Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 89


__ADS_3

Ratih langsung menelfon ibunya,


" Halo Bu, kata bapak, ibu di suruh masak sama bikin kue buat nanti malam Bu," ucap Ratih.


Ratih sudah menelfon sang ibu, dan pak Ranto beranjak keluar untuk menemui Faris dan Bayu.


" Pak", panggil Ratih sambil tersenyum.


" Ada apa Tih? bapak mau ke depan dulu", ucap Ranto pelan.


" Pak, bapak jodohkan lah Ratih sama mas Faris, Ratih kayanya suka sama pandangan pertama", ucap Ratih sambil tersipu malu.


" Ratih anak bapa yang cantiknya seperti bidadari turun dari langit dan bahenol blaem-blaem, jangan bikin bapa pusing, iya kalau Faris belum nikah kalau udah nikah bagaimana?, ucap Ranto yang kebingungan meladeni tingkah anaknya.


" iih bapa mah nggak sayang sama Ratih", ucap Ratih manja sambil cemberut.


" Ya sudah nanti bapa usahain tanya yah sayang, bapa keluar dulu", ucap Ranto sambil berjalan menjauhi Ratih.


Ratih tersenyum kegirangan,


" Mas Faris, oh Pangeran ku, pujaan hatiku", guman Ratih membayangkan indahnya bercinta dengan Abang Faris senyumnya mengambang.


" Bu dokter kenapa senyum-senyum, kepala ibu panas yah? ucap Fani sambil memegangi jidat Ratih.


" Astaghfirullah, nggak Fan", ucap Ratih sambil menyingkirkan tangan Fani.


" Kalau cinta kejar Bu, sebelum janur kuning melengkung, gunung akan ku daki, laut akan ku seberang", ucap Fani sambil tertawa bersama Bu dokter Ratih.


Ratih senggaja pulang lebih cepat dan dia akan berdandan lebih cantik untuk menarik perhatian Faris.


**********


Suasana mulai gelap, Faris dan Bayu sudah mandi. Mereka duduk di teras paviliun, sambil memakan jajanan yang kemarin beli di Indomaret.


" Bay, gimana kalau besok kita pulang ke kota", ucap Faris sambil memegang ponselnya memandang foto Reva.


" Kayanya belum bisa deh pak, kalau lusa mungkin bisa, kita besok pagi tinggal arahkan pak Ranto dan kita bisa pulang", jawab Bayu.


" Ya sudah, kamu atur saja", ujar Faris.


Adzan magrib berkumandang begitu merdu, Rumah Pak Ranto memang dekat dengan masjid.


" Kita sholat dulu bay", ucap Faris sambil berdiri dan di ikuti Bayu.


Faris mengambil sarung dan baju koko yang memang sudah di siapkan Reva saat di rumah. Reva memang istri sempurna menurut Faris.


Mengenakan Baju koko dan sarung serta peci /kopiah membuat Faris semakin bersinar dan gantengnya tiada obat.


Mereka berjalan menuju Masjid, banyak wanita muda yang beberapa kali memandang Faris dan Bayu.


" Ya Allah, makhluk Tuhan yang paling ganteng di dunia ini, sisakan satu untuk aku", guman seseorang wanita.


" Memandangnya membuat hati ku berdebar", balas salah satu temannya sambil tertawa secara bersamaan.


Faris dan Bayu melewati gerombolan wanita tersebut.

__ADS_1


" Permisi", ucap Faris dan Bayu sambil tersenyum dan sopan.


" Ya ampun, senyumnya mengalihkan duniaku mas", ucap seseorang yang ada di gerombolan tersebut.


Ratih yang memandang dari jauh, mukanya masam dan cemberut.


" Apaan sih tuh cewek-cewek aneh" guman Ratih sambil mengikuti Faris dari belakang.


Mereka masuk ke Masjid dan bersalaman ke jama'ah yang sedang menanti mulainya sholat.


Setelah setengah jam di masjid, mereka pulang ke paviliun dan berganti baju. Faris berjalan ke luar sendirian, sedangkan Bayu mengerjakan kerjaan di depan laptop.


Faris duduk di taman sambil memainkan ponselnya.


" Duuuh kangen sekali sama Reva dan Zain", guman Faris.


Ratih mulai mendekati Faris yang sedang duduk sendirian, kesempatan bagus untuk Ratih mendekati Faris.


