
Rumah Cindy
Mereka nggak tau kalau kalau Faris, Bayu dan beberapa anggota polisi sudah mengintai rumah Cindy.
Mobil milik Cindy masuk kedalam rumah, Mbok Uus segera membuka pintu gerbang dan mobil masuk ke dalam rumah.
" Dimana Reva, Jo? tanya Cindy, mereka berjalan keluar dari mobil masuk ke dalam rumah.
" Reva ada di kamar tamu Cin" ucap Parjo.
" Kamu dan Reva harus bersembunyi di ruang bawah tanah, saya tau sifat Faris seperti apa?? segera ke ruang bawah tanah sekarang" ucap Cindy.
Parjo langsung membuka pintu, Reva masih kesulitan membuka tali, Parjo langsung mengendong Reva dan mengikuti Cindy masuk kedalam ruang bawah tanah.
Cindy, Parjo dan Reva masuk kedalam ruang perpustakaan dan Cindy mengambil buku salah satu, segera memencet tombol.
" Cepat masuk Jo" pinta Cindy.
Parjo langsung masuk bersama Reva, Cindy segera menutup pintu.
" Tenang" guman Cindy pelan.
Cindy keluar dari ruang perpustakaan, ia masuk ke dalam kamar. Cindy langsung membuka laptop dan mengecek beberapa CCTV depan rumah.
" Untung Parjo dan Reva sudah masuk ke dalam ruang bawah tanah" batin Cindy bersorak gembira.
Cindy merebahkan tubuhnya kembali di Ranjang. Dia harus pergi dari kota ini secepatnya.
Tak berapa lama, rumah Cindy sudah di kepung polisi. Cindy yang sudah melihat cctv harus lebih tenang.
Tok...
__ADS_1
Tok...
Tok...
" Permisi Nyonya, di luar ada tamu" ucap Mbok Uus dari luar pintu kamar Cindy.
Ceklek
" Siapa mbok? tanya Cindy yang sudah membuka pintu kamarnya.
" Po...polisi Nyonya" ucap Mbok Uus, tubuhnya bergetar.
" Mbok yang tenang yah" ucap Cindy.
Cindy mulai melangkah ke depan rumah, di lihat beberapa polisi.
" Siang Bu Cindy " ucap Salah satu polisi.
" Siang, ada apa yah? tanya Cindy.
" Apa kalian punya bukti, jangan asal menuduh kalau kalian menuduh saya bakalan tuntut balik" ancam Cindy.
" Boleh saya cek rumah anda, ada seseorang melihat Parjo buronan kita masuk ke rumah anda" ucap Polisi.
" Silahkan " Ucap Cindy.
Polisi mulai mengeledah beberapa sudut rumah Cindy yang luas, tapi tidak ada tanda-tanda kalau Parjo dan Reva di rumah ini.
" Bagaimana? tanya Cindy sambil tersenyum.
" Terimakasih Bu Cindy, maaf menganggu waktunya" ucap Polisi sopan.
__ADS_1
Mereka akhirnya meninggalkan kediaman Cindy.
" Bagaimana pak? tanya Faris penasaran.
" Nggak ada pak," ucap pak polisi.
Faris mulai mengingat sesuatu kalau dulu Cindy pernah bercerita kalau ingin punya ruang bawah tanah.
" Apa Reva di ruang bawah tanah" batin Faris.
" Pak, saya mohon bapak harus pantau Cindy, saya yakin istri saya ada di dalam pak" ucap Faris.
" Siap pak" jawab Pak polisi.
******
" Lepasin gw" teriak Reva Isak tangisnya terdengar begitu nyaring di telinga Parjo.
" Diam!! bentak Parjo
" Kalau lu nggak bisa diam, anak lu bakalan jg jadi sasaran" ucap Parjo sambil memegang rahang Reva.
" Tolong jangan sakiti anak saya" ucap Reva memelas, air matanya terus menetes.
" Makanya diam" ucap Parjo.
Parjo mulai tiduran di sofa, dari semalam belum tidur membuat dirinya mengantuk dan kelelahan.
" Hooaaaammm"' Parjo akhirnya terlelap.
Reva mulai berusaha agar bisa melepaskan ikatan talinya.
__ADS_1
" Duh susah banget sih" batin Reva.
Reva terus berusaha, agar bisa bebas dari tempat ini, rasanya lelah sekali tapi tak kunjung terbuka ikatan yang parjo buat.