
''Saya akan mendukung apapun yang akan kamu lakukan Wil,''jika membawa Ayu ke sana adalah jalan terbaik kenapa tidak.Berjuanglah,karena semua akan percuma jika tiada perjuangan.Saya yakin Ayu akan bangga dengan semua perjuangan mu
Cakra menepuk bahu Willi,untuk memberi dukungan dan kekuatan.
''Terimakasih Cak,beritahu Sera untuk membantu saya mengurus semua nya.'' Kata Willi.
''Siap'' Jawab Cakra.
Wil,sebenar nya Sera ada disini dai bilang akan melihat Ayu.Cuma sekarang dia sedang menjalan kan tugas daru saya,apakah dia boleh masuk.
''Boleh lah Cak..pastikan keadaan aman .!''Ucap Willi.
Tak lama dari itu,Cakra memberi tahu Sera untuk masuk kedalam ruang perawatan Ayu.Tetapi Sera tak kunjung datang dan tidak memberi kabar apapun,sehingga membuat Cakra bingung dan khawatir.
''Kemana Sera,kenapa lama sekali?'' Cakra sudah menunggu Sera.
''Kamu susul dia saja Cak,takut nya terjadi sesuatu.''Perintah Willi.
Cakra pun mengikuti perintah Willi untuk mencari Sera,ketika dia membuka pintu justru bertabrakan dengan Sera.
''Astaga..!''Sera terkejut.
'' Sera,kamu..!''Cakra gregetan dengan Sera.
''Maaf pak,''Ucap Sera sambil tersenyum meledek Cakra.
Sera pun masuk dan langsung melihat keadaan Ayu,Sera bersedih melihat Ayu seperti itu.
''Ayu mengapa seperti ini,kamu orang baik semoga kamu lekas sembuh ya dan bisa segera sadar.
''Sera ada pekerjaan yang harus segera kamu urus, Ayu akan berobat keluar negri segala keperluan nya kamu harus siapkan.Saya tidak mau ada yang terlewat,setelah semua lengkap kabari saya.'' Ucap Willi dengan wajah yang sendu.
''Baik Pak Willi,akan segera saya urus.''Jawab Sera.
Setelah itu Cakra dan Sera pun pulang,banyak tugas yang harus mereka kerjakan.Mereka berdua memiliki tugas masing-masing dari Willi.
''Sera,apa kamu berhasil tadi..?''Cakra menanyakan hasil,yang dikerjakan Sera saat di rumah sakit.
''Berhasil lah Pak,video nya akan saya kirim.''Sera pun mengirimkan Video yang di minta oleh Cakra.
__ADS_1
Bagus Sera,kamu memang bisa ku andalkan. Sekarang bukti sudah semakin kuat.Mereka pasti akan segera ku musnahkan,agar tidak menjadi parasit lagi.
''Wah pak,apa bapak yakin kalau mereka itu parasit menurut saya mereka manusia kok.?'' Ucap Sera dengan senyum usil nya.
''Diam kamu Sera,.!ini kan hanya perumpamaan mengapa mesti dibahas sih.?'' Cakra kesal karena Sera hobi sekali meledek nya.
Haaaaaaa haaaaaaaa.
Sera tertawa puas karena berhasil menggoda Cakra.
Esok hari Willi kembali kerumahnya,sudah satu minggu dia meninggalkan keluarganya.Dia yakin Mama dan Adik akan ngomel setelah dia pulang, tapi Willi tidak peduli karena hobi mereka memang seperti itu.
''Selamat Pagi Mama,Nirina'' Willi menyapa mereka yang sedang bersantai.
''Ini sudah hampir siang kak,bukan pagi lagi.!''Jawaban ketus Nirina.
willi tidak menjawab lagi dia segera berjalan menuju kamar nya,membuat Nirina semakin kesal dibuat nya.
Ma lihat kakak langsung saja ke kamar,duduk kan bisa ngobrol sebentar.Menanyakan kabar saja tidak apa maksud nya.?
''Memang dia seperti itu,''biarlah dek mungkin kakak mu lelah,kamu lihat sendiri kan wajah nya kusut seperti tidak tidur.Pasti kerjaan nya banyak,sampai dia harus lembur dan kurang tidur.
