Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 64


__ADS_3

Dari kejauhan Beni memandangi Reva yang sedang berjalan bersama Putri. Keduanya sudah masuk ke dalam kelas. Mereka duduk bersebelahan, Dosen hari ini ijin dan di gantikan Dosen junior yang tak lain Dimas.


Dimas masuk ke dalam kelas Reva, tapi Reva berlaga tak mengenalnya. Dimas juga sudah tau kalau Reva sudah menikah. Mata kuliah terus berjalan seiringnya waktu.


Selesai Mata kuliah, Reva masih duduk di kelas. Semua Mahasiswa/Mahasiswi keluar untuk istirahat. Dimas mendekati Reva yang sedang membaca buku.


" Va, aku mau bicara sebentar ucap Dimas.


" Bicaralah! jawab Reva santai.


" Maafin aku yah Va, sudah ninggalin kamu! sebenarnya Mas masih sayang sama Kamu va, Tapi Mas tau diri! kamu sudah menikah dengan orang lain. Mas Ikhlas lahir batin ucap Dimas panjang lebar.


" Iyah Mas, terimakasih sudah mengerti! Tapi mohon jangan kasih tau teman-teman kalau saya sudah menikah ucap Reva.


Selesai mengobrol, Dimas kemudian meninggalkan Reva sendirian di kelas. Reva bergegas pulang kerumah.


Putri sudah pulang duluan, Dia masih ada kerjaan. Suasana langit mulai gelap, Reva segera meninggalkan kampus.


Jeeddeeeerrr....Suara petir begitu mengglegar di telinga.


Reva langsung menepi, mau pulang pakai motor merasa takut.


" Reva sapa Beni sopan.


" Ah kak Beni ucap Reva.

__ADS_1


Beni berdiri di sebelah Reva, hujan mulai turun dengan deras, Angin bertiup sangat kencang.


Tangan Reva di simpulkan ke depan dada, dinginya angin menusuk sampai ketulang. Muka Reva terlihat begitu pucat pasi.


" Va, muka kamu pucat sekali ucap Beni yang mulai khawatir.


" Aku nggak papa ko kak, cuman kedinginan saja ucap Reva pelan.


Beni langsung mencopot jaketnya kemudian memasangkan di tubuh Reva.


" Nggak usah Kak tolak Reva sambil mencopot kembali jaketnya.


" Nggak papa Va, pakai saja nanti kamu sakit ucap Beni.


Akhirnya Reva masih memakai jaket milik Beni, Hujan masih saja turun. Reva semakin kedinginan.


Beni langsung mengangkat Reva ke UKS untuk beristirahat. Beni masih saja setia menunggu Reva tersadar.


Jam dinsing berdetak begitu cepat, suasana kampus mulai gelap. Beni binggung harus ngapainz. Akhinya Beni memberanikan diri membuka tas Reva dan mencari nomor keluarganya yang bisa Ia hubungi.


" Bangun donk va ucap Beni kebingungan.


Beni menemukan kartu nama milik Faris Fernandez di dompet Reva.


" Faris Fernandez, bukannya dia mantan pacar Kak Cindy yah?? apa hubungannya Reva sama Faris guman Beni.

__ADS_1


Beni langsung menghubungi Faris tanpa panjang lebar.


Tut...tut...tut... panggilan terhubung.


" Halo ucap Faris di balik ponsel.


" Halo, saya Beni. Saya menelfon anda karna saya dapat nomor anda dari dompet Reva.


" Dompet Reva!! memangnya Reva kenapa!! ucap Faris khawatir.


" Reva pingsan, sekarang saya dan Reva lagi di UKS kampus. Saya binggung jadi saya membuka tas Reva dan ada nomor Anda.


" Saya langsung kesitu.


Faris langsung keluar dari kantor, dan melajukan mobilnya menuju kampus Reva.


Beni mondar mandir di depan Reva, Reva dari tadi belum sadar. Dokter kampus sudah memberikan minyak angin ke hidung dan kaki Reva.


" Lebih baik di bawa ke rumah sakit ucap Dokter kampus.


" Sebentar lagi keluarganya kesini dok ucap Beni.


Beni melihat ke arah pintu, tapi Faris tak kunjung datang.


" Apa Faris kakaknya Reva! tapi kenapa kak Cindy menyuruh aku mendekati Reva! batin Beni.

__ADS_1


Setelah meninggu beberapa menit, akhirnya Faris sampai di UKS. Faris langsung mengendong Reva untuk di bawa ke Rumah sakit. Badannya dingin, keringatnya terus keluar.


Faris mengemudikan mobilnya dengan cepat, takut terjadi sesuatu pada diri Reva.


__ADS_2