Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
111.Berikan Penjelasan.


__ADS_3

Nirina tak berselera makan,bekerja pun terasa malas pikiran nya hanya terpusat pada Allan,walaupun dia tahu Allan baik-baik saja tetapi perasaan nya tidak akan semudah itu hilang.Walau bibir nya mengatakan benci dan kecewa tetapi hati nya tidak,Nirina masih sangat mencintai Allan.Hanya rasa kecewa dan pengkhianatan itu sangat di benci oleh nya.


''Allan andai kamu tidak menyakitiku pasti kita tidak akan seperti ini,Allan hiks hiks.''Nirina menangis dalam diam.


Willi pun sama galau nya seperti adik nya,dalam beberapa hari Ayu tak pernah sekalipun memberi kabar. Willi sebenar nya tau Ayu kemana dan melakukan apa sebab supir yang yang mengatur itu adalah anak buah nya, memang tidak ada hal aneh yang di lakukan Ayu semua sama seperti biasa nya.Tetapi Willi tak berniat menghampiri Ayu di manapun dia berada, yang pasti mengetahui keadaan orang tercinta nya itu aman itu sudah cukup.


Yang mengusik perasaan Willi mengapa aku gak memberi kabar sedikitpun, biasanya walau pun marah tetapi Ayu akan tetap bersikap manis dan menggoda Willi agar tidak marah.


''Rasa rindu dengan gadis kecilku.''Willi menatap foto nya dengan Ayu.


Ayu menjemput Allan di rumah sakit karena dia sudah di perbolehkan untuk pulang,Ayu tidak sendiri tetapi di temani Damian.


''Ayah,lebih baik Kakak di bawa ke apartemen ku saja.''Ayu pikir di rumah ada Ibu nya dan kakek yang bisa merawat Allan.


''Jangan nak, nanti akan merepotkan Kakak dan Ibu mu.Boar Ayah bawa dia pulang ke rumah saja,di sana banyak pelayan yang mengurus nya.''kata Damian.


''Biar Allan pulang ke Apartemen Allan saja Pa.''Ucap Allan yang memang sudah merasa nyaman di Apartemen milik nya.


''Sudah Allan kamu jangan banyak bicara,menurut saja.''Damian tetap pada pemikiran nya yang akan tetap membawa nya pulang ke rumah.


Tak lama mereka sampai di rumah Damian,Ayu pun ikut serta.Rumah besar dan megah itu terasa sepi karena hanya Damian saja yang menempati.


''Istirahatlah kak supaya kamu cepat sembuh.''kata Ayu menyuruh Allan berbaring


''Saya ini Dokter,Ayu.Jadi saya tau seperti apa kondisi badan saya, sekarang saya sudah sehat kamu tak perlu khawatir lagi.Sore nanti saya akan menemui Nirina saat dia pulang dari kantor nya, apa kamu mau menemani ku. ?''Allan masih bersikeras untuk bertemu Nirina.


''Tidak sekarang kak,biar kesehatan mu pulih total baru kamu boleh pergi kemanapun.''Ayu melarang Allan keluar rumah.

__ADS_1


''Tapi Ayu... ''Allan tak setuju.


''Kalau sampai Mas Willi menghajar mu lagi mungkin kali ini kamu tidak akan selamat, jadi menurut saja dengan ku.''Ayu menyelimuti tubuh Allan agar dia tidur dengan nyaman.


''Ya ampun, mengapa kamu memperlakukan kakak mu ini seperti orang penyakitan Ayu.''Allan merasa lucu dengan tingkah adik besar nya itu.


Ayu tertawa dia juga merasa lucu melihat diri nya memperlakukan Allan seperti itu.


''Sudah kamu jangan bawel, sekarang aku harus kembali karena masih banyak tugas kampus yang belum selesai.''Ayu berlalu pergi dan hilang dari pandangan Allan.


Ayu pamit dengan Damian yang sedang duduk menatap layar komputer di ruang kerja nya.


''Ayah,Ayu pamit takut telat ke kampus.''Damian menahan nya.


''Duduk lah sebentar.!''Ayu pun menuruti kemauan Ayah nya.


''Tinggal lah di rumah ini, temani Ayah. Jika Allan sudah pergi ke singapura pasti rumah ini kaan sepi kembali.''Wajah Damian murung, doa sangat ingin tinggal bersama anak perempuan nya.


