Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
bab 127


__ADS_3

" Iyah bay, kita harus tau lokasi Reva di sekap dulu" ujar Faris yang mulai meredakan emosinya.


Mobil Faris dan Bayu terus mengikuti kemanapun arah mobil Cindy dan Parjo pergi.


Mobil mereka masuk ke sebuah hotel, ntah apa yang mereka lakukan di dalam hotel itu urusan mereka.


" Gimana bay, kita mau masuk atau tunggu disini" ujar Faris yang sudah mulai mengantuk.


" Lebih baik kita standby di sini saja pak, biar kita bisa memantau mereka berdua" ujar Bayu.


Faris memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, mereka harus bergantian jaga, Faris juga sudah menelfon bi Sumi untuk menjaga Zain terlebih dahulu.


*******


Cindy sudah mulai mabuk, sedangkan Parjo belum sepenuhnya mabuk. Parjo segera memesan satu kamar untuk memuaskan Cindy malam ini.


" Sayang" titah Cindy, ia mengalungkan tangannya di leher Parjo, membuat Parjo langsung menarik ke kamar karena sudah tak tahan.


Sampai di kamar Cindy langsung di eksekusi Parjo hingga tepar dan terus berbicara kalau dia sangat menikmatinya.


Sudah dua jam, Parjo membuat Cindy terkapar lemas di atas ranjang. Parjo segera memakai baju dan keluar hotel.

__ADS_1


Senyuman Parjo terlihat jelas, kalau dirinya sedang bahagia.


Parjo menaiki mobilnya, Faris yang sekarang berjaga langsung membangunkan Bayu. Mobil Parjo sudah menembus jalanan yang sepi, hanya beberapa lalu-lalang mobil.


Parjo menjalankan mobilnya setengah mabuk jadi dia nggak sadar bahwa mobil dirinya di ikuti seseorang.


Mobil Parjo masuk ke dalam hutan, dari kejauhan Faris terus mengikuti Parjo.


" Bay bangun" ucap Faris yang masih fokus mengemudi mobil.


Mobil Parjo berhenti di sebuah rumah yang terlihat sudah tua dari kejauhan Faris mengentikan mobilnya, ia dan Bayu memutuskan untuk jalan kaki.


Faris dan Bayu perlahan mendekati rumah tua tersebut lewat pintu belakang. Terlihat tak ada penerangan dari belakang rumah, ia hanya mengandalkan penerangan ponselnya.


" Bentar pak, saya hubungi polisi dulu" ucap Bayu.


Bayu menelfon kantor polisi tapi tak ada jawaban mungkin karena dini hari jadi nggak diangkat telfonnya.


Bayu dan Faris mengendap sampai dimana ruangan Reva di sekap.


" Bay itu Reva" ucap Faris bahagia, akhirnya dia sudah menemukan Reva.

__ADS_1


Anak buah Parjo yang berjumlah 5 orang standby di ruangan tersebut ditambah lagi Parjo sudah pulang dari aktifitasnya.


Faris dan Bayu duduk bersebalahan, mencari situasi yang tepat, Bayu juga sudah mengirim pesan pada polisi agar cepat sampai.


" Mas Faris" guman Reva yang tiba-tiba terbangun, ia merasa mimpi bertemu suaminya.


" Mas semoga kamu cepat kesini secepatnya mas" lirih Reva, ia menahan air matanya agar tidak keluar dari matanya.


Reva melihat sekeliling semua penjaga sedang tidur. Reva harus memanfaatkan situasi ini.


" Duh, ini ikatannya susah sekali" Reva berusaha melepaskan ikatannya tapi susah sekali.


" Ya Allah tolonglah hamba mu ini ya Allah, semoga engkau mengabulkan doa hamba agar hamba bisa bertemu anak dan suami hamba" batin Reva terus berdoa.


Setelah beberapa saat, Faris datang mendekati Reva.


" Mas Faris, apa ini mimpi" Reva terus menatap sang suami hingga tak berkedip.


Dengan hati-hati Faris melangkah mendekati Reva, ia membuka tali yang terikat di tangan dan kaki Reva.


" Mas" ucap Reva pelan matanya berbinar, air matanya menetes membasahi pipi.

__ADS_1


" Ayo sayang, kita harus pergi dari sini sebelum mereka bangun" ucap Faris pelan.


Mereka berjalan pelan melewati penjagaan.


__ADS_2