
Nirina mengambil benda pipih yang dia letakkan di atas meja,jemari nya yang lembut berselancar mencari nama yang ingin dia hubungi.Tak butuh waktu lama, orang yang sedang ia tatap dari jauh itu segera menerima panggilan nya.
''Halo sayang.''kata Allan begitu bersemangat.
''Pergi dari rumah ku,tidak akan ada guna nya kamu melakukan semua itu. Keputusan ku akan tetap sama, hubungan kita telah berakhir dan aku tidak mau bertemu dengan mu lagi.'' Nirina menahan sesak di dadanya, bersamaan dengan itu air matanya tak mampu ia cegah mengalir tanpa rasa malu yang menentang ucapan nya sendiri.
Allan tertunduk lesu, perasaan nya hancur berkeping-keping dengan keputusan Nirina.Dia menangis dan Nirina dapat melihat itu dari lantai jendela kamar nya.
Saya tau kamu ada di rumah Nirina, semua keputusan mu akan saya Terima. Buka lah jendela kamar mu,supaya aku bisa melihat wajahmu untuk mengobati rasa rinduku.
Hening~~~~
Nirina tampak berfikir..
''Besok pagi saya akan kembali ke Singapura,ijinkan saya melihat mu.''Allan terus menatap setiap jendela di rumah itu, sebab dia tidak tahu dimana tepat nya kamar Nirina.
Lama Allan menunggu tetapi Nirina tak menjawab dan jendela pun tak ada yang terbuka.Allan pasrah jika memang tak ada lagi kesempatan untuk nya,mungkin dia harus berjiwa besar menerima kenyataan itu.Allan menurunkan ponsel yang ia tempelkan di daun telinga nya, cukup sudah dia bersabar untuk menunggu. Perlahan kaki melangkah untuk memasuki mobil nya.Tetapi dia ingin memastikan lagi dan melihat keatas.Allan terkejut melihat gadis yang dia rindukan berdiri di atas balkon menatap dirinya.Allan pun menempel kan ponsel itu dan mengatakan sesuatu untuk cinta nya.
''Terimakasih, wajah itu yang akan selalu ku ingat di setiap nafasku.''setelah mengatakan itu Allan pun menutup ponsel nya, lalu dia pergi meninggalkan kan rumah itu dengan hati yang hancur.
''Aku akan buktikan Nirina bahwa pikiran kamu itu salah, kamu pasti akan menyesal. ''Allan memukul stir mobil nya untuk mengurangi rasa sakit di hati nya,dia berteman untuk menunjukan semua yang Nirina lihat itu salah.
Tubuh Nirina bergetar, tangis nya pecah seketika dengan kepergian Allan. Dia menangis sesenggukan di balik bantal. Hati nya pedih sangat pedih dan teriris.
Hiks hiks hiks...
Nirina menangis sampai lelah dan tertidur. Berharpa ketika dia bangun semua akan kembali seperti semula saat semua nya baik-baik saja.
Di tengah kesibukan nya Ayu menerima pesan dari Allan, Ayu pun terkejut membaca nya.
''Ayu ,saya akan berangkat ke Singapura malam ini.Tolong jaga Papa ya,dia suka lupa makan jika sibuk dan ingatkan untuk mengkonsumsi vitamin nya. Jangan khawatir dengan ku.''
Ayu langsung menghubungi Allan sebab dia khawatir jika terjadi sesuatu.
__ADS_1
''Halo Kak,mengapa kamu kembali secepat ini.?kamu baik-baik saja kan.?'' dapat Allan sadari jika Ayu begitu khawatir dengan nya.
''Saya baik Ayu, Nirina tetap ingin pisah dan saya bisa apa.Saya akan mencari bukti ke salah pahaman ini karena jika tak ada bukti Nirina tetap tidak akan percaya.''
''Baik lah kak, jaga dirimu dengan baik tidka perlu mengkhawatirkan Ayah aku akan menjaga nya.''kata Ayu.
Sejenak Ayu termenung,sudah seminggu bini dia menahan rindu dan kesal pada Willi.Ayu tau pasti setia hari Willi memantau dirinya melalui supir yang setia mengantar nya.Sementata Ayu tidak pernah tau apapun,jika bukan dengan Willi sendiri dia berkomunikasi.
