
Ke esokan paginya
Setelah sholat subuh, Reva dan Faris langsung meninggalkan rumah. Reva dan Faris sudah berada di dalam mobil. Mobil mulai melaju dengan pelan.
Suasana di pagi hari memang begitu menyegarkan, Faris menghirup udara yang begitu segar.
" Mas, aku mau muntah ucap Reva sambil memegang hidungnya.
" Bentar sayang, mas cari kresek dulu ucap Faris sambil memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Hoeekkk...hoeekk... Reva langsung memuntahkan seisi perutnya di dalam kantong kresek.
Faris dengan telaten membersihkan bekas muntahan Reva.
" Gimana mau lanjut? tanya Faris pelan.
" Iyah mas, kita cari warung makan dulu baru minum antimo ucap Reva lemas.
Faris melajukan mobilnya dengan pelan, kaca mobil semuanya di buka Faris agar ada udara masuk ke dalam mobil.
Faris memberhentikan mobilnya tepat di pinggir penjual nasi.
Reva masih di dalam mobil, Ia enggan turun dari mobil. Kalaupun turun pasti nanti akan muntah lagi setelah masuk ke dalam mobil.
" Bu makan disini bisa? tanya Faris.
Ibu penjual nasi melihat Faris dari atas sampai bawah. Dia terpesona akan ketampanan Faris.
" Bisa Mas ucap Penjual nasi.
" Nasi campur 2 yah bu, minumnya teh manis panas ucap Faris.
Kemudian Faris berjalan menuju mobil, menyuruh Reva agar turun dari mobil.
" Sayang makan dulu yah! Ayo turun !ucap Faris.
__ADS_1
" Nggak mau mas, nanti kalau makan mubazir makananya di keluarin lagi ucap Reva.
" Turun Mas bilang turun ya turun! ucap Faris.
Akhirnya Reva menuruti suaminya, Ia turun dari mobil dan duduk di kursi dekat rumah penjual nasi.
Ibu penjual nasi membawakan dua piring beserta minumnya. Reva melahap makananya dengan pelan.
Setelah makan Reva minum obat antimo, Mereka duduk sebentar agar obat bereaksi dulu.
" Mas sudah yuk, aku dah mulai ngantuk ucap Reva pelan.
" Kamu ke mobil dulu sayang, mas mau bayar nasi ucap Faris.
Setelah membayar Faris masuk ke dalam mobil, Reva sudah mulai mengantuk. Mobil mulai melaju dengan cepat. Sepanjang perjalanan Reva tertidur pulas.
Beberapa jam di perjalanan akhirnya Faris dan Reva sampai di Jakarta.
" Sayang bangun ucap Faris sambil membangunkan Reva.
" Sudah sampai mas! ucap Reva sambil membuka matanya.
Tubuhnya serasa sakit semuanya setelah seharian mengemudi mobil. Dia mengambil ponselnya di dalam saku celananya.
" Apah! Cindy di Jakarta! guman Faris kaget setelah melihat akun sosial media milik Cindy.
Faris berjalan menuju kamarnya, dia sudah melihat Reva tertidur pulas. Faris tidur di sebelah Reva, dia mencoba memejamkan matanya tapi tak bisa. Pikirannya di penuhi dengan Cindy, Cindy dan Cindy.
" Aakkkhhhh guman Faris sambil mengacak-acak rambutnya.
" Cindy itu hanya masa lalu, masa depanku hanya bersama Reva batin Faris.
Faris mencoba menenangkan diri, Dia akhirnya tertidur.
---------
__ADS_1
Pagi harinya, Reva sudah terbangun. Setelah mandi, Reva membuatkan sarapan untuk Dirinya dan Faris.
" Pagi Mas sapa Reva.
" Pagi juga Sayang ucap Faris yang sudah rapi mengenakan pakaian kerja.
" Mas nanti habis sarapan, Q mau ke supermarket yah mas ucap Reva.
" Iyah sayang, oya mas ada sesuatu buat kamu ucap Faris.
" Apa mas! ucap Reva penasaran.
" Makan dulu ucap Faris.
Reva mengambilkan nasi goreng buatanya, Faris dengan pelan menyuapkan nasi goreng ke mulut sampai habis satu piring.
Reva dan Faris berjalan ke luar rumah.
" Mas tutup matanya dulu yah yank ucap Faris.
" He'em mas jawab Reva.
Mereka berjalan menuju garasi mobil.
" Hitungan ke 3 buka mata yah yank, 1....2...3.... ucap Faris.
" Wah makasih mas, ucap Reva.
Faris memberikan sepeda motor untuk Reva ke kampus ataupun kemana saja.
" Ini beneran buat aku mas? ucap Reva.
" Iyah sayang jawab Faris sambil memeluk Reva.
" Q suka mas ucap Reva bahagia.
__ADS_1
" Ya sudah, mas kerja dulu yah sayang ucap Faris.
Reva mencium punggung tangan suaminya. Faris masuk ke dalam mobil, Reva memandangi mobil suaminya sampai tak terlihat kemudian masuk ke dalam rumah.