
" Mas", panggil Reva manja sambil merangkul tangan Faris.
" Hmmm...", jawab Faris.
" Mas lagi sakit gigi yah? jawabnya singkat bener", ucap Reva ketus.
" Nggak sayang, mas cuma lagi mikir aja", jawab Faris santai.
" Mikirin apa hayooo, serius banget", ucap Reva penuh dengan penasaran.
" Mikirin nanti malam, ucap Faris santai.
Reva hanya tersenyum malu mendengar penuturan Faris. Mobil keluar dari parkiran Rumah Sakit. Jalanan semakin malam semakin ramai, banyak pedagang kaki lima di pinggiran jalan.
" Mas, pengin jajan pinggiran", pinta Reva manja.
" Jalanan full sayang, kita pulang dulu yah?? nanti mas yang beli sendiri pakai motor", jawab Faris.
" Maunya sekarang mas, ucap Reva manyun.
Faris melajukan mobilnya dengan pelan, mencari tempat parkir yang aman. Setelah berjalan akhirnya mendapat parkiran mobil, lumayan cukup jauh dari pedagang kaki lima.
" Kamu tunggu disini dulu yah sayang, biar mas ajah yang turun ", pinta Faris.
Reva mengangguk tersenyum bahagia.
Faris berjalan sendiri mencari pesanan Reva, ia tertuju pada batagor, bakso tusuk, pempek goreng dan jajanan lainnya.
Sudah beberapa menit berlalu, tapi Faris belum kunjung datang.
__ADS_1
" Mas Faris lama sekali sih, ini Dede utun udah menendang terus pengin makan batagor", guman Reva gelisah menahan lapar sambil mengelus perut.
Reva yang tak sanggup menahan rasa lapar, ia memutuskan untuk turun menyusul Faris. Reva berjalan dengan pelan, ia mulai menyebrang jalanan.
" Tiiitttt....tiittt jedeeeer...
" Reva " Teriak Faris khawatir.
Terjadi tabrakan, Faris yang mendengar suara kecelakaan langsung berlari. Semua orang menutupi jalan melihat siapa yang kecelakaan.
" Kasian banget, wanita yang sudah tertabrak gimana nasib anaknya yah Fir " ucap seseorang yang melihat korban.
" Iyah kasian banget" jawab salah satu temannya.
Faris mendengar ucapan beberapa orang, wajahnya pucat pasi. Dia berlari menuju kerumunan orang, terlihat seseorang wanita berambut panjang seperti Reva sekilas.
Jantung Faris berdetak sangat kencang, badannya mulai lemas.
" Ya Allah Reva ", Ucap Faris langsung memeluk Reva dengan erat.
" Mas, aku nggak bisa bernapas", ujar Reva.
" Mas takut kamu kenapa-kenapa sayang ", ucap Faris.
Mobil polisi dan mobil ambulance sudah datang, korban langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.
Faris dan Reva berjalan menuju mobil.
" Maafin mas yah sayang, tadi agak lama", ucap Faris.
__ADS_1
" Nggak masalah mas, tadi Dede utun nendang perut aku terus mas, sepertinya dia kelaparan", guman Reva sambil memegangi perut.
Faris tersenyum bahagia, melihat istrinya yang begitu lahap makan batagor.
" Pelan-pelan sayang " ucap Faris pelan.
" Mas nggak mau? tanya Reva sambil menyodorkan batagor.
" Liat kamu ajah, sudah kenyang sayang", jawab Faris.
Setelah beberapa menit memakan makanan, akhirnya Faris melanjutkan pulang ke rumah. Beberapa makanan cuman di cicip Reva saja. Takut baby utun ngiler kalau nggak di turutin ngidamnya.
Sesampai di rumah, Faris langsung masuk kamar. Tubuh Faris sudah berkeringat dan lengket.
" Sayang, mas mandi dulu ", ucap Faris meninggalkan Reva di ruang keluarga.
" Hmmmm " guman Reva.
Reva langsung menyiapkan makan malam untuk Faris, makanan sudah di masak sama ART, Reva tinggal menyiapkan saja di meja makan.
Selesai menyiapkan, Reva menuju kamarnya untuk ganti mandi.
" Mas, mandinya sudah selesai? tanya Reva pelan di balik pintu kamar mandi.
" Sudah sayang" jawab Faris sedikit teriak.
Faris keluar kamar mandi, ia hanya melilitkan handuknya di pinggang. Bau aroma sabun mandi begitu wangi.
" Kenapa sayang ko bengong" goda Faris.
__ADS_1
" Reva mandi dulu mas", ucap Reva langsung masuk kedalam kamar mandi.
Selesai mandi, Reva dan Faris keluar kamar, mereka menyantap makan malam bersama. Kedua orang tua Faris kebetulan di Luar Negeri, kemungkinan Minggu depan akan pulang untuk menyambut cucu pertama.