
''Ibu,ini Pak Cakra atasan ku di tempat kerja.''Aku memberitahu ibu,supaya dia tidak penasaran.
Mereka pun saling sapa dan berkenalan,setelah menjemput mereka di hotel.Aku ketempat kos membereskan semua pakaian dan beberapa barang penting,sebenarnya aku sudah membayar samapi tiga bulan ke depan tapi apa lah daya demi keselamatan ibu semua itu tak berarti.
Pak Cakra termasuk orang yang sabar,menunggu kami membereskan semu barang yang ada.Untuk sementara aku membawa pakaian dan barang yang penting saja,yang lain bisa ku titipkan pada penjaga kos di sini.
Kami pun berangkat menuju apartemen Mas Willi, rasanya campur aduk saat akan kembali ke sana.karena sudah lebih dari tujuh bulan kau tidak berada di sana,ternyata sudah lama ya aku tidak bertemu dengan pemilik nya.
Pak Cakra mengantar kami masuk,tali dia tidak lama di sana.Apartemen ini masih bersih dan rapih,seperti di bersihkan setiap hari.
''Ayu ini rumah siapa,bagus sekali.?'' Aku bingung menjelaskan nya dnegan ibu.
''Bu ini rumah teman Ayu,aku menyewa nya untuk beberapa saat karena menurut Ayu, kita akan aman di sini.''
''Ibu dan Kakek pun mengerti dengan penjelasan ku,'' mereka juga terlihat nyaman berada disini.Aku pun seperti bernostalgia berada disini,setiap sudut tempat ini mengingatkan ku dengan Mas Willi.Saat makan,saat dia mengirimkan belanjaan yang sangat banyak,saat tumpukan buku memenuhi ruang tv saat aku belajar.Semua ucapan nya saat ada disini, ungkapan cinta yang dia ucapkan saat itu pun masih teringat jelas oleh ku.Saat pertama melihat nya di kantor sebagai presdir,bagaimana wibawa nya dia saat bekerja.Semua terpampang nyata didepan mata ku,aku tak kuat menahan nya dan masuk kedalam kamar Mas Willi sementara Kakek dan Ibu dikamar ku.
Di dalam kamar Mas Willi,aku merasa ada sosok nya di dalam sini.Berada disini sungguh menyiksa ku,karena aku merindu pada seseorang yang bukan lagi milikku.ku peluk erat bantal guling yang biasa ia pakai,aku terduduk di kasur yang biasa ia gunakan saat tidur.
Aku menangis merindu mu Mas Willi,hatiku sakit berpisah dari mu.Apa kamu tau aku mengalami banyak hal selama kamu tidak ada,ini tidak mudah Mas apalagi tanpa kamu.Terimaksih kamu masih menyediakan tempat untuk ku disini,mas willi aku ingin memeluk mu.
Ku pandangi foto nya yang di tempel di dinding,yang bisa ku lihat dengan jelas dari tempat tidur.Aku bercerita padanya tentang keadaan ku yang rapuh, bodoh memang.. karena foto itu tidak akan pernah merespon ku sampai kapan pun.Karena lelah dan menangis aku tertidur.Beruntung nya kamar ini memiliki peredam suara jadi ibu dan kakek tidak akan mendengar,suara tangis dan ''teriakan gila ku.''
Pagi hari aku terbangun disambut oleh foto tampan nya,setidak nya mengurangi rasa rinduku pada nya.Setelah semua beres aku belanja di supermaket apartemen ini,untuk keperluan ibu dan kakek.
__ADS_1
Aku pun kembali bekerja seperti biasa,setidak nya hatiku lebih tenang meninggalkan Ibu di sana. Aku pun lebih fokus dalam bekerja,karena pikiran ku jauh lebih tenang.Dlaam beberapa hari aku tidak bertemu dnegan Allan dan Om Damian,aku sengaja melakukan ini karena Oma tua itu pasti akan lebih nekat.