''Aku harus melakukan sesuatu.''Ayu tersenyum licik.
Sepulang dari kampus Ayu mampir di sebuah kafe,dia sudah ada janji dengan seseorang. Orang yang dia temui seorang laki-laki muda dan tentunya tampan.pria itu adalah teman kampus Ayu, bisa dik bilang dia juga naksir dengan Ayu yang sangat manis itu.
''Ayu, terimakasih sudah menerima ajakan ku untuk makan malam.''kata pria itu.
''Iya Vid,makasih juga traktiran nya.''pria itu bernama David teman satu kelas Ayu.
''Kegiatan amal Minggu depan kamu tidak Yu. ?''
''Yang penting setor muka, udah kelar kan. ''kata David dengan tawa riang nya.
Ayu pun ikut tertawa dengan saran kocak dari David. Dapat Ayu sadari jika supir nya itu telah merekam dan mengambil foto nya yang sedang bahagia bersama David.
''Sudah ku duga.''Ayu menaikan sudut bibir nya menyadari itu.Dia memang sengaja memilih tempat duduk yang dapat terlihat dari luar sebab dinding nya terbuat dari kaca.Dengan itu supir akan bisa melihat dan melaporkan itu semua pada Willi.
Setelah pulang Ayu bersikap biasa saja seperti tidak ada kejadian apapun,dia juga merasa tidak melakukan kesalahan.Perlahan Ayu sadar jalan yang ia lewati bukan lah bukan lah jalan pulang ke apartemen nya.
''Pak kita mau kemana.. ?''Ayu bertanya
''Nanti anda akan tau Nona.''Ayu menyipitkan mata nya, dia menyadari pasti ini semua perintah Willi.
Ayu duduk dengan tenang,pasti Willi marah melihat apa yang terjadi didalam kafe
''Mudah sellau memancing mu Mas.Ayu tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Mobil itu perlahan masuk ke Apartemen milik Willi yang pernah Ayu tempati. Tempat yang menjadi saksi kedekatan mereka sampai cinta tumbuh bersemi di antar kedua nya.
Di loby sudah ada Cakra yang menunggu nya,Ayu sampai keheranan mengapa harus menyuruh Cakra menjemput nya.Apakah Willi takut Ayu akan kabur.Benar-benar lucu dan membuat Ayu tertawa puas di dalam hati nya.
''Pak Cakra anda di sini.?''Ayu menyapa Cakra,dalam hati Ayu tau apa maksud Cakra berada di loby.
''Kamu sudah sampai,ayo kita ke atas Willi sudah menunggu mu.''Ayu mengangguk pelan.
''Apa yang kamu lakukan.. ?.''Cakra bertanya di sela-sela perjalanan nya.
''Memang saya melakukan apa pak.?''Ayu pura-pura tidak tahu.
''Mana saya tau.. ''kata Cakra.
Setelah Ayu masuk ke dalam apartemen,dia duduk santai di sofa ruang tamu.Sementara Cakra menemui Willi di dalam.Tak berselang lama Cakra pamit pulang pada Ayu.
''Ayu Willi menunggu didalam, kamu masuk lah.Saya tidka lama di sini dan akan segera pulang.''
''Baik Pak.''Ayu begitu santai, walau dalam hati nya sedikit tegang memikirkan apa yang akan Willi lakukan.
Ayu mencari Willi di setiap ruangan tetapi tidak ada,di ruang kerja nya pun tidak terlihat wajah tampan yang sudah dia rindukan.Mata Ayu tertuju pada pintu kamar yang masih tertutup rapat, dia tau bahwa Willi pasti ada di dalam sana.
Ayu berdiam di hadapan pintu,dia bersiap untuk mengetuk nya.Menarik napas dengan lembut untuk menetralkan kegugupan nya karena sudah lama tak bertemu tanpa komunikasi apapun.
Perlahan pintu terbuka mengejutkan kedua nya, tangan Ayu pun masih menggantung di udara karena ingin mengetuk pintu.
Kedua mata mereka saling memandang, bertatapan tanpa berkedip,tampak jelas ada rindu di antara kedua nya.Tetapi ada kemarahan di balik mata indah Willi.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Jangan lupa berikan Like dan komentar nya,vote juga ya.
Pokok nya author pasti semangat kalau adi berikan hadian gratis.😄😄😄😄
__ADS_1