Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 90


__ADS_3

" Mas Faris" Batin Ratih kegirangan.


Bayu tak senggaja memegang gunung kembar Ratih.


" Ah..mas" rintih Ratih yang kenikmatan.


" Maaf lagi dek, mas nggak senggaja" ucap Bayu langsung berdiri dan membangunkan Ratih.


Bayu minta maaf dan segera meninggalkan belakang Rumah.


" Lama sekali bay" ucap Faris yang sudah mengantuk.


" Maaf pak, ayo pulang" ajak Bayu.


Bayu dan Faris berpamitan sama Pak Ranto dan meninggalkan rumah pak Ranto. Pak Ranto juga memberikan ceplik untuk Faris dan Bayu agar tidurnya tidak gelap.


Mereka berjalan pelan, suasana paviliun menjadi menakutkan, hanya dengan penerangan api kecil dari ceplik.


" Bay, kamu tadi kenapa buru-buru sekali" tanya Faris.


" Oh nggak kenapa-kenapa pak, tadi ada masalah dikit" ucap Bayu.


" Oke, kita lebih baik tidur, kemungkinan mati lampu sampai pagi, Oya bay kayanya di mobil ada senter LED" ucap Faris.


" kita ambil saja pak, bentar saya ambil ponsel dulu" ucap Bayu sambil mencari ponselnya yang ada di nakas.


Mereka berdua keluar dengan senter ponsel Faris dan Bayu secara bersamaan membuat agak terang.


Sampai di mobil, Faris membuka bagasi mobil dan menemukan Senter LED. mereka segera masuk ke kamar.


Api ceplik di matikan di ganti Senter LED yang terang benerang.


Faris merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Bayu memang belum mengantuk akhirnya membuka laptop.


" Kamu nggak tidur bay? tanya Faris.


" Belum ngantuk pak, bapak tidur dulu saja" ujar Bayu yang membuka laptop.


Faris sudah tertidur entah sudah sampai mana mimpi indahnya. Bayu masih terus mengetik beberapa proposal untuk proyek selanjutnya.


" Ahhh" guman Bayu frustasi sambil mengacak acak rambut.


Pikirannya memikirkan Ratih, Bayu tak enak hati nanti kalau ketemu Ratih besok pagi.


" Besok minta maaf lagi deh", guman Bayu kemudian menutup laptopnya.


Bayu melihat jam pada ponselnya sudah jam 2 malam. Bayu harus segera tidur.


Mulai memejamkan mata, bayangan Ratih masih ada dalam benaknya.


Cuit...cuit ..cuitt... Suara burung berkicau sangat merdu. Matahari sinarnya masuk ke fentilasi jendela. Pagi ini sangatlah cerah, secerah hati Faris yang akan pulang besok pagi. Ia sudah nggak sabar menunggu besok, rasanya kangen itu berat bukan cuman Dilan saja, Faris juga berat jauh dari Reva dan Zain.


" Bay, ayo kita berangkat ke rumah pak Ranto, biar kita selesaikan hari ini" ucap Faris.


" Iyah pak" jawab Bayu.

__ADS_1


Mereka berjalan ke rumah pak Ranto, di sana ada pak Ranto, Ratih dan Bu Ranto. Bayu yang melihat Ratih mulai salting.


" Lu kenapa bay? tanya Faris.


" Nggak papa pak, aku ke kamar mandi sebentar nih", ucap Bayu kemudian berlari kecil meninggalkan Faris.


Faris kemudian ke rumah pak Ranto.


" mas Bayu kenapa mas? tanya Pak Ranto


" Oh katanya kebelet pak, dari semalam ke kamar mandi terus", Ucap Faris sambil tersenyum.


" Apa Mas Bayu sakit mas, kalau sakit nanti biar anak saya Ratih yang periksa", ucap Ranto tanpa sungkan.


" Ya sudah nanti kalau Bayu kembali langsung di periksa saja", ucap Faris.


Faris dan Ranto masuk ke dalam rumah, teh hangat dan sarapan pagi sudah di siapkan oleh Bu Ranto dan Ratih.


" ah, mungkin Ratih sudah berangkat ke puskesmas" guman Bayu yang melirik ke jam tangannya sudah jam 9 pagi.


Bayu setelah ke kamar mandi, ia ke rumah pak Ranto.


" Maaf pak Ranto , pak Faris lama" ujar Bayu.


