
Faris melirik ke jam tangannya, teryata sudah jam tiga sore. Pekerjaan sudah selesai semuanya.
" Akkkhhhh... akhirnya selesai juga", guman Faris sambil merentangkan ototnya yang sudah kaku.
Faris berjalan mendekati Reva, begitu menyejukkan hatinya. Reva tertidur dengan pulas.
" Sayang, bangun katanya mau kedokter", ucap Faris pelan membangunkan Reva.
" Lima menit lagi yah mas", ucap Reva dengan nada khas bangun tidurnya.
" Ya sudah, mas gendong sampai parkiran mobil yah sayang? ucap Faris.
" Jangan mas, malu di liatin karyawan mas, jawab Reva.
Reva pelan- pelan membuka matanya, kini dia mulai duduk di tepi ranjang sambil merapikan pakaian dan rambut yang berantakan.
" Ayo pulang mas, aku ingin mandi dulu sebelum ke dokter", ucap Reva.
Mereka berjalan keluar ruangan, Faris pamit ke Bayu untuk melanjutkan pekerjaannya. Faris mengandeng Reva dengan penuh cinta, semua mata tertuju ke pasangan yang romantis tersebut.
" Andai saya jadi istri tuan muda Faris, bahagianya hidupku", guman salah satu karyawan yang melihat Faris dan Reva didepannya.
Reva menunggu di lobby depan, sedangankan Faris menuju parkiran. Mobil melaju dengan pelan sampai lobby kantor, Faris keluar dan membukakan pintu untuk Reva.
" Silahkan tuan putri", ucap Faris dengan senyuman termanis.
__ADS_1
" Terimakasih Pangeranku", jawab Reva manja.
Mobil melaju dengan pelan, semenjak Reva hamil Faris mengemudi mobil dengan pelan karena takut Reva kenapa-kenapa.
Sampai di rumah, Reva langsung mandi bersama Faris dan bersiap ke dokter kandungan.
******
Rumah sakit Mitra Keluarga
Reva dan Faris sudah sampai di rumah sakit, mereka menunggu antrian. Tidak tau kenapa begitu banyak pengunjung yang tidak membuat nyaman Faris.
" Sayang, kenapa nggak ke dokter Juwita saya , kalau di sana kan kita langsung masuk", ucap Faris.
" Mas kan tau kalau dokter Juwita lagi di Luar Negeri, sabarlah sedikit mas, ucap Reva.
" Antrian No 16, Ibu Revalina Putri Bianco", ucap Perawat RS.
Reva dan Faris langsung masuk kedalam ruangan.
" Selamat Sore Ibu Revalina dan Bapak" sapa Dokter Desi sopan mempersilahkan duduk di kursi pasien.
Reva dan Faris langsung duduk, Dokternya begitu ramah tamah.
" Ada keluhan? tanya Dokter Desi.
__ADS_1
" Tidak ada dok", jawab Reva.
" Silahkan naik ke tempat tidur Bu Reva, ucap Dokter Desi mempersilahkan.
Reva berjalan pelan, menuju ranjang tempat dimana Reva akan di USG. Perawat memberikan gel ke perut Reva, kemudian dokter Desi mengerakan alat USG.
" Degh..degh..degh... suara detak jantung yang begitu kuat.
" Detak jatungnya normal, berat bayi juga sudah sesuai dengan umurnya, air ketuban posisinya masih bagus. perkiraan hpl 2 Minggu lagi yah Bu pak", ucap Dokter Desi sopan dan pelan.
Setelah di USG, Reva kembali duduk di hadapan dokter Desi.
" Semuanya normal, ini saya kasih vitamin", ucap Dokter Desi sambil menulis resep obat.
" Dokter ada yang mau saya tanyakan? ucap Faris sambil tersenyum malu.
" Silahkan Bapak", titah Bu dokter.
" Boleh nggak dok, kita berhubungan suami istri", ucap Faris malu.
Dokter Desi langsung tersenyum, menanggapi pertanyaan Faris.
" Boleh saja bapak, itu lebih bagus tapi, ada tapi loh pak! ucap Dokter Desi.
" Tapinya apa Dok? tanya Faris penasaran.
__ADS_1
" Jangan sampai ibu kelelahan, kasian donk pak, ucap Bu dokter tertawa kecil.
Selesai menulis resep dan memberikan kepada Faris, mereka pamit undur diri dihadapan Bu Dokter.