
Setelah mendapat restu Damian segera mempersiapkan pernikahan nya dengan, Maira. Tak perlu menunggu waktu lama, bagi Damian untuk kembali menikahi, Maira. Tetapi sebelum semua acara itu berlangsung Damian berniat menemui Mama nya untuk memberitahukan kabar tersebut. Entah di restui atau tidak, yang jelas usaha terlebih dahulu. Karen sudha tebiasa di kecewakan Damian pum tidak berharap banyak.
''Ma, Damian ingin menikah kembali dengan, Maira. Damian harap untuk sekarang Mama merestui kami, tapi jika tidak mau aku tak akan memaksa.'' di sini lah Damian, di kantor polisi menemui Mama nya.
Mendengar kabar itu membuat Mama nya agak terkejut, rupanya anak nya itu tidak pernah menyerah dengan cinta nya pada Maira. Lalu apa yang mampu di lakukan oleh, Erika. Di umur yang sudah tidak muda lagi, apalagi mendekan di balik jeruji besi. Mampu bertahan sampai selesai masa hukuman saja itu sudah merupakan keberuntungan untuk nya.
''Semoga kalian selalu bahagia, semoga pernikahan kali ini sampai akhir usia, Dam. Mama merestui pernikahan kalian yang sekarang. Sampaikan permintaan maaf Mama pada, Maira ya. ''akhir nya restu terucap juga dari mulut Erika.
Damian tentunya terkejut mendengar itu, setelah dua puluh tahun lebih barulah terdengar restu dari mulut Ibu nya.
''Terimakasih Ma, atas restu nya. Akan ku samapaikan permintaan maaf mu, pada Maira. Jika Mama mau akan Damian bawa dia kemari. ''
''Tidak.... !''
''Tidak Damian, Mama tidak punya muka untuk bertemu dengan, Maira. Sudah banyak luka yang Mama berikan pada nya, sungguh Mama tidak sanggup. '' Erika menunduk lesu dengan sejuta penyesalan nya.
''Baiklah Ma, Damian mengerti maksud Mama. Kaga kesehatan mu di sini. Damian harus pergi. Karena masih banyak sekali urusan yang harus di selesaikan. ''
Damian akhir nya pergi meninggal kan Mama nya. Erika melihat punggung anak nya pergi menjauh dari pandangan nya. Ada sesal dalam hati nya, di pernikahan Damian dengan Maira yang kedua kali, dirinya tidak berada di samping putra nya.
''Maafkan Mama, Damian. Semoga pernikahan mu kali ini bahagi selama nya, maafkan Mama yag sudah memisahkan kalian. '' air mata Erika lolos begitu saja tanpa rasa malu, Erika yang egois dan angkuh akhir nya mengakui kesalahan nya. Bahwa dirinya lah yang sudah menghancurkan putra nya sendiri. Sekarang tinggal sesal yang melanda hati nya.
Setelah mempersiapkan segala hal, akhir pernikahan Damian dan Maira pun di gelar. Mereka menikah di sebuah masjid dengan begitu sederhana, pernimahan itu hanya dihadiri oleh keluarga inti saja dan para saksi tentu nya. Karena usia mereka yang sudah tiak muda lagi, membuat mereka melaksanakan pernikahan yang sederhana. Sebenar nya Damian ingin membuat pesta meriah. Dulu pernikahan mereka yang pertama pun di gelar dengan sangat sederhana, bahkan tanpa restu dari, Mama nya dan kali ini Damian ingin memberikan pesta yang berkesan bagi maira. Tetapi Maira justru menolak karena malu dengan usia yang menurutnya tidak sepantas nya berhura-hura.
''Kebahagian pernikahan itu, bukan terlijat dari mewah nya pesta pernikahan. Tetapi bagaimana kita menjalani nya, dan dengan siapa kita kita mengarungi nya. '' itu kata Maira.
Ayu dan Willi tentu hadir di sana, begitu juga Allan dan Nirina. Mereka menyaksikan pernikahan orang tua nya dengan perasaan yang haru dan bahagia.
