
Faris kembali ke kamar, Reva masih saja tertidur pulas tanpa mengenakan Pakaian. Selimut tebal menutupi tubuhnya yang telanjang.
" Sayang bangun, makan dulu Sayang ucap Faris lembut sambil menggoyangkan tubuh Reva.
Mata Reva masih saja terpejam, Ia meresa kelelahan. Faris turun ke bawah keluar kamar, Ia mengambil sarapan untuk istri tercinta.
Satu nampan berisi makanan dan setangkai bunga sudah di sebelah ranjang. Faris mencoba membangunkan Reva tapi tetap tak mau bangun, Akhirnya mengendong Reva ke kamar mandi.
" Mas aku mau di bawa kemana? tanya Reva.
" Ke kamar mandi, kita mandi sayang ucap Faris.
" Dingin mas ucap Reva.
" Hangat kalau ada aku Sayang jawab Faris.
Akhirnya mereka mandi, selesai mandi Faris menyuapi Reva.
" Mas aku bisa makan sendiri, di kira aku bayi tua mas.
" Nggak ada yang liat juga ko.
Reva melahap makanannya bersama Faris, setelah kenyang dan menganti pakaian. Reva dan Faris keluar kamar, Mereka menuruni anak tangga. Rumah terlihat sangat sepi, mata Reva melihat ke kanan dan ke kiri.
" Amel mana mas? tanya Reva.
" Sudah Mas pecat, lagian dia mau ngrusak rumah tangga kita. Dia juga menjadi mata-mata suruan Cindy ucap Faris kesal.
" Idih kalau lagi marah makin ganteng ajah Mas! ejek Reva sambil tersenyum.
" Nggak usah bercanda!! ucap Faris.
Mereka duduk di Sofa televisi, suasana rumah begitu sepi hanya ada Faris dan Reva.
__ADS_1
" Mas mau di bikinin kopi nggak?? tanya Reva.
" Nggak usah sayang, Mas maunya disini sama kamu ucap Faris sambil memeluk Refa.
____________
Amel sudah keluar dari rumah Faris, Ia merasa kesal karna di pecat secara tidak hormat.
" Awas saja! aku nggak akan tinggal diam! aku nggak ingin kalian bahagia batin Amel.
Amel datang ke rumah Cindy, tapi Cindy masih di Malaysia. Akhirnya Amel menunggu di rumah Cindy seharian.
Setelah seharian menunggu kepulangan Cindy. Cindy yang turun dari mobil merasa heran kenapa Amel ada di rumahnya.
" Kamu kenapa disini? tanya Cindy.
" Maaf Nona, saya di pecat oleh Tuan Faris ucap Amel pelan.
" Apa di pecat!! ucap Cindy dengan nada tinggi.
" Bodoh!!! ucap Cindy.
" Maafkan saya Nona.
" Kamu kerja di rumah saya saja, nanti kita susun rencana untuk memisahkan Faris dan Reva.
" Siap Nona, terimakasih.
Cindy membawa Amel masuk ke dalam, dia memperkenalkan ke pembantu lainnya. Cindy kemudian masuk kedalam kamarnya.
" Alice...Alice panggil Cindy.
" Yes momy jawab Alice yang berlari masuk ke kamar.
__ADS_1
Alice langsung memeluk Cindy, begitu pula Cindy yang merindukan anaknya.
" Alice dari mana?? tanya Cindy.
" Dari kamar Om Beni Mom jawab Alice.
Setelah bersih- bersih keduanya tidur.
_____________
Seharian Faris dan Reva hanya di rumah, Faris nggak mau ninggalin istrinya. Baru beberapa hari tidak bertemu rasa kangennya begitu besar.
Setelah makan malam, keduanya duduk di teras belakang sambil menikmati secangkir teh dan kue buatan istri tercinta.
Angin sepoi-sepoi menambah suasana malam yang begitu dingin dan menjadi hangat saat kedua pasuri sedang bermesraan.
Malam semakin larut, tapi Faris dan Reva masih saja duduk di teras belakang rumah.
" Mas masuk yuk? ajak Reva.
" Nanti dulu sayang, bentar lagi yah ucap Faris.
" Dingin Mas.
" Kan dari tadi mas sudah kasih penghangat sayang, masa masih dingin sih!.
" Ayo masuk rengek Reva sambil menarik tangan Faris agar beranjak dari tempat duduk.
Reva dan Faris akhirnya masuk kedalam kamar. Mereka melakukan aktifitasnya kembali di dalam kamar.
*******
Mohon maaf yah gaes, saya selaku autor mengucapkan mintaa maaf karna baru bisa update, karna saya masih sakit.
__ADS_1
Mohon doanya, agar cepat diberi kesembuhan 🙏🙏
Terimakasih