
Perusahaan Faris bisa di sebut juga PT Fernadez Grup.
Faris memarkirkan mobilnya di depan kantornya. Muka Faris masih agak kusut gara- gara kejadian tadi. Dia masuk ke dalam lift pribadinya. Ia mengambil ponselnya di dalam sakunya dan menelfon asistennya.
" Bay, tolong kamu siapkan berkas untuk meeting hari ini di ruangan saya ucap Faris ke asistennya bayu.
" Siap pak jawab Bayu.
Semua karyawan menundukan kepala saat Faris melewati lobby kantor. Lantai paling atas lah, tempat Fariz dan Bayu bekerja. Ruangan yang begitu besar di fasilitasi kamar untuk istirahat Faris saat siang hari. Faris telah sampai di ruangannya, Ia masih sebal dengan ke jadian tadi.
" Berani-beraninya Dia ngrendahi Saya, awas saja kalau ketemu lagi ucap Faris.
" Tok...tok..tok.. Silahkan masuk teriak Faris.
" Maaf pak, semua karyawan sudah menunggu bapak di ruang meeting. ucap Bayu sopan.
" Oke jawab Faris.
Mereka berdua jalan bersamaan menuju ruang meeting. Semua karyawan penting sudah hadir. Faris memulai meetingnya sampai dengan selesai. Setelah selesai karyawan kembali keruangannya masing - masing. Faris dan Bayu berjalan bersamaan menuju ruangannya.
" Bay, jadwal hari ini kita kemana lagi? tanya Faris.
" Ada data- data yang belum di tandatangani mengenai proyek di Bali pak, besok pagi kita harus ke Bali ucap Bayu dengan cepat.
__ADS_1
" Oke, siapkan semuanya Bay, kita harus berangkat pagi- pagi ucap Faris.
Sampai diruangannya, Faris langsung sibuk dengan pekerjaannya untuk besok pagi. Faris hidupnya selalu bekerja, bekerja tanpa memikirkan ingin menikah terlebih dahulu. Sebenarnya Faris dulu mempunyai kekasih tapi kekasihnya meninggalkan Dia dan pergi keluar Negeri.
_________
Di kos-kosan Reva, sepanjang perjalanan dari kos'an sampai pulang lagi Dia hanya berjalan kaki. Reva sudah terbiasa jalan kaki, makanya Dia nggak mengeluh.
Sampai di kos'an teryata sudah jam 12 siang, Ia langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibanya sholat dhuhur. Selesai sholat ia mencari makanan untuk makan siang.
" Mau kemana mba? tanya Mamih.
" Mau cari makan mih, ucap Reva sopan.
Reva kemudian berjalan menuju penjual makanan. Ia melihat-lihat banyak berbagai makanan seperti makanan laut, ayam dan sayur mayur.
" Bu nasi, satu bungkus yah bu lauknya cumi ucap Reva.
" Siap neng ucap Penjual nasi.
" Lauknya banyak banget, sudah lama nggak pernah makan cumi guman Reva dalam hati.
" Semunya 15ribu neng ucap Penjual nasi.
__ADS_1
Reva menyerahkan uang, kemudian meninggalkan penjual nasi.
" Lumayan mahal juga yah kalau di kampung nasi 5rb ajah sudah sama telor guman Reva tertawa sendiri.
Sampai di kosan Reva mencuci tangan kemudian makan. Selesai makan, Reva membaca buku sambil bersantai di kamar kos.
Seharian Reva hanya di dalam kos, keluar kos cuman mau beli makan saja. Hari mulai petang, seperti biasa Reva tak pernah meninggalkan kewajibannya.
Reva mulai tertidur, matanya sudah tak sanggup untuk menatap atap kamar.
_________
" Kukuruyuk... suara ayam jago dari belakang kos'an terdengar begitu lantang.
Reva langsung terbangun, Ia segera mandi dan bersiap - siap mencari pekerjaan demi menghidupi dirinya di Jakarta.
" Sudah dua hari di jakarta, maafin aku Pak belum bisa bertemu orang yang bapak suruh, alamat rumahnya hilang, yang Reva ingat hanya namanya saja mirip kaya bapak guman Reva.
Reva mulai berjalan kaki, kembali ke tempat yang kemarin, ia melihat lowongan pekerjaan. Matahari mulai meninggi, perjalanan dari kos'an sampai ke tempat tujuan memerlukan waktu sekitar setengah jam. Sampai di tempat tujuan, Reva langsung mendekati PT Fernandez grup.
******
Jangan lupa like and ikuti terus kelanjutannya. vote terus yah gaes biar author tetap semangat. Terimaksih
__ADS_1
Ig. Vivi_kunaefi