
Cindy beserta Parjo dan anak buahnya sudah bersiap di sekitar rumah Fernandez, menunggu keadaan lengah baru mereka akan masuk ke dalam rumah.
Zain sudah tertidur pulas, Reva juga ikut tidur siang di kamarnya.
Parjo dengan keahlian masuk ke dalam kamar Reva, Reva yang mendengar ada seseorang di dalam kamar hendak membuka mata, sebelum membuka mata mulutnya sudah di bekam mengenakan sapu tangan yang sudah di beri obat tidur.
Parjo mengendong Reva dengan perlahan tapi pasti Reva sudah berada di dalam mobil Cindy dan Parjo.
Parjo meletakan Reva di belakang mobil sambil mengikat Tangan dan kaki Reva.
mobil melaju menjauhi rumah Fernandez dan membawa Reva kesebuah rumah tua yang terletak di pinggiran kota.
Badannya di ikat dengan kursi, tangan dan kakinya juga di ikat.
Setelah beberapa menit pingsan, akhirnya Reva terbangun. perlahan matanya terbuka.
" Dimana saya" guman Reva matanya melihat sekeliling terlihat hanya beberapa barang yang berserakan di lantai.
" Selamat datang di rumah saya Reva" ucap Cindy pelan dan di buat lembut.
" lepaskan saya" teriak Reva, Cindy hanya tertawa dengan lantang.
" Aku mohon Cindy, lepaskan saya" Isak tangis Reva terdengar di telinga Cindy.
Cindy hanya tertawa melihat keadaan Reva, dan menyuruh Parjo membekap mulut Reva.
Parjo menyuruh anak buahnya untuk terjaga agar Reva tak meloloskan diri.
******
__ADS_1
Zain terus menanggis di ranjang box nya sampai terdengar bi Sumi.
" Baby Zain nanggis terus, apa Nyonya ketiduran yah. batin bi Sumi bertanya-tanya.
Akhirnya bi Sumi memberanikan diri masuk ke kamar majikanya.
" ceklek, teryata tidak terkunci" guman bi Sumi.
" Ya Allah" teriak bi Sumi saat melihat Zain sudah berdiri di atas box, bi Sumi langsung berlari dan menggendong Zain.
Bi Sumi sambil mengendong Zain, mencari di mana keberadaan Reva, sampai ke sudut kamar dan kamar mandi pun Reva tidak ada di dalam kamar.
Bi Sumi juga menyuruh ART lainya mencari di sekitar rumah, tapi tak menemukan keberadaan Reva.
Tut...
Tut...
Tut...
Bi Sumi terus menerus menelfon Faris sampai Faris mengangkat panggilannya.
Tut....
Tut...
Tut...
" Assalamualaikum bi kenapa? tanya Faris setelah panggilannya terhubung.
__ADS_1
" Walaikumsalam, Ma-maaf ganggu tuan" ucap Bi Sumi suaranya bergetar.
" Bi Ada apa? ucap Faris khawatir mendengar suara bi Sumi yang bergetar, bi Sumi hanya terdiam dan menanggis.
" Bi Sumi, coba katakan pelan" ucap Faris mulai khawatir.
" Ny-Nyonya tuan" Bi Sumi yang menanggis sulit mengatakan.
" Atur nafas bi, tenang dulu" ucap Faris yang terus khawatir.
Bi Sumi menarik nafas dan membuang nafas dengan kasar terdengar Faris.
" Nyonya nggak ada di rumah Tuan, kami semua sudah mencari nyonya tapi nggak ketemu" Ucap Bi Sumi yang masih menanggis.
" Apa" Faris langsung syok dan memutuskan panggilan.
Bi Sumi terus saja menangis menunggu kedatangan Faris di rumah.
Di kantor Faris yang mendapat kabar Reva menghilang langsung mengentikan meeting bersama karyawan.
" Meeting selesai" ucap Faris.
Faris dan Bayu meninggalkan ruangan meeting.
" Bay" suara Faris begitu lemas.
" Pak bos kenapa? tanya Bayu pelan.
" Reva menghilang bay" ucap Faris tak kuasa menahan air matanya keluar.
__ADS_1
" Kita harus pulang ke Rumah bay" ucap Faris kemudian mereka berjalan menuju parkir mobil.
Bayu langsung menghubungi beberapa temanya untuk mencari di sekitar rumah Fernandez.