Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 103


__ADS_3

Kantor Fernandez


Faris masih sibuk dengan pekerjaannya. setelah rapat dengan para investor, Faris memutuskan untuk mengecek stock gudang.


Jam terus bergulir, ia melihat jam yang melingkar di tangannya.


" Haduuh" guman Faris kemudian ia berlari menuju ruangannya untuk mengambil ponsel di meja kerjanya.


" Tuh kan 15 panggilan tak terjawab dan beberapa SMS dari Reva" guman Faris yang masih membaca pesan masuk dari sang istri.


" Sayang maaf, tadi mas lagi rapat" isi balasan Faris.


Faris mencoba menghubungi Reva tapi tak kunjung di angkat, ia akhirnya melangkah untuk pulang ke rumah.


bruuukkk


" Maaf mas" ucap Ratih lembut.


" Ratih" sapa Faris sambil memicingkan ke dua matanya, ia heran Ratih kesini.


" Iyah mas, mas Faris mau kemana? tanya Ratih.


" Mau pulak dek, Bayu kayanya lagi meeting di luar" Ucap Faris yang mau melangkah kakinya meninggalkan Ratih.


" Tunggu kak" cegah Ratih.


" Kenapa dek" Faris mengentikan langkahnya.


" Aku bawa makan siang buat mas Bayu, tapi mas Bayu nggak ada dari pada nggak di makan mending buat mas Faris ajah" ucap Ratih lembut.


" tapi saya mau pulang dek" tolak Faris.

__ADS_1


" ya sudah" ucap Ratih sendu, Faris yang nggak tega akhirnya menerima makanan dari Ratih.


" Akhirnya, umpan masuk, awal yang baik" batin ratih kegirangan.


Ratih memberikan rantang yang di pegang, Faris membawanya keruangan untuk makan siang.


" terimakasih dek, saya bisa makan sendiri, silahkan pulang, saya nggak mau istri saya berfikir yang tidak-tidak" usir Ratih secara pelan.


Ratih akhirnya meninggalkan kantor Faris, padahal dia ingin lebih berlama-lama dengan pujaan hati.


" Nggak masalah, aku pasti akan mendapatkan kamu mas" batin Ratih.


Ratih pergi meninggalkan kantor Faris.


********


Reva bangun teryata sudah ada pesan masuk dari sang suami.


Reva kembali aktifitasnya, ia membawa Zain ke siti untuk di mandikan.


Tok..


Tok...


Tok....


Bi Sumi yang mendengar ada tamu langsung membukanya, Reva masih sibuk dengan Zain yang sedang memakai baju.


" Oaaa....Oaaa... tangisan baby Zain pecah membuat Reva tak tega melihat Zain tak mau memakai baju.


" anak pinter, anak Sholeh ya mamah papah" ucap Reva menenangkan Zain, setelah memakai baju Reva segera mengendong nya.

__ADS_1


Bi Sumi ke belakang memanggil Reva yang sedang memberikan Asi untuk baby Zain.


" Nona Reva di depan ada tamu mencari anda" ucap Bi Sumi sopan.


" Siapa bi? tanya Reva.


" Nona lihat saja, beliau nggak mau masuk dia menunggu nona di teras depan" ucap Bi Sumi sopan, Reva mengangguk dan menyerahkan Zain ke Siti.


Reva berjalan ke depan, ia melihat sosok lelaki bertopi dengan memakai baju yang sangat rapat, tamu tersebut membelakangi Reva.


" Maaf, anda siapa yah? tanya Reva yang masih kebingungan sambil memicingkan matanya karena tamu tersebut belum juga membalikan badannya.


" Maaf" sapa Reva sopan, Reva menggaruk rambutnya yang tak gatal.


" Kakek" teriak Reva saat kakek Andrea membalikan badannya, tanpa aba-aba Reva langsung berlari memeluk sang kakek.


" Cucu kakek" ucap Andrea sambil memeluk Reva.


Setelah berpelukan agak lama, Reva mengajak kakeknya masuk ke dalam.


" Kakek datang ko nggak ngabarin Reva dulu" ucap Reva cemberut.


" Maafin kakek yah nak, kakek sibuk di luar negeri, gimana kuliah kamu? tanya kakek Andrea.


" Lancar kek, tapi Reva kuliah dari awal lagi' ucap Reva sedih.


" ya sudah, yang penting belajar yang benar yah nak, kakek sudah tua kamu juga harus mulai terjun ke perusahaan kakek" ucap Kakek Andrea, mereka duduk di ruang tamu.


" Kakek istirahat dulu, pasti kakek lelah" ucap Reva, mengantar kakek ke kamar tamu.


Reva menaruh koper Andrea di kamar tersebut dan menyuruhnya untuk membersihkan tubuh, karena sebentar lagi kakek bakalan gendong baby Zain.

__ADS_1


__ADS_2