
Dreeett...Dreeett....Dreettt.... Dreeett ponsel Faris dan Bayu bergetar secara bersamaan.
" Hooaaaaammm " Faris menguap merentangkan tubuhnya.
" sudah jam berapa ini" guman Faris melihat ponselnya teryata sudah jam 4 pagi.
Faris duduk sebentar di tepi ranjang, matanya sayup-sayup masih mengantuk. Matanya terbuka lebar, pandanganya mencari Bayu yang sudah tidak ada di tempat tidurnya.
" Bayu kemana jam segini, apa lagi mandi" batin Faris.
Faris mendekati kamar mandi, di kamar mandi pun Bayu tidak ada.
" Bay,,,bay,," panggil Faris.
" Bayu kemana" guman Faris kebingungan sambil mengaruk rambutnya yang tak gatal.
Tak ada sautan kata dari Bayu, hanya suara Faris saja yang mengema. Akhirnya memutuskan keluar paviliun, Faris melangkah kakinya keluar.
" Ceklek, loh ko tidak di kunci" guman Faris matanya melirik ke kanan dan ke kiri mencari sosok Bayu.
" Bayu,,, Bayu,," panggil Faris terus-menerus.
Faris melihat ke arah mobil, mobilnya juga masih ada di tempat. Faris bergegas ke rumah pak Ranto.
" Assalamualaikum, pak Ranto " panggil Faris.
" Walaikumsalam" sahut Pak Ranto dari dalam rumahnya.
" Maaf pak, menganggu waktunya sebentar. Apa Bayu di sini pak?tanya Faris khawatir.
" Mas Bayu nggak ada disini mas, semalam kalian pulang, saya sekeluarga langsung tidur mas" ucap Ranto kebingungan.
" Bayu nggak ada di kamar pak, pas bangun tidur tiba-tiba Bayu nggak ada dan pintu kamar pun tidak di kunci" ucap Faris.
" Sudah kamu telfon? tanya Ranto kembali.
" Belum pak, cuman ponsel Bayu di kamar" ucap Faris.
' Ini anak kemana sih! bikin khawatir" ucap Faris kesal yang dari tadi mencari keberadaan Bayu.
Mereka berpencar mencari Bayu, sudah hampir satu jam mencari keberadaan Bayu tapi tak terlihat.
" Ciiihh, tuh anak bikin kesel saja! guman Faris kesal.
Akhirnya Faris masuk ke dalam kamar, ia memutuskan untuk mandi dan sholat subuh dulu. Setelah mandi dan melaksanakan sholat, Faris merapikan bajunya yang akan di bawa pulang, melihat jam sudah mau pukul 6 pagi.
Faris menata laptop dan bajunya sendiri, kemudiaan ia berjalan ke arah mobil.
Faris membuka bagasi mobil yang teryata tidak dikunci.
__ADS_1
" Loh ko bisa di buka", guman Faris yang merasa kebingungan.
" Terus kuncinya mana, aku sampai lupa gara-gara Bayu menghilang nggak jelas" dongkol hati Faris.
Faris meletakan semua tas di bagasi, ia mendengar suara dengkuran halus. Faris memberanikan diri membuka pintu tengah.
" Astaga" ucap Faris teriak yang teryata Bayu tidur di dalam mobil.
" Bay, bangun lu" Faris membangunkan Bayu terus menerus.
" hmmmm" guman Bayu.
" Bayu bangun" ucap Faris kembali sambil membangunkan Bayu.
" Hooaaaaammm ada apa pak? tanya Bayu yang kebingungan kemudian duduk matanya masih tertutup.
" BANGUN" teriak Faris.
Bayu langsung membuka matanya, ia kaget mendengar teriakan Faris.
" Ya ampun, dari jam 4 pagi saya mencari kamu, teryata kamu enak-enakan tidur" ujar Faris yang terus marahi Bayu.
" Maaf pak, semalam saya nggak bisa tidur, akhirnya saya memutuskan untuk tidur di dalam mobil" ucap Bayu jujur.
Bayu langsung berlari keluar dari mobil dan masuk ke dalam paviliun untuk mandi, sudah hampir jam 6 Bayu harus sudah bersiap-siap.
Mereka akan berpamitan ke pak Ranto sekeluarga.
