
Keesokan paginya
Suasana rumah begitu ramai, tenda hajatan mulai terpasang di depan rumah. Dekorasi memenuhi ruang tamu.
Reva mulai sibuk dengan aktifitasnya, makanan sudah tersaji di tempatnya. Beberapa orang mengaji di tempat yang sudah tersedia. Biasanya kalau acara tujuh bulanan beberapa orang membaca Al-Qur'an sampai selesai.
Reva duduk di dekat orang mengaji, Ia mendengarkannya.
" Anak mamah gerak-gerak terus, jadi anak yang sholeh dan sholekha yah sayang ucap Reva mengelus perutnya.
Setelah beberapa jam membaca Al-Qur'an dan pengajian selesai. Kini Tamu undangan mulai berdatangan, rekan bisnis dan pihak keluarga semuanya hadir.
Pertama yakni sungkeman kepada kedua orang tua, hal ini dimaksudkan agar pintu maaf dibuka selebar-lebarnya, serta merupakan bentuk dari ucapakn terimakasih kepada orang tua yang telah membesarkan. Sungkeman ditujukan pula untuk meminta doa restu agar proses persalinan lancar.
Seperti saat menikah, ada pula prosesi siraman, pecah kendi, brojolan, belah cengkir, nyicip-nyicip uborampe, hingga prosesi pantes-pantesan. Dari semua prosesi yang harus ia jalani, menurut seleb cantik yang akrab disapa Tipang ini, prosesi pantes-pantesan adalah yang paling unik.
Dalam prosesi ini, calon ibu diharuskan untuk mencoba baju hingga 7 kali. Dengan berbagai warna dan motif batik yang berbeda.
Acara demi acara di lakukan, semuanya lancar sampai selesai. Tamu undangan mendoakan Reva agar anak yang di kandung menjadi anak yang sholeh dan sholekha serta persalinannya lancar ibu dan anak sehat semuanya.
Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan kediaman Debora. Rumah Debora kini sudah mulai sepi. Pelayan mulai membersihkan kediamanya.
" Mas, aku cape sekali ucap Reva pelan.
" Ya sudah, Mas antar kamu ke kamar ucap Faris.
__ADS_1
" Pah, Mah , Kek, Reva ke kamar dulu yah pamit Reva.
Reva berjalan menuju kamarnya, Sampai di kamar Reva langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
" Ganti baju dulu donk sayang ucap Faris.
" Iyah mas jawab Reva.
Reva masuk kedalam kamar mandi, ia menganti pakaian dan cuci muka. Setelah selesai Ia berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubunya. Faris duduk di pinggir ranjang dan mulai memijit kaki Reva yang kecapean.
" Nggak usah mas, mas juga lagi cape ko ucap Reva.
" Mas nggak papa ko sayang, dah kamu tidur ucap Faris.
Perlahan Reva mulai tertidur, Faris langsung keluar kamar untuk membantu di luar.
" Papah belum ngantuk jawab Fernandez.
Mamah kemudian masuk kedalam kamar, Debora mengambil ponselnya. Terlihat beberapa panggilan masuk dari anaknya.
Debora langsung vcall anaknya yang ada di Luar Negeri.
" Assalamualaikum anak sholehnya mamah ucap Debora.
" Waalaikumsalam Mamah ucap Uki.
__ADS_1
" Kenapa kamu nggak pulang sayang, apa nggak kangen sama mamah.
" Kangen ko mah, bagaimana acaranya mah? lancar?
" Alhmdulillah lancar, nanti kamu harus pulang kalau ponakan kamu mau lahir.
" Siap Mah, ponakan uki cowo atau Cewe mah?
" Mamah belum tahu jenis kelaminya sayang, katanya biar suprise.
" Oke mah, ya sudah mamah istirahat sana. kelihatan mukanya cape. see you mamah love you..
" love you to anak sholeh.
Panggilan terputus, setelah menganti pakaian, Debora langsung tertidur.
Di Ruang tengah
Faris, Kakek dan Fernandez masih duduk sambil minum teh.
Keadaan rumah sudah mulai bersih seperti sedia kala. Para ART sudah masuk kekamarnya masing - masing. Kakek dan Papah juga masuk ke dalam kamar diikuti dengan Faris.
Faris masuk kedalam kamar, Reva masih tertidur pulas. Setelah menganti pakaian, Faris merebahkan tubuhnya di samping Reva. Faris mengelus perut Reva yang sudah membesar.
" Besok kita ke dokter ya sayang, papah ingin liat kondisi kamu guman Faris kemudian mencium kening Reva dan perut Reva.
__ADS_1
Faris memejamkan matanya dan tertidur pulas.