
Mereka berjalan dengan cepat melewati cafe yang mulai sepi pengunjung, Baru mau jam 10 malam saja sudah pada tutup.
Keadaan lobby juga sudah berganti shift, mereka berdua berjalan melewati lorong yang kamar.
" Merinding" , guman Faris kemudian berjalan dengan cepat.
Sampai di depan kamar, mereka berdua langsung masuk ke kamar.
" Huufffzzz", Faris membuang nafas kasarnya.
Bayu juga merasakan yang sama, saat berjalan di lorong bulu kuduknya merinding. Faris merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menonton Film, mencari channel yang bagus malah nonton film horor
" Pak, jangan nonton film horor napa", ujar Bayu.
" Iyah, nih tiba-tiba saja langsung film horor" jawab Faris sambil Menganti channel telivisi.
^^^" ini kenapa nggak bisa ganti" ucap Faris dalam hati sambil memencet tombol remote.^^^
" Pak" panggil Bayu.
Keringat dingin mulai membasahi tubuh Faris, panggilan Bayu pun serasa angin.
" Pak" panggil Bayu sekali lagi sambil menepuk pundak Faris.
" Astaghfirullah, bikin kaget aja luu Bay" guman Faris sambil memonyongkan bibir seksinya.
Faris menarik nafas panjang, kemudian menutup mata, mulutnya komat Kamit seperti membaca mantra.
Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim”
Faris membaca Ayat suci, setelah membaca dalam hati, akhirnya telivisi pun bisa di matikan.
" Alhamdulillah" guman Faris.
" Bapak tadi kenapa? tanya Bayu penasaran.
" Nggak tau bay, tadi aku mau matikan televisi tapi nggak mati-mati, akhirnya baca ayat kursi Alhamdulillah sudah beres", ucap Faris.
Faris menenangkan pikirannya, ia ambil air wudhu kemudiaan sholat isya berjamaah bersama Bayu. Setelah sholat mereka duduk ngobrol sebentar sambil minum wedang ronde kemudian tertidur di ranjang masing-masing.
**********
Di kediaman Fernandez
Reva masih guling tidak bisa tidur, kali ini ia tidur bersama mamah mertua Debora.
__ADS_1
" Kamu tidur dulu saja Nak, biar mamah yang jaga Zain ucap Debora pelan sambil mengendong cucunya.
" Nggak bisa tidur mah, kepikiran sama mas Faris, dari tadi di hubungi sudah sekali", ucap Reva sedih.
" Kamu berdoa saja sayang, insyallah Faris dan Bayu pulang pergi dengan selamat tanpa kurang suatu apapun", ucap Debora menasehati menantu kesayangan.
Reva akhirnya terpejam, setelah 2 jam sekali reva terbangun dan memberikan Asi untuk Zain.
********
Cosmotel
Faris sudah terbangun setelah melihat jam teryata jam 4 pagi. Suara hujan tidak terdengar di telinga Faris. Faris mengecek ponselnya teryata ponselnya mati dari semalam. Handphone pun sudah di cas, Faris memasuki kamar mandi untuk sholat Subuh.
" Segar rasanya" guman Faris sambil memakai pakaian.
Faris keluar kamar mandi, ia merentangkan sajadah dan memakai sarung. sekitar 15 menit Faris menjalankan dua raka'at.
" Bay bangun bay, udah mau pagi nih", ucap Faris sambil menggoyangkan tubuh Bayu.
" Iyah pak", ujar Bayu matanya masih terpejam, ia duduk di pinggiran ranjang.
Bayu mandi dan melaksanakan sholat Subuh. Mereka sudah rapi dan menata pakaiannya kembali kedalam koper, biar tidak ada yang tertinggal.
" Semuanya sudah beres" ujar Bayu, ia memainkan ponselnya sambil menunggu waktu untuk cek out.
Jam terus bergerak semestinya, Akhirnya semua sudah siap, Faris mencabut charger ponselnya dan mengaktifkan ponselnya. Beberapa panggilan masuk dari Reva, mungkin dia khawatir.
