Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 71


__ADS_3

" Tega sekali kamu Cin, Tega kamu!! batin Debora sambil menanggis.


Ia tak kuasa melihat anaknya yang terbaring lemah di ruang ICCU.


Reva mendampingi Faris, ia nggak mau pergi dari ruangan.


" Mas cepat sadar yah, aku disini dan anak kita menunggumu. Kita pasti akan Bahagia ucap Reva.


Reva keluar dari ruang ICCU karna dokter akan memeriksa keadaan Faris saat ini, ia bersama kedua orang tua Faris menunggu di depan ruangan ICCU.


" Mah ucap Reva sambil menanggis dan keduanya berpelukan.


" Kita berdoa sama-sama yah nak, mamah nggak akan tinggal diam! Cindy harus di hukum seberat-beratnya di penjara ucap Debora.


" Iyah mah ucap Reva.


Reva terus menerus menanggis, Debora yang melihat Reva menanggis merasa kasian.


" Sayang kamu belum makan, kita makan dulu. Kasian debay yang ada di perut kamu ajak Debora.


" Reva nggak papa ko mah, mamah kalau mau ke kantin sama papah, Biar Reva yang menunggu disini ucap Reva pelan.


" Ya sudah mamah sama papah ke kantin dulu. Nanti mamah belikan makanan buat kamu ucap Debora.


Debora dan Fernandez meninggalkan Reva, Ia terus memandangi Faris dari luar jendela.


Setelah dokter selesai memeriksa, Reva masuk kembali keruangan. Ia duduk di samping Faris yang masih tak sadarkan diri.


Reva memegangi tangan Faris begitu erat,


" Mas Faris, Reva sayang sama Mas. Mas cepat sadar yah ucap Reva.

__ADS_1


" Liat perutku mas, Perut reva masih rata dan sebentar lagi perutnya akan membesar. Didalam perut ada anak kita, yang selalu mendoakanmu mas ucap Reva.


Reva kembali keluar ruangan, Ia berjalan menuju masjid di sekitar Rumah sakit.


Sampai di Masjid, Reva mengambil Air wudhu. Saat ini memasuki Adzan Ashar. Reva menjalankan sholat dahulu.


Beberapa menit menjalankan sholat, Ia juga tak lupa mendoakan untuk kesembuhan suaminya.


Setelah Sholat, Reva kembali keruangan ICCU. Mamah Debora dan Papah Fernandez sudah duduk di depan ruangan.


" Sayang ucap Debora sambil menanggis.


" Mamah kenapa?? Mas Faris kenapa!! Kenapa mamah menanggis ucap Reva panik.


" Keadaan Faris mulai membaik sayang, tadi pas kamu sholat dan mamah masuk ICCU tangan Faris bergerak, akhirnya mamah memanggil dokter. Kata dokter keadaannya mulai membaik ucap Debora panjang lebar.


" Alhmdulillah ucap Reva merasa lega.


" Iyah mah ucap Reva.


" Ya sudah kamu makan, ini mamah belikan makanan ucap Debora.


Reva mulai membuka makanan dari Debora. Ia menyuapkan makanannya ke dalam mulut perlahan. Setelah makananya habis, Reva masuk ke dalam ICCU.


" Mas bisik Reva di telinga Faris.


Perlahan Faris mulai membuka matanya, Reva langsung memanggil dokter kembali.


Dokter memeriksa, setelah memeriksa memberikan kabar ke Reva dan keluarga.


" Alhmdulillah, Pasien semangat sembuhnya tinggi. Tidak usah menunggu malam pasien pulih dengan sangat cepat ucap Pak Dokter.

__ADS_1


Kemudian Pak dokter menyuruh Perawat agar memindahkan Pasien keruangan. VVIP 05 Faris akan ditempatkan disitu.


----------


Di Kantor polisi


" Pak, saya tidak bersalah pak! teriak Cindy yang ada di balik jeruji besi.


Polisi mengbaikan teriakan Cindy, teman Satu penjara mulai kesal dengan tingkah laku Cindy yang terus menerus teriak.


" Eh lu Bang**t!! Bisa diam nggak!! teriak salah satu tahanan.


" Ha..haha...haa... Lu nggak usah ikut campur!! Plak...


Cindy menampar salah satu Tahanan, di dalam sel terjadi keributan. Mereka saling jambak menjambak.


Polisi segera datang dan melerai pertengkaran tersebut.


" Stop!! kalau kalian berantem saya akan pindahkan kalian ke tahanan bawah tanah ucap Pak Polisi.


" Bebaskan saya pak, saya nggak bersalah!! yang salah itu Reva! Dia merebut calon suamiku pak ucap Cindy.


Pak polisi langsung mengunci sel dan meninggalkan tahanan.


" Mas Faris, kamu itu milikku!! Akan ada yang bisa memilikimu selain aku Mas guman Cindy sambil duduk di pojok.


" Dia gila! bisik salah satu teman Tahanan.


" Nggak usah dekat-dekat nanti kita celaka timpal yang lainnya.


Semenjak Cindy masuk penjara, keadaan penjara mulai ramai karna Cindy terus menerus teriak menyebut nama Faris.

__ADS_1


__ADS_2