
" Ratih kenapa pak? tanya Bu Ranto.
" Biasa ngambek Bu, bapa cuman kasih nasehat", ucap Ranto
" Emang masalah apa sih pak, ibu kepo nih" ucap Bu Ranto sambil tertawa sedikit.
" Itu Bu, Ratih suka sama mas Faris", ucap Ranto.
" Iya nggak papa juga kali pak, kalau suka sama mas Faris, lagian Faris itu ganteng, sopan, baik juga pak" jawab ibu Ranto panjang lebar.
" Masalahnya Mas Faris sudah punya anak dan istri Bu, masa iya Ratih mau merusak rumah tangga mereka, apa kata warga kalau Ratih jadi PELAKOR. Ibu kan tau bapa di sini kepala desa nanti di kira warga bapak nggak bisa mendidik anak dengan baik Bu, terus juga Ratih itu Dokter Bu, dia bisa dapat yang lebih baik dari Faris dan yang pasti masih lajang atau belum menikah",ucap Pak Ranto.
" Betul juga sih kata bapa",ucap Bu Ranto.
" Ya sudah, sana ibu urusin tuh anak kesayangan biar nggak bandel", pinta Ranto.
Bu Ranto berjalan menuju kamar gadisnya.
" Ratih..buka pintunya nak, ibu boleh masuk nggak? ucap Bu Ranto di balik pintu.
Tak ada jawaban, akhirnya Bu Ranto masuk ke kamar Ratih yang teryata tidak di kunci. Bu Ranto duduk di samping ranjang, Ratih sedang tiduran sambil menangis.
" Ratih" panggil Bu Ranto.
Ratih tidak menjawab panggilan ibunya, dia masih tiduran yang mukanya di tutupin batal.
" Ratih, anak ibu yang cantik mukanya hadap ibu donk, ibu mau ngomong sama Ratih" ujar Bu Ranto sambil mengusap rambut Ratih lembut.
" Iyah Bu" jawab Ratih dan membalikan mukanya menghadap ibunya.
" Anak ibu kan cantik, liat muka kamu kalau nanggis nanti jelek tau, ayo cerita sama ibu" ucap Bu Ranto lembut.
" Bu Ratih sebenernya suka sama mas Faris tapi nggak di bolehin bapa" ucap Ratih manyun.
" Suka boleh sayang, asal jangan merusak rumah tangga mas Faris" ucap Bu Ranto.
" Tapi Ratih kepengin nikah sama mas Faris bu, apa salah Bu? tanya Ratih.
" Nggak salah kalau Faris masih sendiri sayang, yang jadi masalah Faris sudah punya anak dan istri, apa kamu nggak kasian kalau Faris kamu rebut dari istrinya coba bayangin kalau ibu sama bapa di pisahin sama seseorang kamu pasti marah kan? tanya Bu Ratih.
" Iyah Bu, Ratih pasti marah, maafin Ratih yah Bu" ucap Ratih kemudian memeluk sang ibu.
Mereka berpelukan mungkin sangat lama, membuat Ratih sangat nyaman.
" Makasih Bu", Ucap Ratih pelan.
" ya sudah kamu istirahat, ibu mau menyiapkan makan malam" ujar Bu Ranto.
" Iyah Bu" jawab Ratih.
Bu Ranto melanjutkan aktifitasnya di dapur.
********
__ADS_1
" Sudah siap semuanya, pakaian sudah tertata rapi di koper" guman Faris yang merasa kelelahan.
Dua koper milik Faris dan Bayu sudah di taruh di bagasi mobil dan peralatan lainya sudah siap. Meninggalkan 1stell pakaian bwt besok pagi dan laptop.
Bayu juga sudah siap semuanya, tinggal beberapa yang belum.
Matahari sudah mulai tenggelam Adzan berkumandang, Faris dan Bayu langsung melaksanakan sholat berjama'ah di Masjid.
Kemungkinan besok pagi pukul 7, Faris dan Bayu sudah pulang ke kota.
Setelah melaksanakan sholat, Faris dan Bayu kembali ke paviliun, mereka berganti pakaian dan langsung ke rumah pak Ranto.
Bayu membawa proposal yang sudah di tandatangani pak Ranto.
" Tok..tok..tok permisi" ucap Bayu sambil mengetuk pintu.
" Ceklekk... silahkan masuk mas" ucap Ratih mempersilahkan Faris dan Bayu masuk.
