
" Wah langsung sampai ajah nih Put depan gerbang Perumahan ucap Reva.
Putri mulai melaju dengan pelan, saat masuk kawasan Perumahan. Reva menunjukan arah rumahnya.
Motor berhenti depan gerbang rumah warna abu-abu. Reva membantu membukakan gerbang rumahnya.
" Silahkan masuk ucap Reva.
Cekleeekk...cekleekk Reva membuka kunci rumahnya. Reva menyuruh Putri untuk duduk di Ruang tamu.
" Sebentar yah Put, aku ambil minum dulu ucap Reva.
Reva berjalan menuju dapur, Putri melihat seisi rumah. Banyak barang- barang mewah di dalamnya. Reva membawa 2 gelas minuman dingin.
" Kedapur yuk, aku mau masak ajak Reva.
" Boleh deh ucap Putri.
Mereka berdua berjalan menuju dapur, Reva langsung memakai celemek sedangkan Putri duduk di meja makan sambil memandangi Reva.
Reva mengeluarkan beberapa sayuran dan daging ayam dari kulkas. Kali ini akan masak kecap sama tumis sayuran, masakan simple.
" Kamu setiap hari masak yah Va? tanya Putri.
" Nggak ko Put, Aku saja baru pindah di rumah ini. Terus juga dulu aku pernah kerja di Kantin depan PT Fernandez Grup ucap Reva sambil memasak.
" Enak donk bisa liat cowo-cowo tampan disana, Konon katanya Karyawan di sana Tampan-tampan Va, apalagi pemiliknya. Bweeeehhhhh gantengnya nggak ketulungan ucap Putri terlalu semangat.
" Kamu mau kerja di sana Put? tanya Reva.
" Ya mau banget lah, pemiliknya kalau nggak salah namanya Faris Fernandez pengusaha muda paling tampan dan juga masih single ucap Putri.
" Uhukkk...uhukkk.. Tampan dari mana! di liat dari sedotan ucap Reva sambil tertawa.
" Saya memang tampan! timpal Faris yang sudah ada di dapur.
" Haduh mati aku! batin Reva.
Putri matanya melotot, saat melihat kedatangan Faris di dapur.
__ADS_1
" Kamu bekerja sama Dia yah! kenapa nggak ngomong dari tadi bisik Putri di telinga Reva.
Reva hanya terdiam membisu, keringatnya mulai bercucuran. Suasana dapur mulai tegang semenjak kedatangan Faris.
" Kapan pulang Pak ucap Reva.
" Pak...pak dikira qw bapak luu!! awas saja batin Faris.
" Va, aku balik saja yah! ucap Putri.
" Kenapa pulang, makan bersama dulu ajak Faris.
" Iyah Pak jawab Putri.
" Kapan lagi makan sama cowo tampan batin Putri bahagia.
Reva menyiapkan makanan di meja makan. Faris sudah duduk bersama Putri di meja makan, Putri curi-curi pandang memandang wajah Faris.
Reva mengambilkan makanan Faris, menyiapkan keperluan Faris makan. Mereka makan bersama, selesai makan Reva mengantar Putri ke depan.
" Va, aku pamit pulang dulu yah, senangnya bisa jadi pelayan di rumah Faris Fernandez ucap Putri bahagia.
" Huuuufffzz, lega banget teryata Om genit sudah masuk kamar guman Reva sambil menghembuskan nafas.
" Siapa yang kamu bilang Om genit ucap Faris kesal di balik pintu.
" Astaga.. eh Masku sayang ucap Reva sambil tersenyum malu.
Faris langsung mengendong Reva dan mengunci pintu rumahnya. Faris berjalan menaiki anak tangga.
" Mas...turunin mas.. ucap Reva sambil memukul punggung Faris pelan.
Keduanya masuk ke dalam kamar, Faris melempar Reva ke Ranjang.
" Panggil saya apa tadi, Om genit yah? Ucap Faris sambil tersenyum sumpringah.
" Nggak ko mas, mas salah denger kali ucap Reva menjelaskan.
Faris melahap bibir mungil Reva, bibir mereka saling beradu di atas ranjang.
__ADS_1
" Hmmmmm Mas ucap Reva yang tak bisa bicara karna bibir Reva di lahap habis.
Faris kemudian melepas ciumannya.
" Sana mandi, kamu bau asem tau! ucap Faris tersenyum.
" Masa sih mas ucap Reva sambil mencium aroma tubuhnya.
" Wangi ko mas ucap Reva.
Faris masuk ke dalam kamar mandi, Ia membersihkan tubuhnya dari aktifitas. Setelah selesai, Faris keluar hanya mengenakan handuk yang dililitkan bagian bawah.
Dengan cepat Reva masuk ke dalam kamar mandi.
Jreeng...Jreeng
Reva keluar kamar mandi mengenakan baju berdoubel - doubel dan berjaket.
" Kamu kenapa Sayang, Kamu sakit?? ucap Faris sambil tersenyum tipis.
" Iyah Mas, badanku ke dinginan ucap Reva.
" Ya sudah, tidurlah ucap Faris.
Faris hanya memakai celana kolor pendek dan telanjang dada. Reva tidur di samping Faris membelakangi Faris, Kemudian Faris mematikan Ac.
" Ko di matiin mas? Tanya Reva.
" Kamu kan lagi sakit, aku nggak mau kamu kenapa- kenapa sayang ucap Faris.
Malam semakin panas, Faris sudah tertidur nyenyak, Perlahan Reva membuka matanya.
" Duh panas banget, lepas ajah x yah, lagian Om genit bangunnya selalu siang guman Reva sambil tertawa kecil.
Perlahan Reva membuka jaket dan kaos satu persatu karna kepanasan. Kini Reva hanya memakai kaos pendek dan celana pendek.
" Nyaman sekali pakai kaya gini guman Reva.
Reva kembali tertidur pulas.
__ADS_1