''Bawa mereka turut serta.''kata Damian.


''Itu tidak mungkin,Ibu juga sudah berpisah dengan Ayah tidak mungkin kalian tinggal bersama. Rumah ini milik nenek sihir itu,aku tidak mau di sini karena aku membenci nya''Ayu tak suka dengan rumah mewah itu, karena rumah itu milik nenek nya yang jahat.


''Baiklah Ayah tak memaksa. ''Damian tersenyum getir.


Ayu pun pergi keluar dari rumah itu, Damian merasa sedih.Ada sakit di hati nya mendapatkan penolakan dari anak nya sendiri.


''Ayah akan merebut hati Ibumu kembali nak,Ayah janji dengan diri sendiri untuk membawa kalian berkumpul bersama di rumah ini.Menjadi keluarga yang utuh dan bahagia.''besar harapan Damian untuk berkumpul kembali dengan keluarga yang ia cintai.Apalagi hati nya masih tertanam cinta yang kuat untuk Maira.

__ADS_1


Hari-hari telah berlalu,Allan tak bisa menemui Nirina.Di kantor dia tak bisa menemui nya sebab pihak kantor mengatakan jika Nirina tengah mengambil cuti kerja.


''Kemana lagi harus kutemukan kamu Nirina,di rumah kamu tak bersedia menemui ku di kantor kamu pun tak ada.''Allan sangat bersedih.


''Ayu bagaimana dengan Willi,apakah dia masih marah dengan mu.?''Allan bertanya.


''Ya masih,dia memang seperti itu dia memang seperti itu,bahkan dia pernah menghilang dalam waktu yang lama jadi itu sudah biasa.''Allan menatap Ayu dengan heran, biasa bisa adik nya itu santai saja di saat hubungan gan dalam keadaan tidak baik dengan Willi.Tidak seperti dirinya yang kalang kabur ketika Nirina marah tak mau bertemu.


''Kamu mengapa setenang ini,di saat hubungan kalian bermasalah.?''Allan ingin tau,supaya dirinya pun bisa bersikap seperti Ayu.


''Aku sudah mengalami hal yang lebih menyakitkan dari ini, ujian cinta kami tidak lah mudah dan harus di bayar dengan nyawa, Jadi aku yakin kami akan baik-baik saja.Kamu berjuanglah agar Nirina bisa melihat kesungguhan mu.''


Mendengar cerita Ayu Allan semakin termotivasi untuk memperjuangkan cinta nya.Dia mendatangi kediaman Nirina untuk menemui wanita tercinta nya itu.


Allan tidak di perbolehkan masuk, penjaga rumah mengatakan bahwa Willi melarang nya untuk masuk dan Nirina tidak berada di tempat.Tetapi Allan tidak peduli dia tetap berdiri didepan pagar rumah itu tidak peduli terik nya sinar matahari menerpa kulit nya.Siang berganti sore Allan menunggu tetapi Nirina tak kunjung datang.Terang berganti gelap Allan masih tetap setia menunggu,sampai terlihat mobil Willi datang menandakan bahwa dia telah kembali.


Willi menurunkan kaca mobil nya,dia melihat Allan dengan tidak suka.


''Pulang lah, tidak akan ada guna nya kamu di sini Dokter.Jangan sampai saya lepas kendali dan menghajar mu.''Willi tak memberi kesempatan Allan untuk bicara dia menutup kembali kaca mobil nya dan berlalu masuk kedalam rumah.


''Wil, Willi... !''Allan berteriak memanggil tapi tak di hiraukan.


''Ma dimana Nirina.?''Willi mencari adik nya.


''Ada di kamar.''kata Mama.


Willi menemui Nirina didalam kamar nya.

__ADS_1


''Buka pintu nya.''Nirina membuka pintu sesuai permintaan Kakak nya.


''Temui dia, untuk apa kamu menangis di sini, itu tidak akan ada guna nya. Keputusan apa pun ada di tangan mu, kakak akan mendukung apapun itu. Temui dia dan berikan penjelasan, jangan membuat semua nya menjadi tambah rumit.''Willi pergi setelah memberikan nasehat,dia tidak mau mendengarkan penjelasan adik nya. Sebab Nirina juga sudah dewasa dia harus bisa memutuskan semua nya sendiri.


__ADS_2