" Permisi mas, boleh ikut duduk mas", ucap Ratih sopan.


" Silahkan Dek", ucap Faris mempersilakan Ratih duduk.


" Mas Faris mau dek Ratih bikin kan kopi? tanya Ratih.


" Nggak usah dek, mas nggak terlalu suka kopi", tolak Faris.


Ratih memang anaknya supel dan mudah bergaul, mereka berdua ngobrol bersama sambil ketawa-ketawa.


Dreett...dreeett...dreeett... Faris melirik ke ponselnya teryata Reva menelfon.


Terhubung ke panggilan.


" Assalamualaikum sayang"


" Walaikumsalam salam mas"


" Nggak Vidio call yank, mas kangen sama kamu dan Zain"


" Nanti ajah yah mas, nih Zain lagi Nunu juga mas"


" Kemungkinan mas pulang lusa yank"


" Iyah mas, nanti kalau pulang kabarin Reva yang mas"


" Ya sudah, mas mau rapat sama kepala desa dan warga"


" I Love mas"


" I Love to sayang "


Panggilan terputus, Faris kembali duduk bersama Ratih.


" Maaf yah dek, tadi istri mas telfon", ujar Faris .


" Deg, Deg, Deg, i..yaah mas nggak papa" ucap Ratih sambil tersenyum.

__ADS_1


" Aduh mas Faris dah punya istri, hati ini rasanya sakit sekali" batin Ratih.


" Mas masuk dulu dek Ratih, mau siap-siap untuk rapat", ucap Faris.


" Iyah mas" jawab Ratih walaupun sakit tetap harus tersenyum.


Faris sudah meninggalkan Ratih sendirian di taman, Ia mau maju atau pun mundur karena sudah tau posisi Faris sudah beristri.


" *Sudah Ratih tikung saja, istrinya nggak tau,hahahaaahaha" bisikan peri jahat.


" Jangan Ratih, Dosa besar apalagi merusak rumah tangga orang, kamu bisa di sebut PELAKOR" bisikan peri baik.


" Kata Siapa PELAKOR dosa nggak dosa Ratih, jadi PELAKOR itu ada kenikmatan tersendiri, kamu bisa merasakan sensasi dunia yang nikmat" bisikan peri jahat.


" Jangan Ratih, ingat ALLAH", bisikan peri baik*.


Ratih tersenyum seperti mendapatkan jawaban yang tepat, kakinya melangkah masuk kedalam rumah.


Ratih membantu ibunya menyiapkan semuanya, jamuan untuk beberapa orang yang akan rapat dirumahnya.


Rumah Pak Ranto pun sudah ramai, para Pamong desa dan jajarannya sudah hadir semua termasuk Faris dan Bayu.


Rapat di mulai, Bayu menjelaskan semuanya maksud dirinya kesini. Ada beberapa yang setuju ada juga yang nggak setuju.


Kebanyakan orang setuju, dan semuanya akan di atur olih Pak Ranto pekerja semuanya pak Ranto yang atur. Bagi warga yang masih belum memiliki pekerjaan bisa mendaftar langsung ke pak Ranto.


Berlangsung sangat lama, sampai jam 11 malam para warga melakukan rapat.


Setelah selesai rapat, semua undur diri termasuk Faris dan Bayu.


" Pak, ijin ke toilet", pamit Bayu meninggalkan Faris yang masih di rumah Pak Ranto.


" Pak Ranto, ijin numpang ke toilet sebentar yah", pamit Bayu.


Bayu kebelakang Rumah pak Ranto.


" Aduh mati lampu lagi, tapi udah kebelet pipis" guman Bayu tangannya gemetaran ketakutan.


Bayu merogoh saku celananya teryata dia lupa membawa ponselnya. Bayu berjalan mengendap dengan pelan.


Sampai di kamar mandi, Bayu dengan cepat langsung pipis dan keluar kamar mandi.


" Bruuukkk"


" Au sakit"


Bayu menabrak Ratih


" Ma,,,,af saya nggak senggaja", ucap Bayu.


Mereka terjatuh bersama posisi Bayu di atas dan Ratih dibawah.


" Mas, sakit ini tubuh kamu berat" cicit Ratih kesakitan.


" Maaf dek, mas nggak senggaja" ucap Bayu.

__ADS_1


__ADS_2