Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 108


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dari kantor perasaan Reva merasa sangat kesal, ia malas mengingat kejadian tadi.


" Semoga saja tuh Ratih kapok" batin Reva, tangannya mulai mengepal.


Setelah 30 menit perjalanan, Reva sudah sampai di rumah. Sambutan baby Zain dalam gendongan kakek Andrea.


" Cicit kakek berat sekali nak Reva, makin gembul saja" guman Andrea, Zain dari tadi ngoceh terus.


Matahari mulai terbenam, Reva sudah selesai membersihkan diri, Zain ganteng.


" Assalamualaikum" Faris baru saja pulang dari kantor.


" Walaikumsalam" balas Reva, Faris di sambut senyuman dan ocean Zain.


" Wah, anak papah makin pinter" ucap Faris yang hendak memegang tangan mungil Zain.


" Stop, mandi dulu mas" sergah Reva.


" Iyah sayang, maaf mas lupa sangking gemesnya sama Zain" Faris tersenyum, ia memutuskan masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya.


Setelah mandi, Faris mendekati Reva yang sedang bermain dengan Zain.


" Zain udah pinter apa saja sayang" Faris mengajak bicara pada Zain, Zain hanya mengoceh seakan-akan mereka sedang berbicara.


Mereka melanjutkan makan malam, selesai makan malam Reva, Faris, Andrea dan Zain duduk di ruang keluarga.


" Mas, nanti habis isya boleh nggak Reva kumpul sama temen kampus, soalnya ada acara gitu mas" ucap Reva pelan.


" Boleh sayang, nanti biar Zain sama aku di rumah. Ingat pulang jangan terlalu malam. Mas percaya kamu" titah Faris.


Reva pun bersiap di dalam kamar, Ia memakai celana panjang serta kemeja. Reva sudah menghubungi Wati untuk menjemputnya di rumah Fernandez.


" Mas aku pergi dulu yah" pamit Reva sambil menenteng tas.

__ADS_1


" Iyah sayang" Reva mencium punggung tangan Faris, Reva juga mencium baby Zain berkali-kali.


" Dah sayang"


Reva sudah keluar dari kamarnya, ia juga tak lupa pamit ke kakeknya. Reva berjalan menuju gerbang, ia menunggu Wati di depan pintu gerbang.


" Maaf Va kalau lama" ucap Wati yang sudah di depan Reva.


" Nggak ko wat, lagian baru saja keluar" jawab Reva santai.


Reva menaiki motor Wati, Reva memang tak terlalu suka naik mobil, kadang kalau lagi nggak enak badan serasa ingin muntah.


*******


Universitas Gunadarma.


Semua mahasiswa dan mahasiswi baru sudah berkumpul di sana. Acara demi acara di lalui hingga mau jam 10 malam.


" Wat pulang yuk" ajak Reva yang mulai resah.


" Bentar lagi va, lagian acaranya juga belum selesai ko" jawab Wati santai.


" Ya sudah, aku pulang duluan yah wat" ucap Reva.


Reva menunggu di luar aula, ia mencoba menghubungi Faris.


Tut..


Tut ..


Tut...


" Assalamualaikum"

__ADS_1


" Walaikumsalam"


" Mas jemput"


" Iyah sayang, nih mas langsung otw kesitu"


Panggilan langsung di matikan, Faris menitipkan Zain dulu, ia bergegas menjemput Reva.


Reva masih setia menunggu sang suami di depan aula kampus.


" Va, mau pulang? tanya Dito yang muncul dari belakang Reva.


" Iyah kak, nunggu jemputan" jawab Reva.


" Pulang sama Kaka saja" ajak Dito.


" Nggak usah repot-repot kak" tolak Reva pelan.


Mobil sudah masuk ke lingkungan kampus, Faris mencoba mencari keberadaan Reva.


Pandangannya melihat sosok Reva bersama seseorang, Faris langsung turun dari mobil dan mendekati Reva.


" Itu sudah di jemput kak, duluan" pamit Reva yang sudah melihat Faris, ia berlari kecil mendekati Faris yang sedang berjalan ke arahnya.


Reva segara menarik tangan Faris masuk ke dalam mobil.


" Mas nggak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain" ketus Faris.


" Nggak ko mas, kak Dito tadi cuman menyapa Reva saja" ucap Reva.


" Oohh jadi namanya kak Dito" Ucap Faris penuh penekanan.


Reva nggak mau Menanggapi Faris, ia lebih baik diam dari pada bertengkar. Reva diam saja dalam perjalanan sampai rumah.

__ADS_1


__ADS_2