
Faris sudah bersiap di dalam mobil bersama Dede supir pribadinya. Dede ke rumah bersama Amel asisten rumah tangga yang akan menemani Reva selama Faris di Malaysia.
Mobil melaju ke jalanan, sepanjang perjalanan Reva memandang wajah suaminya, rasanya hatinya begitu sakit akan di tinggal selama satu minggu.
" Mas, kalau sudah sampai Malaysia jangan kabarin aku ucap Reva.
" Pasti donk sayang ucap Faris.
Mobil sampai di depan Bandara Internasional, Reva mengantar Faris sampai pintu masuk Bandara.
" Sayang, kamu jaga baik- baik di rumah, nanti kalau mas pulang kita Honnymoon lagi yah bisik Faris di telinga Reva.
Reva tersipu malu, Dia hanya mengangguk akan tingkah suaminya.
" Mas, Aku sayang Kamu ucap Reva.
" Mas juga sayang sama kamu jawab Faris.
Reva mencium punggung tanggan Faris, kemudian Faris mencium kening Reva. Faris mulai berjalan, Reva belum saja pergi. Dia melihat punggung suaminya sampai bener-benar menghilang dari matanya.
Reva berjalan menuju parkiran mobil, Ia merasa separuh tenaganya hilang. Sampai di parkiran mobil, Reva duduk sambil melihat ke jendela mobil.
" Jalan Pak suruh Reva.
Mobil melaju keluar dari kawasan Bandara, di perjalanan Reva hanya diam saja. Sampai dirumah, Reva langsung masuk ke kamar.
" Rasanya sepi batin Reva.
Reva mulai menyibukan sendiri, Ia membuka laptop'nya kemudian mengerjakan tugas kampus. Seharian ini Reva hanya di kamar.
Jam sudah menujukan pukul 1 Siang tetapi Faris belum memberi kabar. Sesekali Reva melihat ponselnya.
__ADS_1
Dreet...dreeett Panggilan Vcall masuk.
" Mas faris guman Reva.
Reva langsung mengangkat ponselnya dengan rasa bahagia.
" Mas sudah sampai?
" Sudah sayang, maaf mas baru ngabarin.
" Nggak papa ko mas, semngat kerjanya yah mas.
" Iyah sayang, kamu jangan sampai telat makan, ya sudah mas lanjut kerja lagi yah! bye sayang muuaaacchh.
" Bye juga Mas, muuaaaccaahh.
Faris mematikan panggilan Vcallnya, Reva akhirnya turun ke bawah untuk makan siang. Terlihat Amel sedang duduk sambil minum es teh.
" Mel panggil Reva.
" Nggak ko mel, cuman panggil ajah ucap Reva sambil tersenyum.
" Idih apaan sih ini Reva, sok akrab banget. mendingan Non Cindy kemana- mana batin Amel.
Amel hanya tersenyum terpaksa, Dia sebenarnya malas disini.
" Maaf yah Non? tanya Amel.
" Maaf kenapa Mel! jawab Reva.
" Nona kenapa mau menikah dengan Tuan Faris! Apa Non nggak minder, wanita yang dekat Tuan Faris Cantik- Cantik. Apalagi Nona Cindy ucap Amel tanpa basa basi.
__ADS_1
" Kamu kenal Cindy? tanya Reva sambil tersenyum.
" Kenal, Dia wanita Tuan Faris, Orangnya cantik dan yang pasti sangat cocok sama Tuan Faris ucap Amel.
" Sabar- Sabar Va, ini ujian batin Reva.
Reva hanya tersenyum, kemudian berjalan menuju ruang makan.
Reva duduk di meja makan, Ia mengambil makanan yang Amel masak. Setelah makan, Reva bersiap ke kampus.
Reva keluar dengan motornya, sebenrnya hatinya sedikit sakit karna penuturan Amel yang begitu memuji Cindy.
__________
Boy mendatangi Cindy yang ada di ruang kerja.
Tok...tok..tok..
" Masuk teriak Cindy.
" Nyonya izin lapor ucap Boy.
" Iyah, silahkan ucap Cindy.
" Pak Faris hari ini ke Malaysia, Dia ada meeting disana sekitar satu minggu kedepan ucap Boy.
" Urus penerbangan saya besok, saya akan ke Malaysia menyusul Faris ucap Cindy.
" Siap Nyonya ucap Boy.
Cindy tertawa memikirkan dan membayangkan apa yang akan dia lakukan di Malaysia bersama Faris.
__ADS_1
" Faris Fernandez, kamu itu jodohku!! guman Cindy.
Cindy sebenrnya masih mencintai Faris, karna urusan pekerjaan dia harus menikah dengan Robet. Setelah berpisah dengan Robet, Cindy kembali ke Indo untuk menikah dengan Faris, tapi teryata Faris sudah menikah dengan Reva.