Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
119 Allan kritis.


__ADS_3

Dor......


Peluru itu mengarah tepat pada bahu Nesia dan pisau yang di pegang perlahan terpental.


Tubuh Nesia lunglai, menahan sakit dan banyak sekali darah yang mengalir. Sementara Cakra segera menghajar dua preman itu di bantu anak buah nya. Willi yang masih menggenggam pistol, segera menyelamatkan Nirina. Damian mengamankan kan Nesia, dengan mengikat tangan dan kaki nya.


Tubuh Allan di bawa ke rumah sakit boleh Damian. Andhara di bawah ake kantor polisi beserta anak buah nya. Begitu pula dengan Nesia. Cakra dan anak buah nya telah berhasil membawa semua komplotan kejadian itu ke pihak yang berwajib.


Andhara meronta dan berteriak, dia tidak Terima kalah telak.Dia tidak sudi di penjara dia akan melakukan apapun agar bisa keluar dengan mudah.


Nirina dan Allan mereka berdua tengah di rawat di rumah sakit. Keadaan kedua nya sangat memprihatinkan kan, penganiayaan yang di alamat Allan sangat parah. Bahkan lebih dari yang Willi lakukan pada nya.


Nirina tidak hanya mengalami luk di tubuh, psikis nya juga terganggu. Dia mengalami trauma berat dan ketakutan yang luar biasa. Nirina tidak bisa ditinggal seorang diri, harus ada yang menjaga dan menemani nya. Sebab jika dia terbangun tidak ada seorang pun di sisi nya makan dia akan berteriak dan menangis histeris.


''Ma, ada yang harus Willi sampaikan pada Mama. Nirina di rumah sakit Ma.. ''Mama Willi seketika melonjak kaget.


''Ada apa dengan nya. ?''Mama sangat terkejut.


Perlahan Willi menceritakan apa yang di alami adi nya. Mama pun tak percaya dengan semua itu, dia menjadi ibu yang begitu bodoh karena tidak tau apa yang sedang di alami putri nya. Dia justru shoping makan-makan dengan teman arisan sosialita nya.


Mama menangis sesenggukan, dan Willi pun menenangkan nya.


''Ma bersiaplah menjaga nya, Nirina butuh Mama. Nanti Tante Maira juga akan menemani Mama. karena Ayu pasti akan sibuk menjaga Allan, dia juga kritis sekarang. ''


''Allan kritis, ada apa ini. ?'Mama semakin panik.


''Dia terluka saat menolong Nirina Ma, Kami berhadapan dengan banyak penjahat di sana. Cerita nya panjang Ma, nanti Mama akan tau mengapa Allan sampai serah itu ''mereka berangkat menuju rumah sakit.


Allan dan Nirina berada di ruangan yang berbeda, tetapi masih satu rumah sakit.

__ADS_1


Ayu dan ibu nya yang diantar oleh supir pun terkejut di bawah ke rumah sakit.


''Mas ada apa.. ?''Ayu menghampiri Willi.


''Allan dan Nirina di rawat sayang, saat ini Ayah mu sedang menurut Allan. Tante Maira tolong temani Mama ya, dia pasti butuh teman. ''Willi menjelaskan.


Maira dengan senang hati menyambut nya, apa ini masa menemani calon besan nya tidak mau, apalagi Willi yang pernah berkorban banyak untuk Ayu.


''Nak Willi dengan senang hati tante akan ikut menjaga Nirina sampai dia sembuh, Tante juga akan selalu menamai Mama mu agar tidak sendiri. ''kata Maira dengan tulus.


Saat ini mereka masuk ke dalam ruang perawatan Nirina, dua hari sudah di dirawat dan Willi baru sempat membawa Mama nya kemari. Saat ini Allan belum bisa di jenguk dia sedang dalam ruangan ICU, hanya Damian yang di ijinkan masuk karena beliau adalah pemilik rumah sakit itu.


Saat Nirina tersadar dia menangis dan berteriak ketakutan.


''Tolong-tolong aku jangan sakiti aku. Allan, Allan jangan pergi Allan. ''Nirina berteriak.


''Wil, lakukan sesuatu panggil dokter psikiater terhebat untuk menyembuhkan trauma nya. !''Pinta Mama.


"Sudah Ma, tetapi semua harus secara perlahan tidak semudah itu. ''


Ayu pun bingung dengan semua keadaan ini, apa yang sebenar nya terjadi dengan Nirina dan Allan. Mengapa Nirina bisa sampai trauma sampai serah ini, belum lagi luka ditangan wajah dan kaki nya. Belum lagi Allan, semua pertanyaan menari di benak nya. Karena rasa a penasaran yang tinggi Ayu meminta Willi menjelaskan dengan detail pada nya.


"Mas jelaskan semua pada ku, sebenar nya apa yang terjadi. "kata Ayu dengan panik.


"Sayang, Nirina di culik oleh Andhara dan Nesia. Mereka menyekap dan menyiksa adik ku. Allan yang datang menolong tidka boleh melawan ketika dirinya di hajar, karena Nesia bisa merobek perut Nirina saat itu juga. Allan pun pasrah di hajar sampai tak sadarkan diri. "Willi bercerita


"Dua wanita iblis itu tidak pantas di maafkan. Jangan biarkan mereka hidup tenang Ma. "Ayu begitu marah.


Ayu dan Willi segera menemukan Damian, yang saat ini tengah menjaga Allan.

__ADS_1


"Om aku di luar bersama Ayu. "pesan Willi.


Damian yang menerima pesan segera keluar menumis anak dan calon menantu nya.


"Ayah.. "Ayu memeluk Damian.


"Bagiamana Kak Allan.. ?"Ayu sangat panik.


"Doakan dia nak, Allan begitu lemah dia sangat lemah. Ayah takut dia tidak sanggup untuk bertahan. "air mata Damian runtuh dalam pelukan Ayu.


Ayu yang mendengar nya begitu terbata dan sulit bicara, dia tak menyangka akan separah itu keadaan Allan.


"Aaaaayah, tenang lah Ayu yakin Allan pasti kuat. Kita doakan Allan yuk Yah dia butuh doa dari kita. "ucap Ayu.


Willi yang melihat pun turut bersedih, apalagi Allan mengorbankan kan nyawa nya sendiri untuk Nirina. Dia begitu menyesal ketika mengingat telah menghajar Allan saat itu, ternyata pria itu begitu menyayangi Nirina dengan tulus.


"Ayu kamu tetap di sini ya, aku ketemu Mama sebentar. "kata Willi.


Ayu pun mengangguk, dan Willi berlalu pergi. Tak lama datang lah Maira menghampiri Ayu dan juga Damian. Rupanya Willi sengaja memanggil Maira,


agar mereka saling memberi kekuatan.


''Ayu.. ''Maira memanggil.


''Ibu, Allan dia... ''Ayu tak mampu berkata.


''Tenanglah Nak, berdoa lah untuk nya ya. Mas kamu harus tetap tegar demi Allan, berserah lah pada Yang maha Kuasa agar dia memberikan kesembuhan untuk putra mu. ''ucap Maira mencoba menguatkan Damian.


''Terimakasih Mai, mari kita berdoa bersama. ''Mereka bertiga tengah khusuk berdoa pada Tuhan yang maha Esa.

__ADS_1


__ADS_2