
Matahari memancarkan sinarnya dan suara kicauan Burung terdengar di jendela kamar Reva.
Sembilan bulan sudah usia kandungan Reva, sebentar lagi Reva akan melahirkan anak pertamanya. Semua baju baby utun sudah di siapkan, kamar baby juga sudah sesuai keinginan Reva dan Fariz.
" Nak, Sebentar lagi kita akan bertemu, kita berjuang bersama yah anak mamah " ucap Reva sambil mengusap perutnya dengan penuh cinta.
Baby dalam kandungan Reva, merespon dan menendang perut Reva dengan pelan.
" Ih anak mamah pinter, udah susah ya sayang dalam perut mamah, sabar yah sayang" ucap Reva pelan.
Pagi ini Reva jalan- jalan di depan rumah sendirian, sedangkan Fariz sudah berangkat ke kantor pagi-pagi karena ada meeting penting.
Matahari sudah semakin naik, walaupun hamil besar Reva tak mau hanya berdiam diri dirumah. Tangannya kini sudah di megang pisau, dengan lihaynya memotong sayuran yang sudah disiapkan.
Setelah beberapa menit, akhirnya masakan untuk makan siang sudah matang semuanya, Reva menata makanya kedalam rantang.
" Nganter makan siang buat mas Faris, pasti Dia nggak sempat beli makan", guman Reva sambil tersenyum.
Reva langsung menganti pakainya, serta bersiap- siap ke kantor Faris. Supir pribadi Reva sudah dan menunggu di depan rumah.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sekitar setengah jam akhirnya Reva sampai di kantor milik suaminya.
Reva mulai masuk ke dalam kantor, semua karyawan menundukkan kepala dan kemudian mereka tersenyum.
__ADS_1
Reva naik ke kantor Faris, terlihat Bayu yang sedang duduk di meja kerjanya. Reva menghampiri Bayu dengan pelan mengingat perutnya yang sudah membesar.
" Bay, mas Fariz di ruangannya? Tanya Reva pelan.
" Ada Non, jawab Bayu sopan.
Reva langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu. Terlihat Faris yang sedang duduk sambil melihat ke layar laptop.
" Mas, sudah mau jam istirahat kerja kerja mulu", ucap Reva manja sambil mendekati Faris.
" Sayang, kenapa kesini, mas bentar lagi pulang ko. Mas nggak mau lama-lama ninggalin kamu di rumah", jawab Faris tersenyum.
" Ayo makan, temenin Reva makan mas" ajak Reva sambil menarik tangan Faris menuju sofa.
" Sayang, habis makan bolehlah mas nenggok Dede utun sebentar ", guman Faris sambil menyendokna makanannya kemulut.
" Makan dulu mas, nanti keselek loh mas, ucap Reva manja.
" Iyah sayang" jawab Faris.
Selesai makan, mereka masih duduk di sofa. Faris mulai merapatkan duduknya.
" Mas, jangan dekat-dekat, ucap Reva manyun.
__ADS_1
" Ayolah sayang, sebentar saja. Mas sudah puasa selama 2 bulan semenjak acara tujuh bulanan " rengek Faris.
" Iyah, tapi kita konsultasi sama dokter dulu yah mas", ucap Reva pelan.
" Oke sayang, kita secepatnya kedokter, bila perlu kita langsung kerumah sakit sekarang " ucap Faris semngat.
" Nanti sore sayang, jadwalnya kita cek up Dede utun sekalian kita konsul mas", jawab Reva.
" Ya sudah, kamu istirahat di kamar dulu, mas mau lanjutin kerja sebentar lagi ", ucap Faris
Faris mengantar Reva ke kamar pribadinya yang ada di kantor.
" Sayangnya papah, papah kerja dulu kamu jagain mamah jangan nakal sayang, muachh", ucap Faris sambil mencium dan mengusap perut Reva dengan pelan.
Reva membaringkan tubuhnya di ranjang yang tidak terlalu besar ukurannya. Semenjak hamil Reva merasakan badannya sakit semua. Dulu waktu di kampung kalau badanya sakit pasti di urut.
" akhhh... jadi kangen kampung", guman Reva.
Mata Reva kini sudah mulai 5 Watt.
" Hooaaammm... akhirnya Reva tertidur dengan pulas.
_______________
__ADS_1
Terimakasih... 🥰🥰