" Sayang maaf 🙏🙏 dari semalam ponselku mati, ini baru mas aktifkan. Sayang jangan lupa makan, jaga kesehatan sayangku. Oya mas jalan dulu yah, nanti kalau sudah sampai mas kabarin lagi", isi pesan Faris untuk Reva.
Bayu membawa koper dan tas miliknya sendiri, sedangkan Faris menenteng tas laptop dan tas kecil. Berkas semuanya di mobil hanya laptop yang di bawa masuk kedalam kamar. Sampai di lobby Faris mengeluarkan ATM dan melakukan cek out.
" Pantas murah, nggak ada breakfast" batin Faris sambil menatap kertas dari kasir.
Semua barang, sudah berada di mobil. Bayu duduk di belakang stang bunder. Bayu menyetir mobil keluar dari cosmotel.
" Bay, sebelum ke desa Mangunreja kita sarapan dulu", pinta Faris.
Bayu mencari warung di pinggiran jalan, ia menemukan penjual nasi campur. Mobilnya berhenti di samping penjual nasi.
" Bu, nasi dua sama teh manis" ucap Bayu sopan.
" Iyah mas", jawab penjual warung.
Dengan cepat nasi sama teh manis sudah berada di hadapan mereka berdua. Faris dan Bayu mulai menyuapkan makanannya kedalam mulut.
__ADS_1
" Kalian bukan orang sini? tanya penjual warung.
" Iyah Bu, kami bukan orang sini", jawab Faris sopan.
" Kalian mau kemana? tanya penjual warung kembali.
" Mau ke desa Mangunreja Bu", jawab Faris.
" Oohh, kalau ke desa Mangunreja, hati-hati yah mas, jangan lupa banyak berdoa, cepat pulang kalau sudah selesai urusan di sana, oya kalau hujan jangan berani-berani masuk hutan menuju desa Mangunreja", ucap penjual warung.
" emang kenapa Bu? tanya Bayu yang penasaran.
" Ya banyak pohon tumbang lah, emang ada apa", Ucap ibu warung dengan gelak tawa yang renyah.
" Ah ibu bikin takut ajah" jawab Bayu sambil ikut tertawa.
Selesai makan, Faris membayar dan mereka melanjutkan Perjalanan kembali.
Kembali ke gerbang menuju puncak eh bukan maksudnya gerbang menuju alam gaib eh bukan lagi maksudnya gerbang Desa Mangunreja.
Mobil melaju dengan pelan, banyak pemotor yang lewat situ. kebetulan akses satu-satunya menuju desa Mangunreja.
" Pak, saya tuh berasa masuk ke desa KKN" ujar Bayu sambil tertawa.
" Bayu" ucap Faris pelan.
" Hehehee Maaf pak", ucap Bayu sambil cengengesan.
" Ini bukan wilayah kita, setidaknya jaga sopan santun jangan bicara sembarangan" titah Faris memberi nasehat atau siraman rohani di pagi hari.
Dua jam lebih, akhirnya Faris dan Bayu sampai di desa Mangunreja. Mereka di sambut kepala desa Mangunreja pak Ranto.
" Selamat datang di desa kami tercinta Mas Bayu dan Mas Faris", ucap Pak Ranto sambil menjabat tangan ke Faris dan Bayu.
Faris dan Bayu tersenyum, desa Mangunreja teryata cukup indah dan sangat nyaman. Nggak bisa di pungkiri desa ini sangatlah asri.
Mayoritas orang Mangunreja bertani, berkebun dan berternak.
" Indah sekali desa anda pak Ranto", ucap Faris mengutarakan kekagumannya.
" Terimakasih mas Faris", ucap Ranto sambil tersenyum.
Mereka masuk ke rumah pak Ranto, Ranto sudah menyiapkan jamuan untuk Faris dan Bayu.
" Silahkan mas Bayu dan mas Faris", ucap Ranto mempersilahkan duduk.
__ADS_1
" Terimakasih pak", ucap Faris dan Bayu secara bersamaan.
Mereka dan beberapa orang Mangunreja berbincang membahas semuanya.