" Terimakasih dek" ucap Bayu sambil tersenyum.
Ratih masuk ke dalam, mengundang bapaknya yang sedang ke belakang rumah.
" Ratih cantik banget malam ini" guman Bayu yang merasa malu ketemu Ratih.
Setelah menunggu, pak Ranto sudah di depan Faris. Mereka berbicara sebentar, kemudian memberikan proposal kerja dan cek senilai kesepakatan yang di perlukan.
" Maaf pak, saya baru kasih 1/2 dari kesepakatan, nanti satu atau dua bulan saya dan Bayu kesini lagi" ucap Faris.
Mereka bertiga berbicara panjang lebar, teh juga sudah di sediakan oleh Bu Ranto.
" Ratih ko nggak keluar lagi yah? apa dia sibuk" batin Bayu bertanya-tanya.
" Permisi pak, saya numpang ke toilet boleh? pamit Bayu.
" Silahkan" ucap Pak Ranto mempersilahkan masuk.
Bayu meninggalkan Faris dan pak Ranto di ruang tamu, melewati meja makan Bu Ranto sedang menyiapkan makan malam. Mata Bayu mencari keberadaan Ratih.
" Nak Bayu cari siapa? tanya Bu Ranto yang mengagetkan Bayu.
" Ooh maaf Bu, saya cari toilet" ujar Bayu gelagapan.
" Lurus aja nak" ucap Bu Ranto menunjukan arah.
Bayu berjalan lurus, mengikuti arahan Bu Ranto, padahal Bayu sudah tau toiletnya di belakang.
" Huuufffzz" Bayu membuang nafasnya kasar.
Bayu melihat sosok yang di cari dari tadi.
" Ratih" panggil Bayu.
" Eh mas Bayu" jawab Ratih sopan.
__ADS_1
" Kamu kenapa dek? tanya Bayu basa basi.
" emang kenapa mas, Ratih lagi pengin duduk disini" ucap Ratih senyum.
" Oh ya sudah, Oya besok pagi mas mau pulang ke kota" Ucap Bayu to the poin.
" Iyah mas, hati-hati" ucap Ratih ketus.
Bayu setelah berbicara dengan Ratih, Bayu langsung ke depan bergabung Dengan pak Ranto dan Faris.
" Lama sekali bay? tanya Faris.
" Tadi mules banget pak" jawab Bayu bohong.
" ayo kita makan malam dulu, ibu sudah menyiapkan semuanya" ucap pak Ranto.
Berjalan menuju meja makan, Bu Ranto masih sibuk menyiapkan makanan.
Menu kali ini Bu Ranto memasak yang sederhana, sambal sama sayuran rebus, tempe, tahu dan ikan goreng.
" Maaf yah Mas Faris dan Mas Bayu, ibu cuman masak seadanya" ucap Bu Ranto.
" Nggak masalah ko Bu, kita malah merasa nggak enak sendiri. Ibu setiap hari masak buat kita" ujar Faris sambil tersenyum.
" Nggak ko Mas Faris" jawab Bu Ranto.
Bu Ranto menyiapkan piring dan minuman.
" Ratih kemana Bu? tanya pak Ranto.
" Di teras belakang pak" jawab Bu Ranto.
" Suruh makan Bu, biar sama-sama" ucap Ranto.
" Ratih makannya nanti pak, katanya masih kenyang" ucap Bu Ranto, mungkin Ratih lagi menyendiri pikir Bu Ranto.
Mereka makan bersama, makan bersama keluarga Pak Ranto. keadaan hening hanya ada suara sendok garpu piring saling beradu.
Selesai makan, mereka bertiga duduk di teras depan sambil minum teh. Malam ini begitu terang, bintang-bintang menyinari bumi lebih sempurna pancaran bulan purnama menambah keindahan langit.
Faris melihat jam tangannya, teryata sudah jam 10 malam, dia harus beristirahat besok akan menjadi hari yang melelahkan.
" Pak kita pamit dulu, mau istirahat" pamit Faris.
" Iyah mas, monggoh silahkan" jawab Pak Ranto.
Bayu dan Faris kembali ke paviliun, besok harus bangun pagi. Mereka sudah berada di ranjang dan merebahkan tubuhnya.
" Tidur bay, jangan begadang" ujar Faris.
" Iyah pak, ini ajah sudah ngantuk" Balas Bayu.
Mereka akhirnya tertidur bersama dengan pulas.
__ADS_1