
Terbangun pagi hari melihat gadis yang di cintai ada didepan matanya membuat Willi begitu bahagia, apalagi setelah Ayu ngambek selama satu minggu, itu membuat nya seperti satu tahun tak berjumpa.
''Pagi sayang. ''Willi mengecup mesra pipi Ayu.
Mereka hanya tidur berdua ya tidak melakukan hal lebih yang merugikan bagi Ayu.
''Pagi Mas. ''
''Mandilah setelah itu kita sarapan. ''kata Willi dengan lembut.
Ayu pun beranjak turun dan pergi ke kamar mandi, Willi menyiapkan sarapan untuk Ayu. Hanya demi Ayu Willi terjun ke dapur, selama ini mana pernah dia melakukan itu semua, bahkan tidak pernah ada makanan di apartemen nya. Semenjak ada Ayu semua berubah, dapur apartemen nya sekarang penuh dengan camilan dan bahan makanan lain nya yang biasa di butuhkan Ayu.
Ayu tersenyum bahagia menghirup bau masakan, dan membuat perut nya keroncongan.
''Masak apa Mas.. ?''Ayu mengejutkan Willi.
''Makanan terenak untuk calon istriku. ''jawab Willi dengan begitu bahagia.
Melihat makanan yang terhidrasi di meja, Ayu bergegas untuk makan.
''Mas harus nya Ayu yang masak. ''Ayu merasa tidak enak.
''Mas juga ingin membahagiakan mu dengan memasak makanan untuk mu. ''Willi menyodorkan piring berisi makanan untuk Ayu.
Pagi itu mereka berdua makan pagi dengan romantis.
''Mas, apa tidak ada kesempatan untuk Allan, saat itu Allan mabuk dan bukan Allan yang mencium gadis itu tetapi sebalik nya. Saat ini dia sedang berusaha keras untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Aku menyesal kalian tidak mendengar penjelasan nya. ''Ayu tertunduk lesu.
''Sayang yang berhak memberikan kesempatan itu Nirina, dia pernah merasa di kecewakan di selingkuhi sampai dia kecelakaan dan koma beberapa tahun. Trauma itu sudah membekas di benak nya, tidak akan semudah itu Nirina akan percaya dan Mas pun tidak bisa memaksanya untuk memaafkan Allan. Menurut Nirina, apa yang dia lihat itu lah yang sebenar nya terjadi. ''Willi berusaha memberi pengertian pada Ayu.
__ADS_1
''Tapi Mas, kamu kan bisa menjadi perantara untuk mereka. ''Ayu merengek manja.
''Mas bisa mengatakan ini semua pada Nirina, tetapi kemarin dengan keadaan Nirina yang kacau, itu tidak lah mungkin.''Kata Willi.
Ayu pun pasrah, dia bingung harus bagai mana. Jika Willi saja tidak bisa apalagi dirinya. Melihat Ayu yang murung Willi merasa tidak tega , wajah imut nya terlihat kusut yang membuat Willi semakin tidak tega.
''Sayang, Mas pasti akan mengusahakan semua nya udah tuk mu. Tetapi kamu harus bersabar, karena tidak mudah untuk membujuk nya. ''wajah Ayu berbinar mendengar nya.
''Benarkah Mas, terimakasih.. ''Ayu memberikan kecupan mesra pada pipi Willi.
''Tidak begini sayang.. ''kemudian Willi meraih bibir mungil Ayu lalu mencium nya.
Lelaki memang suka memanfaatkan kesempatan, apa boleh buat Ayu pasti akan dengan senang menikmati nya.
Willi mengantar Ayu pergi ke kampus, tentunya dengan berjuta wangsit yang telah dia berikan.
Ingat sayang, jangan genit, jangan menggoda laki-laki dan jangan sampai tergoda. Jangan keluyuran kemanapun setelah kuliah, bilang pada Mas jika ada keperluan lain atau mendesak.
Di Singapura hati Allan yang hampa tanpa Nirina, tetap harus kuat menjalani kehidupan nya. Dengan tekat yang kuat dia menyeret wanita yang berani mencium nya, Allan akan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk meyakinkan Nirina.
''Mengapa kamu mencium ku, ingat aku shalat membencinya. ''ucapan Allan dengan mata yang merah karena amarah.
''Al, aku suka pada mu tolong jangan marah, aku begitu mencintai mu. Al kamu mau kan jadi pacar ku. ''kata Wanita itu.
''Bulshit, aku tidak pernah menyukai gadis mana pun kecuali kekasih ku. Menjauh lah dari ku dan kehidupan ku. ''Allan mendorong nya dengan kasar.
''Allan, Allan jangan seperti ini. ''tetapi Allan sama sekali tidka peduli.
Tentu Allan merekam semua pembicaraan itu, untuk dia jadikan bukti pada Nirina kelak.
__ADS_1
Setiap hari nya Allan menghindari teman nya yang menyebalkan itu, dia benar sudah tidak mau lagi berhubungan dengan nya dalam bentuk apapun.
''Nirina, aku begitu rindu apakah kamu merasakan rindu ini. ''batin Allan begitu menjerit.
Dalam beberapa waktu yang telah berlalu, kesedihan begitu masih terasa dalam hati Nirina dan Allan. Mereka masih terpaku pada perasaan yang yang masih membelenggu.
Allan masih di sibukkan dengan kuliah dan berbagai kegiatan kesehatan lain nya, sebagai seorang Dokter dia di tuntut harus selalu profesional walau apapun yang terjadi.
Allan belum mengirimkan bukti itu pada Nirina, dia ingin menyerahkan sendiri tanpa perantara apapun.
''Nirina, kamu mengapa akhir-akhir ini kelihatan lesu dan gak semangat juga. Apa kamu sakit.. ?''kata teman kantor Nirina.
''Tidak, hanya sedang datang bulan jadi agak tidak nyaman. ''jawab Nirina.
''Kamu membuatku kacau Allan, bagaimana ini aku merindukan nya. Mengapa kamu tidak musnah saja dari anti Allan, aku membencimu. !''maki Nirina di dalam hati nya.
Nirina membuka ponsel nya, dia membulatkan bola mata nya saat melihat pesan yang masuk.
''Setiap hari rindu datang menghampiri ku, tak pernah terlewatkan dalam setiap hembusan nafasku mengingat dirimu. Nirina, walau kamu tak mengharapkan aku lagi itu tak mengapa. Cinta ini akan selalu bersemi di dalam hati ku. Walau kamu menghapus ku dalam ingatan mu, walau kamu membunuh cintaku tanpa sisa, cinta ku akan selalu bersamamu. ''
Tes. !
Air mata Nirina pun mengalir, tak tahan merasakan sesak di dada nya, Nirina pergi toilet agar tak ad ayang melihat tangis nya.
Nirina mengunci dirinya di dalam kubikal, menangis menumpahkan rasa sesak di dada yang begitu menusuk nya.
''Allan..... hiks hiks mengapa sulit sekali, mengapa sakit nya masih sama, mengapa kamu menyiksa ku. ''Nirina duduk dia atas closet dan terus menangis.
Dirasa sudah cukup menumpahkan air mata nya, Nirina bangkit lalu menatap cermin besar yang ada di ruangan itu. Melihat wajah nya yang sembab dan kacau, dia segera membasuh nya dengan air segar.
__ADS_1
''Aku harus bisa, aku harus kuat. Nirina apapun yang terjadi kamu jangan pernah lemah, kamu harus selalu kuat. ''