
Reva duduk sendirian, ia binggung harus ngapain.
" Apakah di kota, orang sudah berumur ultah saja di rayakan seperti ini guman reva sambil memakan cake.
Faris berjalan mendekati reva, dia duduk di sebelahnya.
" Kamu kenapa? tanya faris.
" Saya, lelah pak ucap reva sopan.
" Jangan panggil pak disini, panggil sayang ucap faris tegas.
Acara berlangsung cukup lama, Ia berdiri di antara keluarga faris.
" Selamat ulang tahun Bu debora, semoga panjang umur ucap seseorang yang sudah berumur.
" Terimakasih pak andrea bianco ucap debora.
" Andrea bianco seperti pernah dengar guman reva dalam hati.
" Pak faris, pak andrea bianco itu siapa yah? tanya reva pelan.
" Oh dia rekan bisnis papah, sekaligus sahabat papah ucap faris.
Acara demi acara dilalui dengan meriah, reva meminta izin untuk ketoilet. Setelah di izinkan ,ia langsung mencari - cari keberadaan pak andrea bianco. Banyak tamu membuat reva semakin susah menemukannya.
" Itu dia guman reva sambil mendekati pak andrea.
" Permisi ucap reva sopan.
Pak andrea, melihat reva dari atas sampai bawah. Dia seperti melihat sosok antonio bianco anak semata wayangnya.
__ADS_1
" Iyah ada apa! jawab pak andrea.
" Boleh saya bertanya pak? ucap reva.
" Boleh, saya nggak banyak waktu, kalau anda mau bertanya to the poin saja! ucap pak andrea tegas.
" Apakah bapak mengenal antonio bianco ucap reva.
Pak andrea terdiam, mendengar kata-kata antonio bianco.
" Sebenarnya saya ke jakarta hanya mencari seseorang bernama pak andrea bianco, saya nggak tau hubungannya apa ucap reva sopan.
" Apa hubungan anda dengan pak antonio jawab pak andrea.
" Saya anak dari pak antonio, sebelum beliu meninggal, bapak memberi tahu kalau saya harus ke jakarta dan bertemu dengan anda ucap reva.
Mendengar ucapan reva, pak andrea langsung menanggis. Air matanya keluar begitu deras.
" Kenapa anda menanggis pak ucap reva pelan, mata reva mulai memerah.
Beliu tak sanggup lagi berdiri, akhirnya reva menuntunya untuk duduk.
Semua tamu undangan satu persatu sudah mulai pergi, tinggal beberapa orang saja. Reva masih menunggu pak andrea yang terus menerus menanggis tanpa mengucapkan satu patah katapun.
Faris melihat reva yang sedang duduk dengan pak andrea, dia mendekatinya.
" Reva apa yang kau lakukan, sampai pak andrea menanggis seperti ini ucap faris binggung.
Setelah keadaan sepi, reva mengantar pak andrea untuk pulang kerumahnya bersama faris. Faris mengemudi dengan pelan, sampai di jalan nusa indah, pondok gede no 5.
" Jalan nusa indah, pondok gede no 5 jakarta pusat, ini kan rumah yang bapak bilang, waahh rumahnya besar sekali ucap reva sambil melihat dari luar jendela.
__ADS_1
Seseorang satpam membukakan gerbang, di depan pintu sudah ada beberapa pelayan. Reva menuntun pak andrea keluar mobil, ia masih saja menanggis dalam diam.
Reva dan faris berpamitan, kemudian mereka pulang kerumah.
-------
Kediaman Pak Andrea
Dia langsung berjalan menuju kamar, ia membuka beberapa album foto.
" Antonio anakku, maafkan papah ucap andrea sambil menanggis.
" Jadi anak tadi, adalah cucuku, penerus keluarga bianco, tapi kenapa engkau pergi secepat itu anakku ucap andrea tanggisannya pecah, Ia terus menanggis sambil memegang album foto keluarga.
" Besok saya harus cari anak tadi, dia pacar dari faris fernandez, saya harus bertanya dia ucap pak andrea.
Andrea harus menebus semuanya, dulu dia nggak merestui hubungan anaknya dengan seorang wanita. antonio sudah bertahun- tahun meninggalkan rumah.
----------
Reva telah sampai di kos'an.
" Bayarannya besok pagi sama asisten saya bayu ucap faris ketus.
Kemudian dia langsung meninggalkan reva sendirian.
" Ih dasar cowo aneh, sudah di bantu nggak ngucapin terimakasih lagi ucap reva sebal.
Reva langsung masuk, besok dia berencana mau kerumah pak andrean kembali.
******
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote yah gaes.
Terimakasih 😊