" Tuh kan, gara-gara kamu, kita telat bay" gerutu Faris.
Faris dan Bayu sudah di depan pintu rumah pak Ranto yang terbuka. Mereka masuk kedalam kebetulan pak Ranto sudah ada di ruang tamu.
" Maaf pak Ranto, Bu Ranto kami kesini mau pamitan pulang" Ucap Bayu.
" Iyah mas, maaf kalau hidangan di rumah kami tak sesuai selera mas Bayu dan mas Faris" ucap Bu Ranto sopan.
" Kami yang harusnya mohon maaf, sudah merepotkan bapak dan ibu sekeluarga" ujar Faris.
" Kami nggak merasa di direpotkan ko mas" ujar Pak Ranto.
" Sebelum Pulang, lebih baik sarapan dulu" ajak Bu Ranto.
Bu Ranto di ikuti pak Ranto, Bayu dan Faris masuk ke meja makan. Mereka menyantap hidangan yang sudah tersedia di meja makan. Bayu melihat nanar ke arah Ratih yang sibuk menyiapkan piring.
Mereka duduk, perlahan Faris dan Bayu mulai makan bersama keluarga Pak Ranto.
Bayu sesekali melirik Ratih yang ikut sarapan di depannya.
" Deg...deg..deg" jantung Ratih terus berdetak saat Bayu melirik ke dirinya.
__ADS_1
Setelah makan, Faris dan Bayu berpamitan, Faris juga tak lupa memberikan amplop coklat untuk Bu Ranto karena bersedia memasak untuk dirinya dan Bayu.
" Ibu ini ada sedikit rejeki buat ibu" ucap Faris memberikan amplop.
" Nggak usah repot-repot nak Faris, ibu ikhlas nak Faris kan tamu jadi ibu harus memberikan kenyamanan" ucap Bu Ranto.
" Tak masalah Bu, Faris ikhlas" jawab Faris.
Faris bersalaman sama keluarga pak Ranto tanpa terkecuali, bayu pun mengikutinya.
Saat Bayu bersalaman dengan Ratih, tatapan matanya berbeda, Ratih pun sama.
mereka sudah di dalam mobil, Bayu sudah memegang setir, sebelum melajukan mobil mereka berdoa dahulu agar selamat sampai tujuan. mereka dari desa Mangunreja sekitar jam 10 pagi.
Mobil melewati hutan sekitar dua jam, banyak motor yang lewat hutan. Kalau pagi sampai sore cukup ramai karena akses satu-satunya menuju desa Mangunreja.
Diperjalanan Bayu hanya diam saja, Faris pun ikut diam. Faris merogoh ponselnya teryata tak ada sinyal di dalam hutan. Keadaan hutan agak gelap, tumbuhan yang menjulang tinggi menutup akses matahari masuk.
Setelah dua jam lebih, akhirnya Faris dan Bayu sudah melewati hutan. mereka akan melewati tol agar cepat sampai.
" Bay, kamu nggak lapar? tanya Faris.
" Belum pak, pak Faris sudah lapar" ucap Bayu yang masih fokus mengemudi mobilnya.
" Belum juga, cuman haus bay, kita cari Indomaret terdekat sebelum kita masuk tol" ujar Faris.
" Sayang, ini mas udah di jalan mau arah pulang" isi pesan Faris ke Reva.
Menunggu cukup lama tak ada balasan dari Reva, Faris memasukan ponselnya ke dalam saku baju.
Bayu langsung membelokan mobilnya ke salah satu Indomaret.
" kamu mau kopi panas" tawar Faris.
" Nggak pak, kopi dingin saja sama air putih" ucap Bayu sambil meregangkan otot di kursi mobil.
Faris masuk ke dalam Indomaret, Faris mengambil beberapa minuman dingin dan Kopi dingin serta cemilan seperti kacang dan teman temannya kacang.
Setelah cukup banyak, Faris melangkah kakinya ke kasir dan membayar.
" Totalnya 350rb pak" ucap Kasir.
Faris memberikan 4 lembar uang 100rban.
" Kembalinya ambil saja mba" ucap Faris
" Terimakasih pak" jawab kasir sopan.
kemudian Faris membawa satu kantong kresek dan meninggalkan Indomaret, Faris dan Bayu minum kopi dan langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1