Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 60


__ADS_3

Reva sudah mengerjakan tugas, kemudian ia turun ke bawah untuk makan siang.


" Non Reva panggil Amel.


" Iyah ada apa Mel jawab Reva.


Amel menyodorkan ponselnya ke Reva, Reva yang tampak binggung kenapa Amel tiba- tiba memberikan ponselnya.


" Buka Non ucap Amel.


Reva membukanya dan Ia melihat Foto yang di posting Cindy bersama suaminya terlihat mesra.


Reva mencoba untuk tenang dan tidak meneteskan air mata di depan Amel.


" Ah mungkin ini foto lama ucap Reva kemudian ia mengembalikan ponselnya ke Amel.


Reva tak jadi makan Siang, hatinya begitu sakit melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain. Reva kemudian kembali ke kamar, ia duduk di depan meja rias.


" Apa aku kurang menarik Mas guman Reva sambil meneteskan air mata.


Reva terus menangis di dalam kamar, Ia enggan keluar kamar. Reva mencoba menghubungi Faris tapi ponselnya tidak aktif.


" Mas kamu lagi ngapain sih kenapa di hubungi susah sekali guman Reva yang masih terus menanggis.


Dia mencoba untuk tidak memikirkan Faris tapi masih saja bayangan foto Faris dan Cindy terlintas di ingatannya.


Akhirnya Reva masuk ke kamar mandi untuk melaksanakan Sholat dhuhur. Menurut Reva sholat itu kunci ketenanganya. Reva mendoakan agar Faris selalu dalam lindungnya. Setelah sholat Reva keluar kamar, Dia hendak pergi jalan-jalan.


Reva menuruni anak tangga dengan pelan, Amel melihat Reva yang sudah rapi.

__ADS_1


" Non mau kemana? tanya Amel.


" Mau keluar sama Temen ucap Reva sambil tersenyum.


" Reva nggak marah apa gimana sih! ko biasa saja!! Aku harus kasih info ke Non Cindy batin Amel.


Reva meninggalkan Amel sendirian, Dia ingin menikmati dan menenangkan diri di taman dekat komplek.


" Aku harus percaya sama Mas Faris guman Reva pelan.


Reva mengendarai motornya dengan pelan. Taman komplek memang ramai, banyak penjual makanan pinggiran. Reva memarkirkan motornya, Ia berjalan menyusuri taman. Angin yang bertiup membuat hati Reva semakin tenang.


Kruyukkk....kruyuuukkk suara cacing- cacing di perut Reva mulai demo besar-besaran.


Reva berjalan menyusuri taman, Ia berhenti di sebuah kedai bakso.


" Pak bakso campur satu, minumnya es teh manis ucap Reva memesan makanan.


" Pedas, enak, mantap, pikiran jadi plong guman Reva.


Reva makan bakso sampai suapan terakhir, terkuras habis satu mangkok. Setelah kenyang, Reva membayar dan duduk di taman kembali sambil melihat anak-anak bermain.


--------------


Dari Bandara Internasional, Faris langsung menelfon asistennya untuk menjemput. Faris menunggu sekitar satu jam di Bandara.


Setelah Asistennya datang, Faris langsung menuju rumah. Fikiran Faris sudah kemana-mana takut Reva marah dan meninggalkan rumah. Mobil melaju dengan pelan, jalanan yang begitu padat membuat Faris memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai rumah.


" Bay ngebut donk perintah Faris.

__ADS_1


" Sabar pak, ini jalanan full jawab Bayu.


Setelah beberapa jam, Akhirnya sampai di rumah. Faris langsung masuk ke dalam rumah, kebetulan pintu rumah tak terkunci.


" Reva...Reva teriak Faris, yang terus menerus memanggil Reva.


" Amel...Amel panggil Faris.


Dari belakang, Amel yang mendengar suara Faris langsung berlari ke depan.


" Iyah Tuan ucap Amel sopan.


" Reva mana? Tanya Faris.


" Non Reva keluar Tuan, ucap Amel dengan menundukan kepala.


Faris langsung keluar rumah untuk mencari keberadaan Reva.


" Ngapain di cari, penting kaga batin Amel.


Amel sudah memberi tahu Cindy, bahwa Reva biasa saja saat melihat Foto. Cindy berfikir kalau Reva tak pernah mencintai Faris.


Faris dan Bayu mencari di sekitaran komplek, Faris tahu pasti Reva nggak akan pergi jauh.


" Reva ucap Faris pelan.


" Dimana pak non Reva? tanya Bayu.


" Itu ucap Faris sambil menunjuk ke arah Reva yang sedang melamun di taman.

__ADS_1


Faris akhirnya turun dari mobil, dan menyuruh Bayu untuk meninggalkan dirinya.


__ADS_2