
Reva segera meninggalkan Dito dan bergabung dengan Wati.
" Gimana va, udah baikan? tanya Wati.
" Sudah ko wat, makasih" jawab Reva sambil tersenyum.
Ospek terus berjalan sampai selesai. selesai ospek Reva duduk di halte depan kampus, ia pun tak lupa mampir ke UKS untuk mengambil ASI.
" Mas Faris jadi jemput apa nggak sih" guman Reva sambil memainkan ponselnya dari tadi Reva menghubungi Faris tapi tak ada jawaban.
Reva menunggu setengah jam lebih, tapi mobil Faris tak kunjung datang.
" Mas, jadi jemput apa nggak, kalau nggak aku pulang pakai taksi" Isi pesan Reva.
Reva masih setia menunggu sekitar 10 menit lagi.
" Reva" sapa Wati.
" Eh iya wat" balas Reva yang melihat wati sudah di depan Reva sambil menaiki motornya.
" Nunggu siapa va? tanya Wati.
" Nunggu jemputan wat, tapi belum di jemput juga" ucap Reva sambil celingak-celinguk.
" Ya sudah, pulang bareng aku saja" ajak Wati.
" Nggak usah wat" tolak Reva.
__ADS_1
Dreettt
Dreettt
Dreettt
" Bentar wat, q angkat telfon dulu bentar" ucap Reva.
Reva segera mengangkat ponselnya.
" Oh Iyah Mbak Siti" jawab Reva di telfon.
Reva segera mematikan telfon dan menerima tawaran ikut membonceng Wati.
" nggak kenapa-kenapa nih wat, aku bonceng kamu" ucap Reva yang tak enak hati.
Reva membonceng Wati dan memberikan alamat Reva ke Wati.
" Sesuai alamat yah Bu" ucap Wati sambil tertawa, Reva pun ikut tertawa.
Selama perjalanan mereka mengobrol bersama, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah Reva.
" Wat..wat kelewatan" ucap Reva sambil menepuk punggung Wati.
" Eh mana rumah lu va? tanya Wati, Reva menunjukan arahnya, sampailah di pintu gerbang rumah mewah kediaman Fernandez.
Wati menatap takjub rumah Reva yang begitu mewah, Wati berhenti tepat di depan pintu gerbang.
__ADS_1
" Rumah apa istana gede bener" batin Wati yang begitu tak percaya, di lihat dari penampilan Reva memang biasanya teryata anak orang kaya.
" Ayo masuk" ajak Reva yang sudah turun dari motor Wati untuk meminta satpam membuka pintu gerbangnya.
" Nggak usah va, gw ada urusan sama nyokap lain kali saja gw mampir" tolak Wati. Reva mengangguk tanda mengerti apa yang Wati ucapkan.
" Ya sudah terimakasih wat, hati-hati di jalan yah" guman Reva, kemudian Wati meninggalnya kediaman Reva.
Reva segera masuk ke dalam rumah dengan cepat, Reva di sambut Siti yang sedang mengendong Zain yang terus menanggis.
" Aduh sayang, maafin mamah yah pulang telat" guman Reva sambil mengendong Zain.
Zain di gendong dalam pelukan Reva, ketika Zain mulai terdiam. Reva membawa Zain ke dalam kamar dan memberikan ASI nya ke Siti biar di taruh dalam kulkas.
" Ngantuk yah sayang, apa kangen sama papah" guman Reva.
Reva segera memberikan ASI-nya yang sudah mulai sakit. Zain menyedot ASI-nya perlahan tapi pasti dan tertidur dalam dekapan Reva.
Setelah tidur Reva meletakan dalam box baby, Reva segara ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat.
" Seger" guman Reva yang baru selesai keluar dari kamar mandi.
Reva mengambil ponselnya kembali di dalam tas, tak ada panggilan dari Faris.
" Sesibuk itukah kamu mas" batin Reva.
Reva memejamkan matanya di samping Zain yang sudah tertidur pulas. Reva pun ikut memejamkan matanya perlahan.
__ADS_1