''Kalau saja Nirina sudah bisa jalan ma,tidak akan ku lepas kan dia begitu saja.?''Nirina tetap tidak terima.
Jangan membuat keributan dengan kakak mu, biarkan dia istirahat.Kakau dia lelah dan banyak beban pekerjaan,biasanya Willi gampang tersulut emosi nya.Mama tidak mau nanti kamu kena marah,
ujung-ujung nya nangis kalai ribut sama kakak nya.
''Gak bakalan Ma.''
''Terserah kamu.!'' Jawab Mama.
Didalam kamar nya,Nirina menghubungi Willi lewat telfon kamar pribadi nya.Dia sudah ingin sekali bicara pada Willi,banyak yang ingin Nirina tanyakan tentunya.
''Halo..'' Willi menerima telfon adik nya.
''Kak,ke kamar ku sekarang...!''Kata Nirina.
Tak lama Willi pun turun menemui adik nya dikamar,
__ADS_1
karena dia menyadari jika Nirina belum mampu berjalan,jadi willi pun datang menuruti perintah adik nya.
''Kenapa dek,apa hal penting menyuruh kaka ke sini.?'' Ucap Willi yang dudu di samping adik nya
''Pertanyaan mu tidak lucu kak,''kamu sudah seminggu tidak pulang tanpa kabar lho.Aku ini khawatir,kangen apa aku dan mama di rumah tidak berarti bagimu.Mungkin Mama terbiasa tapi aku tidak,tapi Nirina tau sebenar nya didasar hatinya Mama pun khawatir sama seperti aku.Hanya saja dia berusaha menutupi nya,dimana pikiran kakak sampai bertingkah seperti itu ?
''Maaf dek,kakak tidak bermaksud seperti itu''Kata Willi.
''Selama aku sakit,''kamu juga sering seperti ini kan.
Apa tidak kasian Mama sendiri di rumah,Mama pasti sedih dan kesepian selama aku sakit karena anak nya tidak peduli dengan nya.
Nirina mengungkapkan kekecewaan nya pada Willi.
Dek jika kakak pergi pasti mengabari Mama setiap hari nya,juga memantau keadaan mu.Setiap hari Kakak komunikasi dengan Mama,kecuali jika sedang kesal karena Mama saat itu sellau saja membahas Andhara setiap hari nya.
''Tapi sekarang tidak ada kabar sama sekali kan.?'' Jawab Nirina dengan tatapan sinis nya.
Maaf,kemarin Kakak sedang kacau dan tidak ingin diganggu.Sekarang kan kakak sudah pulang,janji deh besok-besok akan selalu kasih kabar.Jangan cemberut gitu,nanti kamu lama sembuh nya karena obat orang sakit itu adalah bahagia.
Willi mencoba menggoda adik nya.
''Ada masalah apa,kenapa bisa sampai begitu ?'' Nirina bertanya lagi.
''Kamu ini seperti pengacara saja,tidak berhenti bertanya.'' Kata Willi.
Mengapa kanu tidak mau bercerita kak,aku juga ingin tau apa masalah mu.Jangan jadikan aku adik yang bo*oh,karena tidak tau apa-apa tentang masalah kakak nya aku ingin tahu.
''Besok kamu ikut kakak,biar kamu tahu..!''Willi memegang bahu adik nya agar tidka marah lagi.
''Oke'' Jawab Nirina.
Malam ini Willi tidur di rumah nya,dikamar dia hanya memikirkan Ayu.Walau raga nya di rumah tetapi hati dan pikiran nya,bersama Ayu selalu.
''Ayu seandainya saat ini kamu bersama saya di sini,tersenyum bercanda,pasti kamar ini akan berwarna tidak sepi dan sunyi seperti hati ini.''
Setiap ingin tidur bayangan Ayu seakan ingin masuk kedalam mimpi nya,bukannya Willi tidak mau memimpikan Ayu.Tetapi dia takut jika mimpi nya akan sama seperti saat lalu,batin nya masih hancur jika mengingat nya.Dia tidak akan pernah siap kehilangan Ayu,Walaupun hanya dalam mimpi.
Entah jam berapa Willi tidur,dia terbangun karena Nirina yang membangun kan nya.Dia menagih janji karena Willi ingin mengajak nya pergi.
__ADS_1