka akan ku hajar kamu lebih parah lagi. !''
''Hentikan, jangan main kekerasan di dalam sel..!'' teriakan polisi yang berjaga menghentikan mereka.
__ADS_1
Nesia merintih kesakitan, apalagi bahu nya kembali berdarah yang membuat kesakitan Nesia semakin bertambah.