Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 119


__ADS_3

" Mana bagian ku, saya sudah melenyapkan Reva, sesuai yang Bu Cindy mau" ucap Siti yang masih di dalam mobil Cindy.


" Silahkan cek m-banking kamu, saya dah kirim uang untukmu" titah Cindy.


Siti langsung mengecek m-banking di ponselnya, terlihat angka tertera di tabungan Siti.


" Terimakasih Bu, mungkin saya akan pergi dari kota ini" Ucap Siti.


Siti menelfon ibunya untuk bersiap-siap meninggalkan kota ini secepatnya.


Cindy mengantar Siti sampai depan gang, dengan cepat Siti sudah menyewa mobil dan membawa ibunya beserta adiknya.


" Kita mau kemana nak? tanya Leginem.


" Kita harus pergi dari kota ini Bu, Siti sudah mencelakai Reva atas kemauan Bu Cindy" ucap Siti pelan.


" Ya Allah Siti, kenapa kamu lakuin ini? tanya Leginem.


" Siti nggak ada pilihan lain Bu, Siti takut ibu di penjara" ujar Siti.


Mobil sudah meninggalkan kediaman Siti, melewati kota.


Rencananya Siti akan mengajak ibunda dan adiknya ke kota seberang, mungkin di lebih aman ketimbang di Ibu Kota.

__ADS_1


" Bu mungkin pak Faris nggak akan tinggal diam dan mencari Siti, ini di ATM Siti ada uang untuk ibu dan berobat adek, mungkin ini cukup Bu" ucap Siti matanya terus menerus mengeluarkan air.


" Ibu nggak butuh ini nak, ibu cuman butuh kamu agar kita bisa bersama" tolak Bu Leginem.


" Siti akan baik-baik saja, Siti yakin Bu" Siti memberikan ATM dan memberikan pengertian untuk ibunda.


Siti juga tak lupa memberikan alamat rumah yang Siti beli pakai uang yang di berikan Cindy.


Sampai di pelabuhan, hati Siti mulai berdebar dengan kencang sebab banyak polisi.


" Jaga kesehatan ibu yah, Siti akan menyusul ibu" ucap Siti.


Di depan ada operasi lalu lintas, sebelum melewati polisi Siti meminta supir untuk menurunkan di pinggir jalan.


Leginem langsung memeluk Siti dengan erat, tangisannya pecah.


Ia mencari taksi, sebenarnya hati Siti tak tega, yang penting Siti sudah mendapatkan uang dan Siti akan mempertanggung jawabkan semuanya di depan Reva dan Faris.


*******


" Sayang" panggil Reva setelah melihat Zain di ruangannya.


Reva mengambil alih mengendong Zain dan terus menciumi Zain sambil menanggis.

__ADS_1


" Terimakasih wat, kamu dah menjaga anak saya" tutur Reva.


" Sama-sama va, yang terpenting kamu selamat" ucap Wati kemudian memeluk Reva.


Setelah Reva pulih, Reva diizinkan pulang ke rumah, ia juga akan berpamitan ke mbok Jum dan pak Darto.


Kakek Andrea sudah mengurus semua administrasinya. Reva duduk di kursi roda dan didorong Faris menuju mobil.


Sampai mobil, Reva di angkat Faris. Mobil melaju meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah Reva.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, akhirnya sampai di kediaman orang tua Reva.


Mbok Jum sudah menunggu di depan rumah.


" Bagaimana keadaanmu nak Reva? tanya Mbok Jum.


" Alhamdulillah sehat mbok, kemungkinan kami akan pulang besok pagi" ujar Reva.


" Kakek pulangnya nanti saja" ucap Andrea.


Reva mengerti, mungkin kakek akan tinggal di rumah ini untuk mengenang anaknya, orang tua Reva.


Makan malam sudah siap, mbok Jum di bantu Wati menyiapkan makanan.

__ADS_1


Selesai makan malam, Reva duduk di teras depan bersama Wati dan Zain. Sedangkan Faris telponan sama Bayu.


Bayu memberi informasi kalau Siti sudah menyerahkan diri ke kantor polisi.


__ADS_2