Cinta Karena Perjodohan

Cinta Karena Perjodohan
Bab 107


__ADS_3

Reva sudah berada di depan kantor Fernadez. Sudah lama Reva tidak menginjak kakinya ke kantor semenjak hamil.


Reva mulai melangkah kakinya menuju lobby, semua karyawan menyapanya dengan ramah, Reva pun sebaliknya membalas sapaan karyawan dengan senyuman termanis.


Reva melihat sosok yang dia kenal, ia sudah memasuki lift. Reva segera mengikuti perempuan tersebut, sampai di lift Reva kehilangan. Dia sudah duluan naik ke atas sedangkan Reva masih di bawah.


Reva berjalan menuju lift khusus untuk CEO, ia menekan tombol menuju ruang Faris yang paling atas.


Ting


Lift mulai terbuka, Reva membelalakkan matanya teryata yang dia lihat adalah Ratih. Ratih membawa satu rantang untuk Faris, perlahan Reva mengikuti secara diam-diam.


Reva melihat Faris keluar dari ruangnya untuk keruangan Bayu.


" Loh dek Ratih ngapain kesini, ruangan Bayu sebelah sana" ucap Faris sambil tangannya menunjuk ke ruangan Bayu yang masih tertutup.


" Ratih nggak ke mas Bayu, Ratih kesini mau ke mas Faris" ucap Ratih.


" loh mau ngapain dek? tanya Faris.


" Ratih mau ngasih makan siang buat mas Faris" ucap Ratih sambil memberikan satu rantang makanan untuk Faris.


Reva dari tempat persembunyiannya merasa geram, teryata Ratih memang menyukai suaminya. Reva memang sempat curiga waktu bertemu Ratih di mall tempo lalu.


" Tenang Reva, kamu cewek kuat" guman Reva sambil mengelus dadanya pelan.


Setelah tenang setenang mungkin, Reva mulai berjalan bak model mendekati Faris dan Ratih yang masih berbincang di depan ruangan Faris.

__ADS_1


" Sayang" sapa Faris yang melihat Reva berjalan menuju dirinya.


" Eh ada mbak Ratih" ucap Reva sopan.


" Iyah mba" jawab Ratih.


" Mas nih aku bawa makan siang buat mas" ucap Reva manja, tangannya bergelantungan di tangan Faris.


" Kebetulan mas sudah lapar sayang" ucap Faris bahagia.


Ratih hanya diam memandang pasangan yang sedang bahagia di depannya membuat dia muak.


" Ya Allah yank, sampe lupa ada mbak Ratih loh" ucap Reva.


" Nggak masalah ko mba" jawab Ratih.


Bayu yang baru keluar dari ruangannya melihat sosok Ratih ia kemudian mendekatinya.


" kesini ko nggak nelfon dulu dek? tanya Bayu.


" Iyah maaf mas" jawab Ratih pelan.


Reva mengajak makan bersama, kebetulan makanan yang di bawa Reva cukup banyak. Mereka berempat masuk ke ruangan Faris.


Faris meminta sekertaris nya untuk memanggil Office boy untuk menyiapkan piring.


Makanan Reva dan Ratih sudah tertata di meja. Reva masih bergelantungan manja, dengan sigap Reva menyiapkan makanan Faris.

__ADS_1


Mereka mengumbar kemesraannya di depan Ratih dan Bayu, kalau Bayu mungkin biasa yang luar biasa itu mimik wajah Ratih yang membuat Reva tertawa dalam hati.


" Rasa kan, berani-beraninya deketin suami ku" batin Reva sambil menyuapi Faris di depan Ratih.


" Sayang, enak banget" ucap Faris manja.


" Gagal, awas aja!! batin Ratih yang terus merutuki tingkah laku Reva yang membuat dirinya marah.


Setelah selesai makan, Reva dan Ratih pamit bersamaan. Mereka menuju lift bersama, ini kesempatan Reva untuk memberikan peringatan terhadap Ratih.


Ting, lift terbuka kedua nya segera masuk kedalam lift, lift mulai tertutup dan berjalan menuju loby.


" Maaf yah dokter Ratih yang terhormat, anda itu dokter kenapa anda berharap sama seseorang sedangkan seseorang tersebut sudah beristri" Ucap Reva penuh penekanan.


" Maksud anda apa! jawab Ratih yang mulai emosi.


" Nggak usah berlaga bodoh atau nggak tau, saya tau anda menyukai suami saya, Anda itu dokter dan cantik, tolong jangan jadi sampah" ucap Reva.


Ratih yang mulai geram, tangannya mengepal ingin rasanya menampar mulut Reva dengan keras.


" Mau menampar saya, silahkan saya nggak takut" ucap Reva.


Ratih hanya diam saja nggak menanggapi ucapan Reva, setelah lift terbuka ia langsung bergegas pergi meninggalkan Reva.


" Mau macem-macem sama keluarga kecil gw, awas saja" batin Reva.


Reva kemudian meninggalkan kantor di antar supir pribadi Faris.

__ADS_1


__ADS_2