
Mbok Jum ke warung untuk membeli beras dan bahan- bahan lainya. sedangkan Reva memutuskan kembali ke rumah karena Zain menanggis minta minum susu.
" mbok, akeh tenan" ( mbok banyak bener) ucap penjual warung.
" Oh iki, Ono Reva Karo keluarga suami dolan rene tul" ( oh, ada Reva sama keluarga suami main ke sini tul) ucap mbok Jum.
Setelah berbelanja, mbok Jum melanjutkan di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga Reva dari kota.
Mungkin sarapan ala kadarnya, hanya sayur tempe di campur mie, kerupuk dan tumis kembang kol. Mbok Jum memasak kemudian mengantar makanan lewat pintu belakang disediakan juga teh panas.
" Maaf yah mbok dah ngrepoti mbok Jum" Ucap Reva, mbok Jum sibuk menata piring di meja makan.
" Nggak ndo, mbok malah senang kamu bisa kesini, ibu sama bapakmu pasti senang apalagi sudah punya cucu yang ganteng" ucap mbok Jum.
Matahari mulai meninggi, semua sudah terbangun tanpa terkecuali.
Makan bersama walaupun masakan sederhana tapi nikmat tiada Tara. makan pagi berasa makan siang tepat jam 11 siang.
" Habis makan kita ke makam bapak dan ibu yah mas" ajak Reva.
" Iyah sayang, sudah lama kita nggak menengok orang tua kamu" balas Faris.
__ADS_1
Kakek juga semangat, setelah makan kakek Andrea berkeliling di sekitar rumah. Rumah berukuran kecil, lantainya masih pakai ubin.
" Ya Allah, maafkan bapak dulu nak" guman Andrea matanya tak kuasa menahan kesedian dimana dia tak menyetujui pernikahan anaknya dengan Titi.
Andrea mengusir anaknya dan dia menikah bersama wanita pilihannya ketimbang pilihan Andrea.
" Kek, jangan di sesali, yang berlalu biarlah berlalu" ucap Reva yang sedari tadi melihat kakeknya murung.
" Maafkan kakek nak, dulu membuat hidup kamu susah" guman Andrea, hati Reva tak kuasa akhirnya mereka berpelukan.
" Walaupun rumah ini kecil, banyak kenangan indah di sini kek, kami sangat bahagia" ucap Reva sambil melihatkan giginya.
Setelah beberapa menit berjalan, Reva dan keluarga sampai di tempat pemakaman umum.
Mereka berdoa di hadapan makam, sudah 20 menit di makam, akhirnya pulang ke rumah.
" Mas, aku dan Wati mau keliling desa, kamu mau ikut? ajak Reva, ia mengendong Zain.
" Siti, tolong kamu bantuin mbok Jum masak yah, biar Zain sama saya saja" suruh Reva.
" Iyah Nyonya" jawab Siti sopan, ia kemudian menghampiri mbok Jum yang sedang memasak untuk sore hari.
__ADS_1
" Mas nggak ikut yank, mau nemenin kakek di rumah, mas juga pekerjaannya masih banyak" ucap Faris sambil membuka laptop yang di bawanya dari rumah.
Reva , Wati dan Zain berkeliling di kampung kelahiran Reva.
" Reva yah? tanya seseorang.
" Iyah" jawab Reva sopan.
" Ya Allah, tambah cantik sekali, aku tadi syok sekali loh va" ucap teman masa kecil.
" Ya ampun aku juga pangling loh Li, kamu sekarang tambah gemuk ajah" ucap Reva yang tak kalah syok.
" Kamu sama siapa va? tanya Lia.
" Oh dia temenku namanya Wati dan yang kecil ini anak ku Zain" ucap Reva gemas sama Zain. Lia juga tak lupa mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Wati, Wati menyambutnya dengan ramah.
" wah ganteng sekali anak kamu va, ya sudah aku mau ke kebun dulu, nanti main kerumah yah va" ajak Lia kemudian dia meninggalkan Reva dan Wati.
Wati ingin ke sungai, soalnya di kota jarang ada Sungai yang jernih dan bagus. Sampai di sungai banyak aktifitas warga seperti mencuci baju, mandi dan lain-lain.
Beberapa warga juga ada yang menyapa Reva , kini gadis kampung yang dulu biasa saja jadi luar biasa.
__ADS_1