__ADS_1
''Ayah, Ibu .'' Ayu memeluk kedua orang tua nya, di temani airmata bahagia yang terus membasahi pipi nya. Ayu tak mampu berkata apapun. Sunghuh dia sangat bahagia. Di usia nya yang sudah dua puluh dua tahun lebih, dia barus bisa melihat kedua orang tua kandung nya bersatu.
''Maafkan Ayah nak, baru kali bisa menyatukan keuarga kita kembali.
Allan pun turut memeluk keluarga baru nya, kini dia kembali memiliki Ibu yang baik. Ayu yang pernah ada di hati nya kini status nya telah menjadi adik bagi nya. Tentu nya kebahgaian Allan sudah lengkap, apalagi ada kekasih yang menemani hari-hari nya kini.
''Will kapan kamu halalin Ayu.. ?'' tiba-tiba
''Tunggu waktu nya saja. '' jawab Willi dengan santai nya.
''Jangan terlalu laam Wil.. !''
''Memang nya kenapa.. ?'' Willi mengerutkan kening nya.
''Karena aku juga ingin halalin Nirina. ''kata Allan.
''Apa yang kemarin belum menunjukan keseriusan ku.. ?''
''Belum... '' enteng sekali Willi menjawab.
''Astaga sayang Kakak mu kejam sekali.. !''
Nirina tertawa mendengar ocehan Allan yang menurut nya begitu lucu. Sebab Nirina tahu kakak nya hanya menggoda Allan saja. Bukan hanya Nirina saja, semua keluarga tertawa geli melihat Allan termasuk Mama Nirina..
Kini Maira dan Ayu tinggal di rumah yang sudah di siapkan Damian, tentunya kakek pun ikut serta. Walau berat, mereka akhir nya meninggalkan apartemen Willi yang sudah di tinggali selama ini.
Rumah mewah yang Damian beli sengaja dia persembahakan untuk istri dan putri nya. Sedangakan rumah yang di tempati bersama Nesia itu adalah rumah Mama nya, tentu nya rumah itu akan dia berikan untuk Allan.
__ADS_1
''Sekarang Bapak tinggal disini, bersama kami. Allan dan Ayu pun di sini tidkq boleh tinggal di luar rumah ini. Saya senang bisa berkumpul dengan orang-orang yang saya sayangi, dan saya pasti akan berusaha dengan keras untuk membahagiakan Maira dan Ayu Pak. '' Damian berkata dengan sungguh-sungguh di hadapan Kakek Ayu.
''Saya percaya pada mu, tolong jangan menyakiti anak ku lagi. Jika dia memilih mu, maka Baoak akan menerima mu dan mempercayai mu. ''
''Terimakasih Pak, sudah kembaki menerima saya yang penuh dengan kekurangan ini untuk membahagiakan Maira.'' Danian memeluk Bapak mertua nya dengan haru.
Malam ini adalah malam pertama bagi Damian dan Maira. Malam ini juga malam pertama bagi seluruh mereka menempati rumah itu, karena Damian langsung memboyong keluarga nya ke rumah baru.
''Kak..''
''Hem... ''jawab Allan dengan singkat.
Kamu kenapa di kamar ku, ''keluar sana kembali kekamar mu sendiri..!'' Ayu mengusir Allan, sebab diri nya sudah megantuk.
''Ayolah Yu, masak kamu tidak peka sih. ''Allah mengeluh.
''Memang nya peka dengan apa sih Kak. ''dengan polos nya Ayu menjawab.
Astaga Aaayu....! ''Kamar ku itu bersebelahan dengan kamar, Papa dan Ibu. Sekarang mereka lagi malam pertama setelah sekian tahun berpisah. Apa kamu ingin membuat ku tersiksa, mendengar suara erotis kenikmatan dari mulut mereka. ''
''Opppps '' Ayu menutup mulut nya.
''Ya maaf, aku tak memikirkan ke arah sana hee.'' Ayu cengengesan tanpa dosa.
''Pasti mereka tengah memadu kehangatan saat ini. '' kemudian Allan melamun hanyut dalam pikiran nya sendiri.
''Prok..... '' Ayu mengagetkan Allan dengan bertepuk tangan.
__ADS_1