Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 47


__ADS_3

Reva ingin segera memberikan keturunan untuk Faris, Perlahan Reva mulai jatuh hati terhadap Faris. Perlakuan Faris yang sekarang jauh lebih baik daripada sebelumnya.


Reva pasrah di setiap belaian Faris, Dia begitu menikmati permainan Faris setiap malamnya.


Sudah beberapa hari Reva di buat lemas di ranjangnya, Faris begitu kuat.


" Mas, aku sudah lemas ucap Reva pelan.


" Tapi sayang, punya mas masih belum tidur ucap Faris tersenyum lebar.


" Iyah mas ucap Reva.


Mereka melewati malam yang panjang.


Keesokan paginya.


Reva sudah bangun dari tidurnya, Ia memasak untuk suami tercintanya. Hari ini dia terakhir di Desa Panjitan, sebelum pulang besok pagi Reva dan Faris ingin berziarah ke makam kedua orang tuanya. Selesai masak, Reva hendak membangunkan Faris.


" Mas bangun mas, sarapan terus ke makam orang tua Reva yah mas? ucap Reva sambil menggoyangkan tubuh Faris.


Faris membuka matanya perlahan, begitu cantik Reva tanpa riasan. Dia langsung memeluk Reva dengan erat dan meminta jatah pagi hari. Akhirnya mereka berdua melakukannya kembali. Mereka mandi bersama dan melakukan di kamar mandi.


Selesai mandi, Reva dan Faris memakai baju kemudian makan pagi.


" Maaf yah mas, makananya sudah dingin. Habis mas sih ucap Reva malu.


" Nggak papa sayang, yang penting mas sudah makan kamu dulu ucap Faris bahagia.

__ADS_1


Mereka makan sangat banyak, apalagi Faris dia benar- benar ke habisan tenaga. Selesai makan Faris dan Reva keluar rumah untuk ke makam.


Berjalan melewati sawah dan ladang, akhirnya sampai di pemakaman umum. Sampai di makam Orang tuanya.


" Bapak Ibu ini Mas Faris, Dia suamiku pak buk ucap Reva di depan makam.


" Pak Ibu, saya Faris. Terimakasih sudah melahirkan dan membesarkan wanita tercantik untuk saya ucap Faris.


" Saya janji, Saya akan membahagiakan Reva bu pak ucap Faris kembali.


Setelah berdoa untuk keduanya, Faris dan Reva berpamitan kepada bapak dan Ibu.


__________


Di kediaman Reva.


Reva sudah membereskan pakaian dan memasukan ke koper, Besok pagi harus sudah jalan dari sini. Reva juga berpamitan ke rumah pak Jaja dan Bu Ijum.


" Dengan senang hati nak Reva, nak Reva nggak usah khawatir. Rumah dan sawah bapak yang urus, nanti penghasilan dari sawah bapak bagi hasil ke nak Reva ucap Pak Jaja.


" Nggak usah pak, hasilnya bwt bapak dan Ibu saja ucap Reva.


" Terimaksih sudah membantu kami selama di sini pak timpal Faris.


Faris juga memberikan beberapa uang untuk pak Jaja dan Bu Ijum.


" Terimakasih nak Faris dan Nak Reva, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohma serta secepatnya di kasih keturunan yang sholeh dan sholekha ucap Pak Jaja.

__ADS_1


" Amin ya ALLAH ucap Reva dan Faris secara bersamaan.


Malam ini, keduanya makan di Rumah bu Ijum. Makasakan bu Ijum memang sangat sederhana hanya lauk sambal colek rebusan sayuran dan Ikan asin minumnya teh tawar panas.


Setelah makan dan berbincang, Reva dan Faris berpamitan pulang kerumah. Hanya jarak 5 langkah sudah sampai di rumah.


" Mas, sebenarnya aku masih betah disini ucap Reva sedih untuk meninggalkan tempat yang terindah.


" Nanti kita kesini lagi yah sayang ucap Faris sambil memeluk Reva dari belakang.


Reva mulai menanggis di pelukan Faris, dadanya yang bidang membuat Reva leluasa.


Hiksss...hikkksss...


Faris memeluk sambil menciumi kening Reva dengan lembut. Keduanya masuk ke dalam kamar.


" Yank panggil Faris lembut.


" Kenapa mas jawab Reva.


" Apa kamu nggak sakit yah, tidur di atas kasur yang keras ini ucap Faris.


" Apaan sih mas, percaya deh mas itu orang kaya rasa ucap Reva.


" Walaupun kasur ini keras tapi mas suka ko ucap Faris sambil mencolek hidung Reva.


" Iiihhh apa sih mas ucap Reva malu.

__ADS_1


" Main yuh! ajak Faris.


Reva hanya tersipu malu, pipinya merah merona. Mereka pun melakukan malam panjang bersama di rumah Reva.


__ADS_2