Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 98


__ADS_3

Semakin malam hujan semakin lebat, suasana rumah Faris terlihat hening, hanya terdengar suara hujan dan angin yang terus menghembus. Para ART sudah kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat.


Baby Zain juga sudah tertidur pulas di keranjang bayi.


" Mas ke belakang dulu, mau ambil minum" pamit Faris.


Reva melihat paper bag yang di beli Faris tadi siang, ia mulai membuka paper bag tersebut.


" Astaghfirullah" guman Reva membulatkan matanya yang lebar-lebar, dua pasang lingerie warna maroon dan warna hitam berserta CD.


" Aku harus membuat mas Faris seneng, biar nggak ada PELAKOR di antara kita" guman Reva menyakinkan diri.


Reva masuk kedalam kamar mandi, mencoba lingerie warna maroon.


" Ya ampun, ini mah kaya nggak pakai baju" kekeh Reva tersipu malu melihat dirinya di cermin.


Reva melangkahkan kakinya keluar kamar.


Ceklek, melihat suasana kamar yang masih sepi, Reva segera berlari kecil dan bersembunyi di bawah selimut tebal.


" Seperti malam pengantin saja gugup" merutuki dirinya sendiri.


Ceklek, Faris melihat Reva yang sudah tertidur, ia membaringkan tubuhnya di sebelah Reva.


" Sayang, mas tau kamu belum tidur, mas butuh kehangatan nih yank, rasanya ingin bersatu senam aerobik malam" bisik Faris sambil memeluk Reva serta mengelus perut rata Reva.


Reva yang merasa geli, akhirnya tertawa kecil.


" Apaan sih mas" ucap Reva mukanya merah merona seperti kepiting rebus, Mereka tertawa bersama.


" Mas jangan kencang-kencang, nanti Zain bangun" ucap Reva pelan.


" Abis kamu bikin mas gemes, coba liat kamu dah pakai yang mas suruh apa belum? Faris membuka selimut yang menutupi tubuh Reva.


Faris memandang lekuk tubuh istrinya yang membuat gairahnya memuncak, Faris segera ******* bibir mungil Reva, tangannya juga ikut beraksi meremas aset yang sekarang jadi milik Zain.


Mereka akhirnya melakukan senam aerobik malam yang menguras tenaga.


Setelah melewati malam panas hingga jam 4 subuh, mereka merebahkan tubuhnya, Faris memeluk Reva sesekali mencium kening Reva.


" Mas sudah adzan subuh" ujar Reva.


" Iyah sayang, bagaimana kalau kita lanjutkan di kamar mandi" goda Faris.


Selesai mandi, Faris dan Reva melaksanakan kewajibannya sholat subuh. Faris merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Reva memberikan Asi terlebih dahulu untuk Zain.

__ADS_1


Hooaaammm..


" Tubuhku rasanya lelah" guman Reva sambil mengendong Zain.


Reva meletakan Zain di tengah antara Reva dan Faris. Sambil memberikan Asi Reva terlelap sebentar.


" Astaghfirullah, lagi kasih Asi Zain jangan sampai tertidur" guman Reva.


Mata Reva sudah tak kuat menahan kantuk, Zain terus saja mengoceh tak jelas.


" Duuh nggak kuat" guman Reva, akhirnya mengendong Zain dan Reva berjalan menghampiri Siti yang sudah sibuk membantu Sumi.


" Siti" panggil Reva.


" Iyah non" balas Siti mendekati Reva, Reva memberikan Zain ke siti dan ia kembali ke kamar tidur.


Reva terlelap di pelukan Faris, sekitar jam 7 pagi alarm ponsel Faris berbunyi yang mengagetkan dua insan.


Faris terbangun, ia beranjak ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi ia melihat Reva sedang menata bajunya.


" Kalau masih ngantuk mendingan tidur ajah dulu sayang" ucap Faris.


" nggak mas, hari ini Reva ada ospek" ujar Reva yang sebenarnya malas untuk ikut ospek.


" Kalau malas, nggak usah ikut" ucap Faris yang sedang sibuk memakai baju.