Tak terasa satu minggu sudah aku berada di apartemen,aku pun lebih banyak menghabis kan waktuku di rumah.Karena keselamatan keluarga itu lebih penting,aku juga sudah tidak datang ke kampus dalam satu bulan ini.Semua tugas kampus aku selesai kan di rumah dan ku kirim semua tugas melalui online.
Semua keadaan masih aman dan terkendali,tak ada hal dan keanehan yang terjadi.Tetapi aku tetap waspada,karena musuh bisa menyerang kapan saja.Setiap hari nya Ibu dan Kakek hanya di apartemen,seperti aku saat dahulu menginjakkan kakiku disana.Tapi mereka betah walaupun,hanya di dalam rumah dan menonton tv saja.Karena ibu belum mau keluar rumah,dia masih trauma jika ada yang menyakiti nya lagi.
''Allan menghubungi ku siang ini,dia menanyakan keberadaan ku sekarang.Dia bilang pagi tadi mengunjungi rumah kos ku,tapi tidak menemukan siapapun.
''Ayu,kamu sekarang tinggal dimana,?mengapa penjaga kos berkata kalau kamu sudah pindah.'' Aku menjawab iya, bahwa aku memang sudah pindah,
Allan begitu terkejut mendengar nya,karena memang aku tidak memberitahunya sama sekali.
Aku tidak mau Allan tahu,kalau aku tinggal di apartemen nya Mas Willi saat ini.
''Allan aku tinggal ditempat yang menurutku aman untuk Ibu dan Kakek.''Allan pun mengerti dan tidak bertanya lagi.
''Ayu istirahat nanti bisakah kita bertemu,?''kata Allan.
''Maf Allan siang ini aku ada agenda bertemu klien,jadwal Pak Cakra padat hari ini.
Allan pun mengerti,satu minggu ini aku memang sesekali saja berkomunikasi dengan nya.Begitu pula dengan Om Damian kami hanya berkabar sesekali saja,mungkin karena dia juga sibuk sama seperti ku.karena sebenar nya aku pun tidak menarik diri dari mereka kecuali Ibu.
Aku pulang kerja saat hari menjelang gelap,Pak Cakra ingin mengantarku pulang.Kami menunggu di supir datang di loby,ternyata Allan pun datang menjemput ku
__ADS_1
''Cakra apa kabar,?''kata Allan
''Hai Allan aku baik,kamu tumben ada perlu apa.?''
Pak Cakra bersandiwara,aku yakin dia pasti tau kalau Allan pasti ingin menjemput ku lah.
''Saya ingin menjemput Ayu.''Pak Cakra tersenyum.
''Wah sayang sekali Allan,Ayu masih ada acra diluar dengan saya.''Aku lihat Allan agak terkejut sih dengan jawaban atasan ku ini.
''Oh begitu,maaf Ayu aku tidka tau kalau kamu masih ada pekerjaan.'' Allan kecewa aku tahu itu.
''Maaf ya Allan,aku tidak tau kalau kamu ingin kemari.Jadi aku tidka mengabari mu soal ini.'' Tidak Ayu,saya yang tidak memberitahu kamu jika ingin kemari..
Setelah berkata Allan pun pamit pulang,aku dak Pak Cakra masuk kedalam mobil untuk pulang.
Pak Cakra mengapa berkata seperti sama Allan,kita kan tidka ada pekerjaan sekrang.Kan saya jadi tidak enak dengan nya,apa bapak tidak lihat dia kecewa lho dengar ucapan bapak.
''Ayu,kalian kan tidak janjian,Salah Allan dong mengapa main datang saja,kalau dia memberi kabar kan enak'' Pak Cakra justru tertawa,menurut nya Allan lucu mungkin.
''Sebenar nya aku cuma ngerjain Allan tadi,bagus nya dia percaya padahal aku sudah menahan tawa di loby.'' Aku pun tertawa mendengar ucapan Pak Cakra.
''Astaga pak,iseng sekali sih..'' Kami pun tertawa bersama.
__ADS_1