" Nggak papa mas bayu, perut kamu masih sakit? tanya Ranto.


Mereka senggaja menunggu Bayu untuk sarapan bersama.


" Ratih" panggil pak Ranto.


" Iyah pak" balas Ratih.


" Ratih, kamu coba periksa Bayu dari semalam sakit perut" pinta Ranto.


" Ayo mas Bayu, kita duduk di sofa depan dulu, ucap Ratih sambil mengajak Bayu.


" Nggak...ngg...aakk usah dek Ratih, saya baik baik saja" ucap Bayu.


Faris mengandeng Bayu agar mau di periksa, setelah Bayu duduk Faris meninggalkan Bayu ke meja makan.


Bayu memandang Ratih


" Dek Ratih maaf semalam nggak senggaja" ucap Bayu menundukkan kepalanya.


" Deg...jadi semalam bukan mas Faris" batin Faris.


" Dek Ratih kenapa diam, kalau mau tampar tampar saja dek Ratih, beneran mas nggak senggaja" mohon Bayu.


" Nggak papa ko mas" ucap Ratih sedih.


Harapannya teryata salah bukan mas Faris tapi malah mas Bayu.


" Apa mungkin Tuhan nggak ngebolehin aku merusak rumah tangga orang" batin Ratih.


" dek Ratih kenapa diam saja" ujar Bayu.

__ADS_1


" Ooh maaf mas, saya periksa yah", ucap Ratih.


Ratih memeriksa Bayu, teryata memang ada yang salah sama perut Bayu.


" Kamu makan makanan yang pedas? tanya Ratih.


" Iyah kemarin makan mie instan pedas", jawab Bayu.


" Sepertinya asam lambung kamu naik mas, lain kali jangan makan yang pedas, asam sama santan hindari juga mie instan" ucap Ratih panjang lebar tanpa senyuman.


" Terimakasih dek Ratih", ucap Bayu.


" Oya obatnya" ucap Ratih sambil memberikan obat untuk Bayu.


Setelah memeriksa Bayu, Ratih langsung ke puskesmas tanpa berpamitan kembali kepada bapak dan ibu.


" Mukanya jutek amat dek Ratih" guman Bayu kemudian menghampiri Faris dan Ranto.


Mereka bertiga makan pagi dengan lahap, masakan Bu Ranto memang enak, walaupun sederhana tapi cocok di lidah Faris dan Bayu.


Faris, Bayu, pak Ranto menelusuri desa kembali, tempat yang belum di datangi mereka datangi.


" huufffzzz rasanya bakalan kangen sama desa Mangunreja" guman Faris.


" Kalau kangen tinggal main saja Mas" timpal Ranto.


" Iyah pak, tapi mungkin nunggu anak saya umur Satu tahun" ujar Faris.


" Eh mas Faris teryata sudah menikah yah? kirain masih melajang soalnya masih muda " ucap Ranto sambil tersenyum.


" Sudah pak, anak saya baru umur beberapa hari pak, jadi kangen sama anak istri di rumah" ucap Faris tersenyum.


" Kalau mas Bayu? tanya Ranto.


" Hehehehehe belum pak, belum ada jodoh" ujar Bayu.


" Cari donk mas, kayanya mas Bayu sama mas Faris seumuran deh" tebak Ranto.


" Iyah pak, kita satu sahabatan dari sekolah", ucap Bayu terus terang.


Mereka bekerja sampai sore, semua pekerjaan harus selesai hari ini, nanti tinggal pelaksanaannya saja dan di urus oleh pak Ranto selaku kepala desa.


Faris dan Bayu Kembali ke paviliun, di sana mereka menata pakaian yang akan di bawa besok pagi. Faris juga sudah kirim pesan ke Reva bahwa besok pagi pulang.


Pak Ranto dan Ratih duduk di teras belakang rumah sambil menikmati secangkir Teh.


" Nak Ratih, Faris sudah mempunyai istri dan anak, lebih baik jangan sama Faris yah nak" tegur Ranto pelan.


" Tapi Ratih suka pak sama mas Faris" ucap Ratih sambil manyun.


" Nggak baik naik, jadi duri dalam rumah tangga seseorang, kamu cantik masa mau merebut suami orang" ucap Ranto.


" Iyah pak" jawab Ratih pelan.


kemudian Ratih masuk ke dalam kamar dan menutupnya.

__ADS_1


__ADS_2