Reva dan Faris sudah rapi, Reva mengenakan baju putih dan rok hitam. Mereka sarapan dahulu sebelum sibuk dalam aktifitasnya. Baby Zain sudah ganteng dan rapi, Reva juga tak lupa membawa alat pompa asi didalam tasnya.


Setelah sarapan,Faris menenteng tas dan Reva mencium punggung tangan suaminya, Faris juga tak lupa mencium kening sang istri dan mencium si pipi gembul Zain.


" Hati-hati mas" ucap Reva, Faris sudah melajukan mobilnya ke kantor.


Reva segera mempersiapkan semua untuk berangkat ke kampus.


" Zain sayang, kamu sama mba Siti dulu yah, mamah mau mencari ilmu jangan nanggis yah sayang" pamit Reva, dia tidak tega arus meninggalkan Zain sampai siang.


Reva diantar supir pribadinya, sampai di kampus semua mahasiswa dan mahasiswi baru berkumpul di lapangan.


" Assalamualaikum adik-adik perkenalkan nama saya Dito ketua BEM, pasti adik- adik tidak tau BEM apa, disini Kaka bakalan jelasin, BEM itu Badan Eksekutif Mahasiswa atau biasa disingkat dengan BEM merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang paling popular di kampus. Jika dulu di bangku sekolah menengah kamu mengenal OSIS, di bangku perkuliahan ada yang namanya BEM. Badan eksekutif mahasiswa ini dimulai dari tingkat fakultas hingga ke tingkat universitas" ucap Dito panjang lebar.


" Dan disini bukan saya saja, ada Kak Vila, kak Morgan, Kak Galih, Kak Rizal, Kak Mita dan lainya tidak bisa Kaka sebutkan satu persatu" ucap Dito.


Reva mengenakan baju putih dan rok hitam, dan mengenakan kalung dengan kertas karton yang di kasih nama.


Mereka di bagi beberapa kelompok, Reva yang belum menemukan merasa kebingungan.

__ADS_1


" Hay, perkenalkan nama saya Wati" ucap wati mengulurkan tangannya dan di balas dengan senyuman khas Reva " Reva".


" Ayo, gabung sama kita-kita" ucap Wati menarik tangan Reva ikut masuk kelompok Wati.


" Oya Reva, ini saya kenalkan teman-teman di kelompok kita, Bagus, Cahyo, Vena, ayu dan Mila" ucap Wati mereka saling berkenalan.


Ospek kali ini cukup seru, mereka mulai dari perkenalan, mengenal lingkungan kampus dan bermain game.


Hari mulai siang, ospek sudah selesai.


" Wat, saya pulang dulu yah" pamit Reva kepada temen barunya.


" Oke" jawab Wati.


Reva segera pulang mengenakan taksi, buah dadanya rasanya sakit, mungkin karena baby Zain nggak minum Asi.


Taksi melaju dengan kecepatan sedang, sampai dirumahnya Reva segera mandi dan berganti baju.


Terlihat Zain sedang main bersama Siti. Reva segera mengendong Zain dan memberikan Asi, rasanya sakit sekali dari tadi.


" Padahal bawa pompa Asi, tapi nggak sempet pompa jadi sakit" guman Reva sambil memberikan Asi.


" Zain lapar yah, lahap bener minumnya sayang" guman Reva yang gemas.


cling


cling


ponsel Reva bergetar tanda pesan masuk, ia segera mengambil ponselnya.


" Sayang apa kamu sudah pulang? isi pesan Faris.


Reva langsung memanggil video call.


" Assalamualaikum mas"


" Walaikumsalam sayang"


" Halo anak papah, gimana sayang ospeknya lancar?


" Alhamdulillah lancar mas, ini pulang langsung kasih Zain asi, mas jangan lupa makan yah"


" Iyah sayang, kamu juga jangan lupa makan, ya sudah mas lanjut kerja dulu yah yank"


" Assalamualaikum "

__ADS_1


" Walaikumsalam, bay sayang"


Panggilan terputus, Reva meletakan kembali ponselnya, ia membawa Zain masuk kedalam kamar dan menidurkannya Reva pun ikut tertidur bersamanya.


__ADS_2