Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 80


__ADS_3

" Mas",panggil Reva meringis kesakitan.


" Iyah sayang, sabar yah apa kamu mau SC saja biar cepat? tanya Faris pelan.


" Nggak mau mas, pengin lahir secara normal" ucap Reva.


Reva sudah berada di dalam ruangan VVIP, Reva akhirnya tertidur, matanya sudah nggak kuat menahan rasa kantuk. Faris setia menjaga Reva.


Suara Adzan subuh terdengar begitu nyaring di telinga Faris. Faris yang masih terjaga langsung bangun dan mengambil air wudhu. Reva masih terlelap tidur, Ia tidak tega membangunkan istrinya.


Selesai Faris sholat, Reva terbangun dari tidurnya. Perut Reva mulai kontraksi kembali yang membuat dia terbangun.


" Mas, perutku sakit sekali", rengek Reva sambil memegangi perutnya.


" Baby Z cepet yah keluar dari perut mamah, mamah dan papah ingin ketemu kamu sayang" ucap Faris sambil mengelus dan menciumi perut Reva.


Reva di anjurkan dokter untuk jalan- jalan lagi di sekitar rumah sakit.


" Mas baby Z sepertinya mau keluar nih",ucap Reva yang belum turun dari ranjang rumah sakit.


Faris langsung memanggil dokter, setelah menunggu beberapa menit dokter sudah berada di ruangan Reva.


Dokter langsung mengecek Reva dan teryata sudah pembukaan delapan, dengan sigap Reva langsung di bawa ke ruang bersalin di dampingi Faris.

__ADS_1


Sampai di ruang bersalin, Reva langsung di cek teryata sudah pembukaan sembilan. Dokter sudah mempersiapkan alat untuk proses persalinan.


" Saya pasang infusnya dulu Bu" Ucap perawat pelan dan sopan.


Infus sudah terpasang, Faris berdiri di Samping Reva, keduanya saling berpegangan. Sebelum persalinan, Dokter berdoa dahulu.


" Nanti badannya jangan di angkat yah Bu, saat proses persalinan" ucap dokter Desi pelan.


Reva hanya mengangguk pelan.


" Tarik nafas, nanti dalam hitungan ke tiga ibu keluarkan nafas.


" Bu saya kebelet Pup" ucap Reva malu-malu.


Dokter memberi aba-aba,Reva mulai mengerang hebat, tangannya memegang tangan Faris begitu kuat sampai tangan Faris terluka akibat goresan kuku Reva yang tak panjang.


" Oe...oe..oe...oe.. Tangisan bayi yang keluar dari rahim Reva begitu keras.


" Alhamdulillah" batin Faris mengucapkan syukur atas kelahiran baby pertamanya.


Faris memberikan Adzan pertama untuk putra pertama setelah itu Baby Z di taruh di atas Reva, ia berusaha meminum ASI pertama yang keluar dari Reva.


Sembari memberikan Asi, Dokter Desi mulai menjahit **** * milik Reva.

__ADS_1


Reva tak sedikitpun merasakan sakit, sakitnya terbayarkan karena ada Baby Z di depannya. Baby mungil yang ia tunggu selama sembilan bulan lamanya. Keduanya menangis bahagia atas kelahiran putra pertama.


Selesai persalinan Reva kembali keruangan VVIP, baby Z akan di ukur dan di timbang berat badan mengikuti prosedur Rumah Sakit.


Faris tak lupa mengambil beberapa Foto baby Z, sebelum Baby Z dimasukan ke ruangan yang lebih hangat.


Foto - Foto tersebut langsung di kirim ke mamah Debora.


*********


Amerika


Debora yang mendengar notifikasi handphone langsung menyambar.


" Alhamdulillah", teriak Debora bahagia.


" Ada apa mah" tanya Fernandez Suami Debora penasaran.


" Ini pah," ucap Debora sambil menyodorkan hp ke suaminya.


" Alhamdulillah, cucuku sudah lahir", ucap Fernandez bahagia sambil memeluk sang istri yang ikut menangis bahagia.


Mereka terlihat sangat bahagia, cucu pertama mereka akhirnya lahir ke dunia. Sekarang mereka sudah menjadi seorang Kakek dan Nenek, Fernandez dan Debora langsung bergegas untuk pulang ke Indonesia.

__ADS_1


Setelah bersiap, mereka menuju bandara untuk memesan tiket dadakan. Ia juga sudah mengecek untuk penerbangan ke Indonesia.


__ADS_2